Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Jejak Keteladanan Dua Putra Mandar untuk Indonesia

Jejak Keteladanan Dua Putra Mandar untuk Indonesia

  • account_circle sulbarupdate.id
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 453
  • comment 0 komentar

SULBARUPDATE.ID – Mandar adalah tanah yang tidak hanya melahirkan pelaut tangguh, tetapi juga manusia-manusia berkarakter kuat. Di wilayah yang menjunjung siri’—malu berkhianat pada amanah—dan lokko’—teguh menjaga harga diri—nilai bukan sekadar warisan budaya, melainkan laku hidup. Dari tanah inilah lahir dua putra terbaik bangsa yang jejaknya melampaui daerah asalnya: Baharuddin Lopa dan Salim S. Mengga.

Keduanya menempuh jalan pengabdian yang berbeda, hidup di ruang kekuasaan yang berbeda, namun memperlihatkan satu kesamaan mendasar: integritas yang tidak pernah dinegosiasikan. Dalam zaman ketika kekuasaan sering kali menjauhkan manusia dari nilai, mereka justru menjadikan nilai sebagai penuntun kekuasaan.

PROF. DR. BAHARUDDIN LOPA – Keteguhan dan Keberanian Yang Sunyi

Lopa dikenal luas sebagai sosok penegak hukum yang keras pada diri sendiri dan tanpa kompromi terhadap penyimpangan. Sejak awal pengabdiannya sebagai hakim dan jaksa, ia membangun reputasi sebagai aparat negara yang tidak bisa dibeli dan tidak bisa ditundukkan oleh tekanan kekuasaan.

Ketika Indonesia memasuki masa reformasi, kepercayaan publik terhadap hukum berada di titik nadir. Penegakan hukum dicurigai sarat kepentingan, hukum kerap tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dalam konteks itulah Baharuddin Lopa dipercaya menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 2001.

Jabatan itu datang bukan tanpa risiko. Ia memikul ekspektasi besar sekaligus tekanan politik yang tidak kecil. Namun sejak awal, Lopa menunjukkan garis sikap yang jelas: hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan, justru kekuasaanlah yang harus tunduk pada hukum.

Dalam masa jabatan yang singkat, ia mengambil langkah-langkah tegas yang mencerminkan watak sejatinya. Ia tidak memilih perkara berdasarkan siapa pelakunya, melainkan berdasarkan apa pelanggarannya. Baginya, kebenaran hukum tidak mengenal kawan atau lawan.

Ketegasan itu sering kali membuatnya berdiri sendirian. Namun Lopa memahami bahwa kesendirian dalam kebenaran jauh lebih terhormat daripada kebersamaan dalam kompromi. Ia meyakini bahwa jabatan hanyalah titipan, sedangkan integritas adalah kehormatan yang harus dijaga seumur hidup.

Saat wafat pada tahun 2001, Indonesia kehilangan sosok penegak hukum yang langka. Ia pergi tanpa meninggalkan kemewahan, tanpa jejak kekayaan mencolok. Namun ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih bernilai: keberanian moral—bahwa hukum bisa ditegakkan secara lurus bila penegaknya berani membayar harga kejujuran.

MAYJEND (PURN) SALIM S. MENGGA – Pengabdian Tanpa Akhir

Salim S. Mengga menempuh jalan pengabdian melalui institusi militer, sebuah ruang yang menuntut disiplin tinggi, loyalitas, dan keteguhan karakter. Sepanjang kariernya sebagai perwira TNI, ia dikenal bersahaja, tenang, dan konsisten dalam sikap.

Pangkat dan jabatan tidak pernah menjadikannya berjarak. Ia tidak membangun tembok antara dirinya dan bawahan, tidak pula menjadikan kewenangan sebagai alat untuk menegaskan superioritas. Dalam budaya militer yang keras, ia justru dikenang karena keteladanan personal dan kesederhanaan hidup.

Selepas purna tugas dari militer, Salim S. Mengga tidak berhenti mengabdi. Ia membawa nilai-nilai disiplin dan integritas itu ke ruang pengabdian sipil. Ketika dipercaya menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2017–2022, ia memandang jabatan sebagai amanah, bukan privilese.

Dalam keseharian, ia tampil apa adanya. Tidak silau fasilitas, tidak mengejar kemewahan, dan tidak menciptakan jarak dengan rakyat. Ia hadir sebagai pemimpin yang membumi—mendengar, bekerja, dan menjaga konsistensi antara kata dan perbuatan.

Di tengah godaan kekuasaan yang sering membuka peluang penyalahgunaan wewenang, Salim S. Mengga memilih tetap lurus. Ia tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, tidak menggunakan kekuasaan untuk menumpuk harta. Baginya, kehormatan hidup jauh lebih penting daripada keuntungan sesaat.

Kesederhanaannya justru melahirkan wibawa. Ia dihormati bukan karena simbol kekuasaan, tetapi karena keteguhan nilai. Dalam dirinya, jabatan menemukan makna sejatinya: ruang pelayanan, bukan panggung kemegahan.

SATU NILAI, DUA TELADAN

Baharuddin Lopa dan Salim S. Mengga memperlihatkan bahwa kekuasaan tidak harus memisahkan manusia dari nilai. Mereka tidak menjadikan harta sebagai ukuran keberhasilan hidup, tidak pula menjadikan jabatan sebagai alat pemuas ambisi.

Dalam diri keduanya, siri’ hidup sebagai sikap: malu berkhianat pada amanah. Harga diri tidak diukur dari kemewahan, tetapi dari kesetiaan pada nilai. Mereka membuktikan bahwa integritas bukan slogan, melainkan pilihan hidup yang menuntut konsistensi dan keberanian.

Bagi Mandar, keduanya adalah cermin jati diri. Bagi Indonesia, mereka adalah pengingat bahwa negeri ini masih bisa berdiri tegak di atas kejujuran. Kini, ketika keduanya telah berpulang, teladan itu tidak boleh berhenti sebagai kenangan.

Sebab bangsa ini tidak hanya membutuhkan pemimpin yang cerdas dan kuat, tetapi manusia-manusia yang berani menjaga nurani di puncak kuasa.

Dari tanah Mandar, dua putra terbaik telah menunjukkan bahwa jalan itu mungkin—meski tidak pernah mudah.

Al-Fātiḥah untuk keduanya.(*)

  • Penulis: sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Puluhan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, mendatangi Mapolres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat (30/1/2026) sore. Kedatangan massa bertujuan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengamankan seorang pria berinisial IW (50), terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan agar polisi tidak mengulur waktu […]

  • BREAKING NEWS: Dua Kendaraan Kecelakaan di Ujung Jembatan Mambi, Satu Terjun ke Pinggir Sungai

    BREAKING NEWS: Dua Kendaraan Kecelakaan di Ujung Jembatan Mambi, Satu Terjun ke Pinggir Sungai

    • 0Komentar

    MAMBI, Sulbarupdate.id — Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil pick up berwarna putih dan truk berwarna merah terjadi di ujung Jembatan Mambi, tepat di belokan menuju Desa Talippuki, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (21/9/2026). Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, kedua kendaraan terlihat melaju dari arah berlawanan di sekitar lokasi kejadian.  Keduanya tampak melakukan manuver […]

  • Mantan Pj Bupati Polman Ditahan Kejari Terkait Kasus Penipuan Seragam Linmas

    Mantan Pj Bupati Polman Ditahan Kejari Terkait Kasus Penipuan Seragam Linmas

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar resmi menahan mantan Penjabat (Pj) Bupati Polewali Mandar, Muhammad Ilham Borahima, Kamis 18 Desember 2025. Ilham Borahima ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan pengadaan seragam Linmas untuk Pemilu dan Pilkada 2024. Penahanan dilakukan setelah Kejari Polman menerima pelimpahan tahap II (tersangka dan barang bukti) […]

  • Muak Hanya Diberi Janji Manis, Pemuda 3 Desa di Mamasa Bersatu Tuntut Keadilan Pembangunan!

    Muak Hanya Diberi Janji Manis, Pemuda 3 Desa di Mamasa Bersatu Tuntut Keadilan Pembangunan!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada Rabu (20/5/2026), dimanfaatkan oleh kelompok pemuda dari pelosok Kabupaten Mamasa untuk menyuarakan aspirasi mereka. Mereka mendesak pemerintah daerah setempat segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai telah lama terabaikan. ​Melalui wadah Forum Pemerhati Pembangunan Desa Burana, Pangadaran, dan Baruru, para pemuda ini menyatukan sikap […]

  • Peringatan HUT RI Ke-81, Puluhan Peserta Upacara di Mamasa Ditangani Tim Medis

    Peringatan HUT RI Ke-81, Puluhan Peserta Upacara di Mamasa Ditangani Tim Medis

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id —Dalam upacara peringatan HUT RI Ke-81 di kabupaten Mamasa, diwarnai dengan banyaknya peserta upacara yang ditangani Tim Medis Puskesmas Mamasa. Senin (17/8/2026).  Dari ribuan peserta yang hadir mengikuti upacara peringatan HUT RI di Lapangan Kondosapata’ ada sekitar 50 orang, harus ditangani dan dilarikan ke Puskesmas Mamasa.  Sekitar 50 orang itu, merupakan siswa-siswi dari […]

  • May Day 2026 di Majene, KAMRI Tuntut Revisi UU Cipta Kerja

    May Day 2026 di Majene, KAMRI Tuntut Revisi UU Cipta Kerja

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Gelombang aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pecah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (1/5/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) turun ke jalan menyuarakan pembelaan terhadap nasib kaum buruh. ​Massa memulai aksi di kawasan Jalan Gatot Subroto hingga Tugu Pahlawan. Dalam aksinya, mahasiswa membakar ban […]

expand_less