Breaking News
light_mode
Beranda » Pertanian » Bupati Mamasa Hadiri Penanaman Padi Serentak di Sindagamanik

Bupati Mamasa Hadiri Penanaman Padi Serentak di Sindagamanik

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
  • visibility 270
  • comment 0 komentar

MAMASA, SULBARUPDATE.ID– Bupati Mamasa Welem Sambolangi menghadiri kegiatan penanaman padi serentak bersama petani di Desa Sindagamanik, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, Rabu 11 Februari 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa dalam mendukung peningkatan sektor pertanian dan mendorong swasembada pangan.

Dalam kegiatan itu, Bupati Welem turun langsung ke sawah bersama masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bunga Kopi. Penanaman padi dilakukan bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Camat Tanduk Kalua, Kepala Bidang Penyuluhan, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani setempat.

Penanaman dilakukan dengan mengombinasikan metode System of Rice Intensification (SRI) dan pola tanam Jajar Legowo. Metode SRI dikenal sebagai teknik budidaya padi yang menekankan penggunaan bibit lebih sedikit, pengaturan jarak tanam, serta pengelolaan air secara terkontrol guna mendorong pertumbuhan akar yang lebih kuat dan sehat. Sementara itu, pola Jajar Legowo bertujuan meningkatkan populasi tanaman dan memaksimalkan paparan sinar matahari sehingga produktivitas dapat meningkat.

Bupati Welem menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap petani.

“𝐼𝑛𝑖 𝑚𝑒𝑟𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡, 𝑘ℎ𝑢𝑠𝑢𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎𝑛𝑖, 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑜𝑟𝑜𝑛𝑔 𝑠𝑤𝑎𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. 𝐵𝑒𝑏𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑢𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢𝑎𝑛 𝑝𝑢𝑝𝑢𝑘 𝑔𝑟𝑎𝑡𝑖𝑠 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑘𝑖𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡,” 𝑢𝑗𝑎𝑟 𝑊𝑒𝑙𝑒𝑚.

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi bersama Kepala Dinas Pertanian Mamasa, Bernard serta Jajaran Dinas Pertanian dan Masyarakat (Dok. Leo MdB).

Welem Sambolangi berharap, melalui penanaman serentak yang didukung bantuan pupuk gratis, produksi padi di Mamasa dapat meningkat sekaligus menekan potensi serangan hama dan risiko gagal panen.

Sementara itu, salah satu anggota Kelompok Tani Bunga Kopi, Haristian Patodingan, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemda Mamasa terhadap petani.

“𝑇𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟-𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑃𝑒𝑚𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎𝑛𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑤𝑎𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛, 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑘𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑝𝑢𝑝𝑢𝑘 𝑔𝑟𝑎𝑡𝑖𝑠, 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑒ℎ𝑎𝑑𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔 𝐵𝑢𝑝𝑎𝑡𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑛𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑖 𝑑𝑖 𝑠𝑎𝑤𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑚𝑖. 𝐼𝑛𝑖 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑚𝑜𝑡𝑖𝑣𝑎𝑠𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑖,” 𝑘𝑎𝑡𝑎 𝐻𝑎𝑟𝑖𝑠𝑡𝑖𝑎𝑛.

Pemda Mamasa menargetkan peningkatan produksi beras melalui optimalisasi lahan pertanian serta penerapan metode tanam yang lebih modern dan efisien, guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha
  • Sumber: Leo MdB TV

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Nihil, Hutan Lindung Tandeallo Majene Marak Dijarah Pembalak Liar

    Anggaran Nihil, Hutan Lindung Tandeallo Majene Marak Dijarah Pembalak Liar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kondisi hutan lindung di Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, kini berada dalam titik kritis. Praktik pembalakan liar (illegal logging) dilaporkan kian masif, sementara otoritas pengawasan mengaku lumpuh total akibat kendala operasional. Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Majene menyatakan tidak berdaya membendung aksi penjarahan tersebut. Kepala UPTD KPH […]

  • Realisasi Program Pupuk Gratis WS – Hadir Menuai Kritik, Visi Misi Gagal? 

    Realisasi Program Pupuk Gratis WS – Hadir Menuai Kritik, Visi Misi Gagal? 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program bantuan pupuk gratis yang menjadi instrumen utama dalam visi-misi pasangan Welem Sambolangi dan H. Sudirman (WS-Hadir) kini tengah disorot tajam. Alih-alih meringankan beban sektor pertanian, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mamasa justru mengeluhkan rumitnya birokrasi yang dinilai mempersulit masyarakat bawah. ​Sejumlah petani mengaku kecewa karena prosedur administrasi yang berbelit tak sebanding […]

  • Drainase Tak Ada, Air Masuk Ke Rumah Warga Saat Hujan di Lakahang

    Drainase Tak Ada, Air Masuk Ke Rumah Warga Saat Hujan di Lakahang

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Tidak Adanya saluran drainase di jalan poros Mamasa-Mamuju memicu persoalan serius bagi masyarakat Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.  Setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut, air dari badan jalan meluap dan langsung menerjang masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat warga sekitar selalu dilingkupi rasa cemas. Tanpa adanya parit atau […]

  • Menjemput Mandiri di Tanah Tobadak, Asa Baru Pajak Daerah Sulbar

    Menjemput Mandiri di Tanah Tobadak, Asa Baru Pajak Daerah Sulbar

    • 0Komentar

    TOBADAK, Sulbarupdate.id – Sebuah simbol kemandirian fiskal daerah resmi berdiri Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Senin 23 Februari 2026. Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka (SDK), melangkah pasti memotong pita peresmian Kantor UPTD Pelayanan Pajak Kelas A Mateng. ​Langkah ini bukan sekadar urusan birokrasi fisik, melainkan sebuah pernyataan sikap atas […]

  • Oknum Anggota Polres Majene Ditangkap BNN Sulbar Terkait Kasus Narkoba

    Oknum Anggota Polres Majene Ditangkap BNN Sulbar Terkait Kasus Narkoba

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Barat (BNNP Sulbar) mengamankan seorang anggota Kepolisian Resor (Polres) Majene yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Penangkapan dilakukan langsung oleh pihak BNN Sulbar, Selasa, 16 Desember 2025. Pihak Polres Majene membenarkan adanya pengamanan terhadap salah satu anggotanya. Namun, terkait proses penangkapan dan dugaan keterlibatan sebagai bandar narkoba, […]

  • Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Cuaca yang Fluktuatif

    Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Cuaca yang Fluktuatif

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan fokus penuh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulbar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, mengingat kondisi cuaca yang masih sering berubah-ubah (Fluktuatif) dan berpotensi menimbulkan bencana. “Saya berharap seluruh personel tetap fokus, […]

expand_less