Puncak Kemarau, Persawahan di Mamasa Terdampak Kekeringan, Ini Langkah Dinas Pertanian
- account_circle Whelson
- calendar_month Sel, 4 Agu 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Memasuki puncak musim kemarau pada awal Agustus 2026, sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mulai terdampak kekeringan.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa bergerak cepat menyalurkan bantuan pasokan air untuk menjaga produktivitas petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Eva Yuslianti Yusuf, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kekeringan dari empat kelompok tani di Kecamatan Aralle.
BKata dia, berdasarkan verifikasi lapangan, satu kelompok tani di Desa Baruru masih memerlukan penanganan intensif, sementara tiga kelompok lainnya sudah kembali beraktivitas normal setelah sempat diguyur hujan.
”Sebagai langkah antisipasi awal, kami mengalokasikan satu unit pompa air cadangan dari gudang logistik untuk kelompok tani di Desa Baruru. Bantuan ini telah diterima petani sejak Jumat lalu,” kata Eva, Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Agustus 2026 menjadi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Sulawesi Barat.
Cuaca kering dengan curah hujan di bawah normal ini diprediksi berlangsung hingga September 2026.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa memperketat pemantauan di seluruh wilayah dan mengimbau kelompok tani yang terdampak untuk segera melapor melalui penyuluh pertanian setempat.
”Laporan dari lapangan menjadi dasar kami untuk mengambil tindakan cepat dan tepat sasaran. Kami berkomitmen mendampingi petani agar dampak kemarau terhadap penurunan produktivitas dapat diminimalkan,” pungkas Eva.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
