Pengusulan 3 Besar Calon Kepala Kemenag Polman Disorot Aktivis, Riskul:”Ada Dugaan Nepotisme “
- account_circle Hamsah Sabir
- calendar_month Rab, 5 Agu 2026
- visibility 124
- comment 0 komentar

POLMAN, Sulbarupdate.id – Proses pengusulan tiga besar calon Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) disorot aktivis.
Proses penentuan nama-nama yang direkomendasikan oleh Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, dinilai belum sepenuhnya transparan dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Diduga terdapat nama calon yang memiliki hubungan keluarga dengan pimpinan Kanwil Kemenag Sulbar, serta adanya peserta yang disebut pernah memiliki catatan pelanggaran kode etik atau tindakan indisipliner.
Dengan demikian, aktivis Sulawesi Barat Riskul mendesak Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan evaluasi dan meninjau ulang tiga nama yang telah dikirim oleh Kanwil Kemenag Sulbar.
“Jabatan Kepala Kantor Kemenag harus diisi oleh orang yang memiliki integritas, kompetensi, dan rekam jejak yang bersih. Jika benar terdapat unsur kedekatan keluarga atau konflik kepentingan, maka proses tersebut wajib diperiksa. Ada indikasi nepotisme,” ujar Riskul, Rabu (5/8/2026).
Ia menegaskan, proses pengisian jabatan ASN wajib mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, khususnya prinsip sistem merit yang menempatkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan integritas sebagai dasar pengangkatan jabatan.
Selain itu kata Riskul, dugaan penyalahgunaan kewenangan dan konflik kepentingan harus diuji berdasarkan prinsip Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang mengatur larangan penyalahgunaan wewenang serta kewajiban pejabat pemerintahan bertindak berdasarkan asas kepastian hukum, keterbukaan, dan profesionalitas.
“Kementerian Agama RI jangan membiarkan munculnya persepsi publik bahwa jabatan strategis hanya ditentukan oleh kedekatan, bukan berdasarkan kompetensi. Kami meminta dilakukan pemeriksaan terhadap proses rekomendasi tiga nama tersebut,” tutup Riskul.
Hingga berita ini dirilis, belum ada pernyataan dari pihak terkait mengenai sorotan aktivis tesebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan Tim Sulbarupdate.id, hingga saat ini belum berhasil. (*)
- Penulis: Hamsah Sabir
- Editor: Tim Redaksi
