Breaking News
light_mode
Beranda » Polman » STIKes Bhayangkara Makassar Gelar Simulasi Mitigasi Bencana di Polman

STIKes Bhayangkara Makassar Gelar Simulasi Mitigasi Bencana di Polman

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
  • visibility 243
  • comment 0 komentar

POLMAN, Sulbarupdate.id – Guna mengasah kesiapsiagaan dan ketangkasan dalam menghadapi situasi darurat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bhayangkara Makassar menyelenggarakan simulasi penanganan bencana berskala besar di pesisir Pantai Babatoa, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Minggu (03/05/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini mengusung skenario dramatis berupa kecelakaan kapal motor di perairan Polman.

Dalam reka adegan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari mahasiswa dan lintas sektor berupaya melakukan evakuasi terhadap puluhan korban yang terapung di laut maupun yang terdampar di bibir pantai.

Atmosfer simulasi kian mencekam dengan isak tangis histeris warga saat proses identifikasi dan perawatan intensif dilakukan di rumah sakit lapangan.

Ketua STIKes Bhayangkara Makassar, Kompol Dardin, menegaskan bahwa agenda bertajuk “Sinergi dan Kolaborasi Memperkuat Pondasi Mitigasi” ini merupakan pengejawantahan dari kurikulum muatan lokal yang wajib ditempuh mahasiswa di penghujung tahun ajaran.

“Kegiatan ini adalah bentuk pembulatan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada spesialisasi keperawatan forensik. Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga tangguh secara praktis di lapangan,” ujar Kompol Dardin saat ditemui di lokasi simulasi.

Simulasi ini melibatkan koordinasi masif dengan berbagai stakeholders, yakni TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas dan Palang Merah Indonesia (PMI), Tenaga Medis (Dokter dan Perawat Profesional).

Lebih lanjut, Dardin memaparkan urgensi dari program unggulan STIKes Siaga Bencana ini. Ia menyebut posisi geografis dan demografis Indonesia menjadikannya sebagai “miniatur bencana” dunia, di mana potensi kecelakaan transportasi laut, udara, darat, hingga bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu.

Melalui internalisasi nilai Sipamandaq—sebuah kearifan lokal yang mengedepankan penguatan bersama—mahasiswa diharapkan mampu memikul tanggung jawab profesional saat krisis terjadi.

“Harapan kami, jika di kemudian hari terjadi bencana yang sesungguhnya, para lulusan kami sudah memiliki kematangan mental dan kompetensi teknis untuk melakukan penanganan, terutama dalam aspek keperawatan forensik dan evakuasi korban,” pungkasnya.

Kegiatan ini menutup rangkaian praktik lapangan dengan pesan kuat bahwa mitigasi bencana bukan sekadar tugas instansi tertentu, melainkan hasil dari kolaborasi akademisi dan praktisi yang terintegrasi secara harmonis.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BREAKING NEWS: Mantan Pj Bupati Polman  Drs. Muhammad Ilham Borahima Tutup Usia

    BREAKING NEWS: Mantan Pj Bupati Polman  Drs. Muhammad Ilham Borahima Tutup Usia

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id  — Kabar duka menyelimuti Polewali Mandar (Polman). Mantan penjabat (Pj) Bupati Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar) Drs. Muhammad Ilham Borahima, dikabarkan meninggal dunia. Ilham Borahima dikabarkan mengembuskan napas terakhir di RSUD Hj. Andi Depu Polman pada Sabtu, (15/8/2026), sekira pukul 06.50 WITA. Diketahui Ilham Borahima merupakan salah satu birokrat senior yang pernah […]

  • Tim Kerja DOB PUS Segera Bentuk Komite pada 30 Mei 2026

    Tim Kerja DOB PUS Segera Bentuk Komite pada 30 Mei 2026

    • 0Komentar

    MAMBI, SULBARUPDATE.ID – Tim Kerja Persiapan Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Pitu Ulunna Salu (PUS) bersama Panitia Rapat Akbar menggelar pertemuan di rumah Wakil Bupati Mamasa, Mambi, Senin (16/2/2026). Pertemuan tersebut membahas pemantapan pelaksanaan Rapat Akbar dalam rangka penetapan Komite Pembentukan DOB PUS. Dalam rapat itu, panitia menyepakati pelaksanaan pembentukan Komite DOB PUS pada 30 […]

  • Pemkab Mamuju Tengah Perpanjang Kontrak 316 Pegawai PPPK Hingga 2028

    Pemkab Mamuju Tengah Perpanjang Kontrak 316 Pegawai PPPK Hingga 2028

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Pemkab Mateng), Sulawesi Barat, resmi perpanjang masa kontrak kerja bagi 316 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga tahun 2028. Kebijakan ini berlaku bagi para pegawai hasil pengangkatan tahun 2023 dan 2025 yang meliputi formasi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis. ​Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi, […]

  • Oknum Anggota DPRD Mamasa Diduga Abaikan Utang Rp85 Juta Milik Warga Mambi

    Oknum Anggota DPRD Mamasa Diduga Abaikan Utang Rp85 Juta Milik Warga Mambi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sikap tidak terpuji kembali mecoreng wakil rakyat di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat (Sulbar). Pasalnya, oknum anggota DPRD Kabupaten Mamasa berinisial HST, diduga tak kunjung kembalikan uang senilai Rp85 juta yang dipinjamnya dari warga Mambi berinisial MNR dan NMI. Uang puluhan juta tersebut, dikabarkan sebelumnya dipinjam oleh HST pada tahun 2023 lalu, yang […]

  • Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menerima kedatangan Tim dari Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (9/2/2026). Kunjungan ini dalam rangka monitoring terkait Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2025. Pertemuan berlangsung di ruang Kepala BPKAD dan dilanjutkan secara teknis di ruang rapat Bidang Pengelolaan […]

  • Bupati Mamuju Tengah Pastikan Nasib PPPK Aman, Rela Tunda Pembangunan demi Gaji Pegawai

    Bupati Mamuju Tengah Pastikan Nasib PPPK Aman, Rela Tunda Pembangunan demi Gaji Pegawai

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, bergerak cepat merespons keresahan terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Isu ini mencuat menyusul adanya regulasi pembatasan belanja pegawai yang mulai menghantui berbagai daerah di Indonesia. ​Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras, meminta seluruh Aparatur Sipil […]

expand_less