Semarakkan HUT RI ke-81, Mamasa Gaungkan Kopi Lokal dan Budaya Suke
- account_circle Whelson
- calendar_month Kam, 13 Agu 2026
- visibility 146
- comment 0 komentar

Cangkir (Suke) yang terbuat dari bambu, persiapan HUT RI ke 81 di Kabupaten Mamasa. Foto/Tim Sulbarudate.id
MAMASA, Sulbarupdate.id — Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan diwarnai kegiatan unik di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Sebanyak 17.826 orang ditargetkan mengikuti kegiatan minum kopi secara serentak menggunakan Suke, cangkir tradisional berbahan bambu khas Mamasa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian momentum peringatan HUT ke-81 RI sekaligus syukuran atas diraihnya Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Mamasa.
Tak hanya menjadi ajang minum kopi bersama, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk merawat warisan budaya, memperkenalkan Kopi Mamasa, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui potensi lokal.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamasa, Arvin Ital, mengatakan penggunaan Suke memiliki makna tersendiri karena merupakan simbol kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Ini bukan sekadar minum kopi bersama, tetapi momentum untuk melestarikan budaya, memperkenalkan Kopi Mamasa, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Arvin, Kamis (13/8/2026).
Menurut Arvin, perolehan sertifikat IG Kopi Mamasa menjadi peluang penting untuk meningkatkan daya saing kopi daerah.
Status tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas, produksi, serta nilai jual Kopi Mamasa sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi para petani.
Momentum HUT ke-81 RI juga diharapkan menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.
Kegiatan dengan target 17.826 peserta itu diproyeksikan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, mulai dari petani kopi, UMKM, pengrajin bambu, pelaku kuliner hingga pelaku ekonomi kreatif.
Selain itu, penggunaan Suke dan Kopi Mamasa secara serentak diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dalam mempromosikan pariwisata daerah.
Identitas budaya yang dipadukan dengan komoditas unggulan lokal menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Mamasa secara lebih luas.
Di tengah semangat memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga melalui upaya menjaga budaya, kembangkan potensi daerah, dan perkuat ekonomi masyarakat.
“Dari Suke dan secangkir kopi, kita rawat budaya, kita kuatkan kebersamaan, kita promosikan Mamasa,” pungkas Arvin.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
