Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Kopi Papua Tak Sekadar Cita Rasa

Kopi Papua Tak Sekadar Cita Rasa

  • account_circle Ancha
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar

JAYAPURA, Sulbarupdate.id — Sebiji kopi tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari tanah, dirawat petani, melewati proses panjang pascapanen, kemudian hadir dalam cangkir dengan karakter rasanya yang khas.

Namun, bagi Lucia Runggeari, cerita tentang kopi Papua tidak semestinya berhenti pada cita rasa. Di balik setiap produk terdapat identitas, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat yang layak diperkenalkan kepada dunia.

Gagasan itu diwujudkan melalui English Coffee Storytelling, program pengembangan masyarakat yang digagas SAGU Foundation.

Program itu mempertemukan pembelajaran bahasa Inggris dengan dunia kopi, sekaligus mendorong para pelaku industri kopi Papua memiliki kemampuan untuk menceritakan produk mereka secara lebih percaya diri.

Lucia menjalankan program itu bersama Azarya Patty dan Rachel Mansawan. Ketiganya merupakan tutor di SAGU Foundation.

Pesertanya berasal dari kalangan barista, petani kopi, dan pencinta kopi. Mereka tidak sekadar belajar bahasa Inggris secara umum, tetapi memperoleh materi yang disesuaikan dengan kebutuhan profesi dan aktivitas mereka di dunia kopi.

Kosakata tentang budidaya, pengolahan pascapanen, karakteristik rasa, teknik penyeduhan hingga cara memperkenalkan produk menjadi bagian dari pembelajaran.

Metode tersebut membuat proses belajar tidak berlangsung dalam ruang yang sepenuhnya teoritis.

Kegiatan dilaksanakan di SAGU Foundation dan Highland Roastery, sehingga peserta dapat langsung menghubungkan materi dengan pengalaman mereka di lapangan. Di situlah pendekatan storytelling menjadi penting.

Peserta tidak hanya dilatih mengatakan apakah sebuah kopi memiliki rasa asam, manis, pahit, atau memiliki aroma tertentu.

Mereka juga diajak memahami bagaimana menjelaskan asal kopi, lingkungan tempat tanaman tumbuh, proses pengolahan, hingga orang-orang yang berada di balik secangkir kopi.

“English Coffee Storytelling bukan hanya tentang belajar bahasa Inggris, tetapi tentang membangun kepercayaan diri dan menyuarakan cerita Papua melalui kopi,” kata Lucia.

Gagasan itu kemudian berkembang melampaui ruang pelatihan. Pada 14 Juli 2025, Lucia menuangkan pengalaman pelaksanaan program dalam artikel berjudul “Strengthening Voices: English Coffee Storytelling for Baristas and Farmers in Papua”, yang dipublikasikan melalui situs SAGU Foundation.

Setahun kemudian, pengalaman tersebut memperoleh ruang yang lebih luas dalam ranah akademik.

Pada 5 Agustus 2026, Lucia bersama Rachel Mansawan, Azarya Binoni Patty, dan Yafeth Wetipo mempublikasikan artikel ilmiah berjudul “English for Specific Purposes Through Coffee Storytelling: Assessing Communication Competencies of Value Chain Actors in Jayapura, Papua.”

Karya tersebut diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian.

Publikasi itu mengangkat pembelajaran bahasa Inggris berbasis kebutuhan khusus atau English for Specific Purposes (ESP) bagi para pelaku rantai nilai kopi di Jayapura.

Substansinya tidak berhenti pada kemampuan berbahasa. Pembelajaran dipandang sebagai instrumen untuk meningkatkan kompetensi komunikasi, menumbuhkan kepercayaan diri, sekaligus membuka ruang bagi pelaku kopi Papua untuk memperkenalkan identitas produknya kepada khalayak yang lebih luas.

Perjalanan Lucia di bidang pendidikan dan kopi membuat pendekatan tersebut memiliki pijakan yang dekat dengan realitas lapangan.

Selain menjadi tutor SAGU Foundation, Lucia merupakan Chief Executive Officer (CEO) Highland Roastery, rumah produksi kopi di Jayapura yang mengolah dan memasarkan kopi Papua.

Usaha itu dikelolanya bersama sang suami, Yafeth Wetipo. Highland Roastery juga menjadi ruang bagi kegiatan pelatihan barista dan komunitas kopi.

Posisi ganda sebagai pendidik sekaligus pelaku industri memungkinkan Lucia melihat kebutuhan komunikasi para pelaku kopi secara lebih konkret.

Bagi petani, kemampuan menceritakan asal-usul dan proses produksi dapat menjadi bagian dari cara memperkenalkan hasil kebun mereka.

Bagi barista, kemampuan menjelaskan karakter kopi kepada konsumen menjadi bagian dari pelayanan sekaligus edukasi.

Sementara bagi industri kopi Papua secara keseluruhan, kemampuan membangun narasi dapat menjadi salah satu cara memperkuat identitas produk di tengah pasar yang semakin terbuka.

Ketika Kopi Menjadi Narasi Papua
English Coffee Storytelling pada akhirnya bukan sekadar program belajar bahasa.

Ia merupakan upaya mempertemukan pengetahuan, keterampilan, industri, dan identitas lokal dalam satu ruang pembelajaran.
Kopi menjadi medianya. Bahasa menjadi jembatannya.

Melalui pendekatan itu, petani dan barista tidak hanya diposisikan sebagai pelaku produksi, tetapi juga sebagai pencerita yang memiliki pengetahuan mengenai produk dan wilayahnya sendiri.

Dari proses pelatihan hingga publikasi ilmiah, Lucia bersama Azarya, Rachel, dan Yafeth menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas masyarakat dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.

Di tengah upaya memperkenalkan kopi Papua ke pasar yang lebih luas, kemampuan bercerita menjadi bagian yang tak kalah penting dari kualitas produk itu sendiri.

Sebab, ketika secangkir kopi Papua disajikan, yang hadir bukan hanya rasa.

Ada tanah tempat ia tumbuh, tangan petani yang merawatnya, proses panjang yang membentuk karakternya, dan sebuah cerita tentang Papua yang menunggu untuk didengar.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

    Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Sebuah skandal pasokan energi rakyat kecil terkuak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tabung gas Elpiji 3 KG, yang seharusnya menjadi hak subsidi bagi masyarakat kurang mampu, kini seolah menguap ditelan bumi. Kelangkaan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sebuah indikasi kegagalan sistematis yang mencekik ekonomi rakyat. Keluhan masif dari berbagai pelosok Mamasa kini […]

  • Aktivis “Warning” BPD Sulselbar Mamasa: “KUR; Modus Pinjam Nama, Aturan Main Yang Dipermainkan”

    Aktivis “Warning” BPD Sulselbar Mamasa: “KUR; Modus Pinjam Nama, Aturan Main Yang Dipermainkan”

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID — Sorotan terhadap tata kelola penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Mamasa kembali mengemuka. Kali ini, kritik keras datang dari salah satu aktivis muda Sulawesi Barat, Akbar, yang merupakan Ketua Bidang Hukum dan HAM PKC PMII Sulawesi Barat. Ia menyoroti dugaan adanya penyaluran KUR di Bank Sulselbar Cabang Mamasa yang dinilai tidak […]

  • Masyarakat Desak Tes Urine Seluruh Pegawai PDAM Usai Penetapan Tersangka Kasus Narkoba

    Masyarakat Desak Tes Urine Seluruh Pegawai PDAM Usai Penetapan Tersangka Kasus Narkoba

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Penetapan salah seorang oknum pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika memicu reaksi dari sejumlah elemen masyarakat.  Mereka mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Majene, untuk melakukan tes urine secara menyeluruh terhadap seluruh pegawai PDAM guna memastikan tidak adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran maupun penyalahgunaan […]

  • Bupati Mamasa Raih Penghargaan ‘Kreatif Finance’ dari Kemendagri, Total Hadiah Rp 1 Miliar

    Bupati Mamasa Raih Penghargaan ‘Kreatif Finance’ dari Kemendagri, Total Hadiah Rp 1 Miliar

    • 0Komentar

    KENDARI, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, sukses mengukir prestasi di tingkat nasional. Ia berhasil meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi. Acara bergengsi tersebut diselenggarakan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat (29/5/2026) petang. Dalam ajang ini, Kabupaten Mamasa […]

  • Tokoh Toraja Deklarasikan Dukungan Provinsi Luwu–Toraja

    Tokoh Toraja Deklarasikan Dukungan Provinsi Luwu–Toraja

    • 0Komentar

    RANTEPAO, Sulbarupdate.id – Wacana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Puluhan tokoh lintas sektor dari Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara secara resmi menyatakan komitmen untuk bergabung dengan wilayah Luwu Raya guna memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu–Toraja (Lutor). Dukungan kolektif tersebut dideklarasikan dalam pertemuan strategis yang berlangsung di D’Rij Hotel & […]

  • Mangkir RDP Dua Kali, DPRD Makassar Ancam Panggil Paksa PT GMTD

    Mangkir RDP Dua Kali, DPRD Makassar Ancam Panggil Paksa PT GMTD

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar berang terhadap sikap PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) yang mangkir dalam rapat dengar pendapat (RDP) sebanyak dua kali berturut-turut. DPRD kini membuka opsi pemanggilan paksa hingga rekomendasi penghentian sementara perizinan terhadap pengembang tersebut. Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Imam Muzakkar, menegaskan bahwa […]

expand_less