Tawuran Remaja Antar-Dusun Pecah di Campalagian Polman, Dipicu Dendam Lama
- account_circle Ancha
- calendar_month Sab, 23 Mei 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar

POLMAN, Sulbarupdate.id — Bentrokan antar kelompok remaja kembali pecah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman),Sulawesi Barat (Sulbar).
Kelompok remaja dari Dusun Pajjalungan (Desa Parappe) dan Dusun Puppole (Desa Bonde) terlibat perkelahian sengit di wilayah Kecamatan Campalagian pada Jumat malam (22/5/2026) sekitar pukul 23.20 WITA.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi saling serang ini dipicu oleh dendam lama terkait kasus penganiayaan di masa lalu.
Salah seorang remaja dari Dusun Pajjalungan mengklaim dirinya pernah menjadi korban pemukulan oleh remaja dari Dusun Puppole, yang kemudian menyulut bara permusuhan di antara kedua kelompok.
Ketegangan mulai meningkat saat seorang remaja asal Dusun Puppole yang sedang melintas di Dusun Pajjalungan mendadak dihentikan oleh warga setempat.
Warga tersebut menyampaikan pesan sepihak berisi tantangan duel yang ditujukan kepada salah satu remaja di Dusun Puppole.
Sekitar pukul 23.00 WITA, dua remaja dari Dusun Pajjalungan nekat mendatangi lokasi yang kerap menjadi tempat nongkrong remaja Dusun Puppole.
Kedatangan mereka langsung memicu keributan besar hingga berujung pada aksi perkelahian massal antar kedua kelompok di lokasi tersebut.
Beruntung, warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) langsung bertindak cepat.
Aksi saling jorok dan adu fisik tersebut berhasil dilerai oleh masyarakat setempat sebelum jatuh korban jiwa atau kerusakan fasilitas publik yang lebih parah. Kedua kelompok akhirnya membubarkan diri.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Campalagian langsung bergerak cepat menuju TKP untuk mengamankan situasi dan mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah saksi mata yang masih berada di lokasi.
Setelah berhasil mengidentifikasi para pelaku yang terlibat, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan orang tua serta pemerintah desa masing-masing.
Kedua kelompok remaja didampingi orang tua dan kepala dusun mereka bersedia hadir di Mapolsek Campalagian.
Di hadapan petugas, proses mediasi berjalan lancar. Kedua belah pihak menyadari kesalahan mereka, sepakat untuk menyudahi pertikaian secara damai, dan memperkuat komitmen tersebut dengan menandatangani surat pernyataan bersama.
Kapolsek Campalagian, IPTU Harifuddin, mengonfirmasi bahwa situasi di kedua dusun kini telah kembali kondusif. Ia juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi.
”Permasalahan sekecil apa pun sebaiknya diselesaikan secara baik-baik dan melibatkan pihak keluarga maupun pemerintah setempat. Alhamdulillah, kedua belah pihak telah sepakat berdamai dan situasi kembali aman serta kondusif,” pungkas IPTU Harifuddin.(**)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
