Breaking News
light_mode
Beranda » Korupsi » Isu Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp700 Juta, Rektor STT Arastamar Mamasa Buka Suara

Isu Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp700 Juta, Rektor STT Arastamar Mamasa Buka Suara

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Rektor Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Mamasa, Aris Rimbe, akhirnya memberikan tanggapan terkait isu dugaan korupsi dana hibah tahun anggaran 2022. 

Ia membenarkan adanya kucuran anggaran dari APBD Kabupaten Mamasa sebesar Rp700 juta yang mengalir ke lembaga perguruan tinggi yang dipimpinnya.

​Meskipun membenarkan keberadaan bantuan tersebut, Aris enggan berkomentar lebih jauh mengenai detail penggunaan anggaran maupun tuduhan penyelewengan yang berkembang. 

Saat ditemui di Tatoa, Kecamatan Mamasa, ia menyerahkan sepenuhnya kejelasan perkara ini kepada pihak kepolisian.

​Aris mengungkapkan bahwa dirinya telah dipanggil oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Mamasa sebanyak empat kali untuk menjalani pemeriksaan. 

Oleh karena itu, ia mengarahkan awak media untuk mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut langsung ke markas kepolisian setempat demi mendapatkan informasi yang akurat.

​Terkait peruntukan dana hibah sebesar Rp700 juta tersebut, Aris menjelaskan secara singkat bahwa anggaran difungsikan untuk biaya operasional kampus serta pembangunan fisik gedung. 

Ia menegaskan tidak bermaksud menghindar dari awak media, melainkan memilih membatasi pernyataan karena proses hukum sedang berjalan.

Dari pengakuan Aris, dari empat kali panggilan oleh penyidik Polres Mamasa, kasus tersebut telah terperiksa sejak Februari 2026 dan telah memenuhi panggilan pihak penyidik sebanyak empat kali. 

“Saya sudah empat kali diperiksa penyidik atas kasus ini, ” singkatnya, saat dijumpai di Tatoa, Selasa (4/8/2026). 

​Sebelumnya diberitakan, pengalokasian dana hibah ini menuai sorotan tajam dari aktivis pegiat anti korupsi Marthen Ma’dika.

Marthen Ma’dika, menyatakan telah menemukan indikasi kuat adanya manipulasi dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) bantuan tersebut.

​Marthen menduga LPJ yang diserahkan bersifat fiktif karena dilaporkan tidak ada aktivitas pembangunan fisik bangunan yang benar-benar direalisasikan oleh pihak STT Arastamar Mamasa. 

Bahkan, pengelola kampus diduga menggunakan dokumentasi fasilitas milik instansi atau sekolah lain untuk melengkapi dokumen pertanggungjawaban. 

Atas temuan ini, ia mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas dan mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat.(*) 

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinilai Kebal Hukum, Aktivis Bakal Laporkan Hotel Nusantara Grup ke Polda Sulbar

    Dinilai Kebal Hukum, Aktivis Bakal Laporkan Hotel Nusantara Grup ke Polda Sulbar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Salah satu Aktivis Mamasa, Muhammad Akbar, menyatakan kekecewaannya atas lambannya respons aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan pelanggaran operasional yang dilakukan oleh Hotel Nusantara Grup. Diketahui hotel Nusantara Grup tersebut terletak di Jalan Poros Mamasa-Polewali, Desa Osango, Kabupaten Mamasa. Akbar menduga hotel Nusantara Grup tersebut beroperasi tanpa kelengkapan izin yang jelas. Kepada […]

  • Perayaan Nataru di Mamasa, Pemprov Sulbar Berbagi dengan Masyarakat

    Perayaan Nataru di Mamasa, Pemprov Sulbar Berbagi dengan Masyarakat

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id- Dalam rangka menyukseskan Perayaan Natal Nasional GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Pemerintah Daerah dan Masyarakat Mamasa Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat turut melakukan pemantauan kesiapan acara dan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Plt. Karo Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, mendampingi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga […]

  • Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terima Pengaduan Korban Kasus KDRT dan Penelantaran Anak

    Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terima Pengaduan Korban Kasus KDRT dan Penelantaran Anak

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menerima pengaduan korban kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penelantaran anak, Selasa, 20 Januari 2026. Pengaduan tersebut diterima langsung oleh Kepala UPTD PPA, Nurcahyani, didampingi […]

  • Pemda Mamasa Prioritaskan Penerbitan NIPD bagi Perangkat Desa

    Pemda Mamasa Prioritaskan Penerbitan NIPD bagi Perangkat Desa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memastikan akan prioritaskan penerbitan Nomor Induk Perangkat Desa (NIPD) bagi seluruh perangkat desa di Kabupaten Mamasa. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Mamasa terkait penerbitan NIPD bagi perangkat desa. Kepala DPMD Kabupaten Mamasa Yulianus […]

  • Lakalantas di Majene, Dua Pemotor Alami Luka-Luka

    Lakalantas di Majene, Dua Pemotor Alami Luka-Luka

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di wilayah Galung Barat, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Sulawesi Barat pada hari Selasa (21/7/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kedua sepeda motor bertabrakan setelah salah satu pengendara kehilangan kendali saat berusaha menghindari lubang di ruas jalan. Benturan yang cukup keras mengakibatkan kedua pengendara mengalami luka-luka […]

  • Viral! Pemuda Asal Medan Pinang Gadis Polman dengan Mahar Rp200 Juta

    Viral! Pemuda Asal Medan Pinang Gadis Polman dengan Mahar Rp200 Juta

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh kabar pernikahan beda daerah yang menunjukkan keseriusan luar biasa dari pihak mempelai pria. Seorang pemuda asal Medan, Sumatera Utara, resmi mempersunting gadis pujaannya dari Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, dengan mahar atau uang panai yang tergolong fantastis. ​Kabar ini pertama kali mencuat […]

expand_less