Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Jejak Keteladanan Dua Putra Mandar untuk Indonesia

Jejak Keteladanan Dua Putra Mandar untuk Indonesia

  • account_circle sulbarupdate.id
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 392
  • comment 0 komentar

SULBARUPDATE.ID – Mandar adalah tanah yang tidak hanya melahirkan pelaut tangguh, tetapi juga manusia-manusia berkarakter kuat. Di wilayah yang menjunjung siri’—malu berkhianat pada amanah—dan lokko’—teguh menjaga harga diri—nilai bukan sekadar warisan budaya, melainkan laku hidup. Dari tanah inilah lahir dua putra terbaik bangsa yang jejaknya melampaui daerah asalnya: Baharuddin Lopa dan Salim S. Mengga.

Keduanya menempuh jalan pengabdian yang berbeda, hidup di ruang kekuasaan yang berbeda, namun memperlihatkan satu kesamaan mendasar: integritas yang tidak pernah dinegosiasikan. Dalam zaman ketika kekuasaan sering kali menjauhkan manusia dari nilai, mereka justru menjadikan nilai sebagai penuntun kekuasaan.

PROF. DR. BAHARUDDIN LOPA – Keteguhan dan Keberanian Yang Sunyi

Lopa dikenal luas sebagai sosok penegak hukum yang keras pada diri sendiri dan tanpa kompromi terhadap penyimpangan. Sejak awal pengabdiannya sebagai hakim dan jaksa, ia membangun reputasi sebagai aparat negara yang tidak bisa dibeli dan tidak bisa ditundukkan oleh tekanan kekuasaan.

Ketika Indonesia memasuki masa reformasi, kepercayaan publik terhadap hukum berada di titik nadir. Penegakan hukum dicurigai sarat kepentingan, hukum kerap tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dalam konteks itulah Baharuddin Lopa dipercaya menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 2001.

Jabatan itu datang bukan tanpa risiko. Ia memikul ekspektasi besar sekaligus tekanan politik yang tidak kecil. Namun sejak awal, Lopa menunjukkan garis sikap yang jelas: hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan, justru kekuasaanlah yang harus tunduk pada hukum.

Dalam masa jabatan yang singkat, ia mengambil langkah-langkah tegas yang mencerminkan watak sejatinya. Ia tidak memilih perkara berdasarkan siapa pelakunya, melainkan berdasarkan apa pelanggarannya. Baginya, kebenaran hukum tidak mengenal kawan atau lawan.

Ketegasan itu sering kali membuatnya berdiri sendirian. Namun Lopa memahami bahwa kesendirian dalam kebenaran jauh lebih terhormat daripada kebersamaan dalam kompromi. Ia meyakini bahwa jabatan hanyalah titipan, sedangkan integritas adalah kehormatan yang harus dijaga seumur hidup.

Saat wafat pada tahun 2001, Indonesia kehilangan sosok penegak hukum yang langka. Ia pergi tanpa meninggalkan kemewahan, tanpa jejak kekayaan mencolok. Namun ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih bernilai: keberanian moral—bahwa hukum bisa ditegakkan secara lurus bila penegaknya berani membayar harga kejujuran.

MAYJEND (PURN) SALIM S. MENGGA – Pengabdian Tanpa Akhir

Salim S. Mengga menempuh jalan pengabdian melalui institusi militer, sebuah ruang yang menuntut disiplin tinggi, loyalitas, dan keteguhan karakter. Sepanjang kariernya sebagai perwira TNI, ia dikenal bersahaja, tenang, dan konsisten dalam sikap.

Pangkat dan jabatan tidak pernah menjadikannya berjarak. Ia tidak membangun tembok antara dirinya dan bawahan, tidak pula menjadikan kewenangan sebagai alat untuk menegaskan superioritas. Dalam budaya militer yang keras, ia justru dikenang karena keteladanan personal dan kesederhanaan hidup.

Selepas purna tugas dari militer, Salim S. Mengga tidak berhenti mengabdi. Ia membawa nilai-nilai disiplin dan integritas itu ke ruang pengabdian sipil. Ketika dipercaya menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2017–2022, ia memandang jabatan sebagai amanah, bukan privilese.

Dalam keseharian, ia tampil apa adanya. Tidak silau fasilitas, tidak mengejar kemewahan, dan tidak menciptakan jarak dengan rakyat. Ia hadir sebagai pemimpin yang membumi—mendengar, bekerja, dan menjaga konsistensi antara kata dan perbuatan.

Di tengah godaan kekuasaan yang sering membuka peluang penyalahgunaan wewenang, Salim S. Mengga memilih tetap lurus. Ia tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, tidak menggunakan kekuasaan untuk menumpuk harta. Baginya, kehormatan hidup jauh lebih penting daripada keuntungan sesaat.

Kesederhanaannya justru melahirkan wibawa. Ia dihormati bukan karena simbol kekuasaan, tetapi karena keteguhan nilai. Dalam dirinya, jabatan menemukan makna sejatinya: ruang pelayanan, bukan panggung kemegahan.

SATU NILAI, DUA TELADAN

Baharuddin Lopa dan Salim S. Mengga memperlihatkan bahwa kekuasaan tidak harus memisahkan manusia dari nilai. Mereka tidak menjadikan harta sebagai ukuran keberhasilan hidup, tidak pula menjadikan jabatan sebagai alat pemuas ambisi.

Dalam diri keduanya, siri’ hidup sebagai sikap: malu berkhianat pada amanah. Harga diri tidak diukur dari kemewahan, tetapi dari kesetiaan pada nilai. Mereka membuktikan bahwa integritas bukan slogan, melainkan pilihan hidup yang menuntut konsistensi dan keberanian.

Bagi Mandar, keduanya adalah cermin jati diri. Bagi Indonesia, mereka adalah pengingat bahwa negeri ini masih bisa berdiri tegak di atas kejujuran. Kini, ketika keduanya telah berpulang, teladan itu tidak boleh berhenti sebagai kenangan.

Sebab bangsa ini tidak hanya membutuhkan pemimpin yang cerdas dan kuat, tetapi manusia-manusia yang berani menjaga nurani di puncak kuasa.

Dari tanah Mandar, dua putra terbaik telah menunjukkan bahwa jalan itu mungkin—meski tidak pernah mudah.

Al-Fātiḥah untuk keduanya.(*)

  • Penulis: sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Harkitnas ke-118, Bupati Mamuju Tengah Tekankan Perlindungan Anak di Era Digital

    Peringatan Harkitnas ke-118, Bupati Mamuju Tengah Tekankan Perlindungan Anak di Era Digital

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Mateng, Jl. Tammauni Pueballung, KTM Tobadak, pada Rabu (20/5/2026). ​Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati […]

  • Jelang Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i,  Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

    Jelang Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menggelar Workshop Tematik & Temu Da’i/Muballigh di Mamuju. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Otoritas & Masa Depan Keagamaan” sebagai upaya strategis merespons perubahan lanskap dakwah di era digital, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Workshop ini dihadiri […]

  • Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Bupati Mamuju Tengah Temui Wamenos

    Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Bupati Mamuju Tengah Temui Wamenos

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. Arsal Aras, melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Jakarta, Senin (9/3/2026). Langkah ini diambil guna memperkuat koordinasi dan memastikan program kesejahteraan sosial dari pemerintah pusat dapat terserap optimal di Bumi Manakarra Kayu Mangiwang. ​Rombongan Bupati diterima langsung oleh Wakil Menteri Sosial RI, […]

  • Mamuju Tercatat Wilayah Radiasi Alam Tertinggi, Capai 9 Kali Lipat Rata-Rata Dunia

    Mamuju Tercatat Wilayah Radiasi Alam Tertinggi, Capai 9 Kali Lipat Rata-Rata Dunia

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, kini menjadi sorotan dunia ilmiah internasional. Berdasarkan laporan terbaru dari Komite Ilmiah PBB untuk Efek Radiasi Atom (UNSCEAR) tahun 2024, Mamuju tercatat memiliki tingkat paparan radiasi alam yang jauh melampaui rata-rata global. ​Dalam laporan bertajuk UNSCEAR 2024 Report – Annex B, Mamuju resmi dikategorikan sebagai High Natural Background […]

  • Gandeng Dinas Perpustakaan, TBM Lisuang Ada’ Membaca Tingkatkan Literasi Mamasa

    Gandeng Dinas Perpustakaan, TBM Lisuang Ada’ Membaca Tingkatkan Literasi Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pegiat literasi sekaligus kritikus asal Kabupaten Mamasa, Midin, terus bergerak dalam menghidupkan budaya membaca di wilayahnya. Melalui Taman Baca Masyarakat TBM Lisuang Ada’ Membaca yang didirikannya, Midin resmi mengajukan kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Mamasa pada Kamis 16 Juli 2026. ​Langkah kolaboratif ini difasilitasi oleh Relima selaku perpanjangan tangan resmi dari Perpustakaan […]

  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Dato, Polisi Lakukan Evakuasi

    Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Dato, Polisi Lakukan Evakuasi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Warga menemukan mayat laki-laki tanpa identitas di kawasan Pantai Dato, Dusun Dato, Desa Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (18/9/2026). Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Sampaga Polresta Mamuju. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Kapolsek Sampaga Ipda Hariadi mengatakan, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang […]

expand_less