Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Aktivis Kritik Pernyataan Gubernur Sulbar Soal Sarjana Cari Kerja ke Luar Negeri

Aktivis Kritik Pernyataan Gubernur Sulbar Soal Sarjana Cari Kerja ke Luar Negeri

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pernyataan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menyarankan agar para lulusan sarjana di daerah tersebut mencari peluang kerja ke luar negeri menuai kritik tajam.

Aktivis Sulawesi Barat, Akbar, menilai statmen tersebut merupakan bentuk kepasrahan politis sekaligus indikasi kegagalan pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal.

Menurut Akbar, pernyataan Gubernur SDK sangat ironis dan melukai ekspektasi generasi muda Sulbar yang telah menempuh pendidikan tinggi dengan harapan bisa berkontribusi membangun daerahnya sendiri.

“Meminta sarjana kita pergi ke luar negeri untuk mencari kerja itu sama saja dengan pemerintah daerah sedang cuci tangan. Ini adalah pengakuan tidak langsung bahwa Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan SDK gagal menciptakan iklim investasi dan lapangan kerja yang ramah bagi pemuda lokal,” tegas Akbar dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).

Lebih lanjut, Akbar membeberkan tiga poin krusial mengapa pernyataan orang nomor satu di Sulbar tersebut patut dikritik.

Menurut Akbar, Sulbar saat ini membutuhkan lompatan pembangunan yang hanya bisa digerakkan oleh kaum intelektual muda. Jika para sarjana berbondong-bondong pergi ke luar negeri, Sulbar dikhawatirkan akan kehilangan sumber daya manusia (SDM) terbaiknya untuk membangun daerah sendiri.

Sulbar dikenal kaya akan sektor pertanian, perkebunan (sawit dan kakao), kelautan, hingga potensi pertambangan. Akbar mempertanyakan mengapa kekayaan alam yang melimpah ini tidak mampu dikelola dengan optimal untuk menyerap tenaga kerja lokal setingkat sarjana.

Ia menegaskan bahwa tugas kepala daerah adalah merumuskan kebijakan makro yang membuka keran lapangan kerja domestik, bukan justru menjadi ‘agen penyalur tenaga kerja’ ke luar negeri.

Akbar juga mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri, terutama bagi lulusan baru (fresh graduate), memiliki risiko tinggi jika tidak dibarengi dengan proteksi dan kesiapan sistemik dari pemerintah.

“Sarjana itu dicetak untuk menjadi konseptor dan penggerak pembangunan di daerahnya, bukan diusir secara halus dengan dalih ‘menjemput peluang global’ hanya karena pemda tidak mampu menyediakan lapangan kerja di rumah sendiri,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Akbar mendesak Gubernur SDK dan jajaran Pemprov Sulbar untuk segera mengevaluasi cetak biru (blueprint) ketenagakerjaan di Sulawesi Barat.

Pemprov diminta fokus pada hilirisasi komoditas lokal, mendukung ekosistem startup dan UMKM berbasis digital, serta mempermudah regulasi investasi yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kami butuh solusi konkret di dalam daerah, bukan arahan untuk angkat koper meninggalkan Sulbar,” pungkas Akbar.(**)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Keamanan Pangan Program MBG, Dokkes Polres Mamuju Tengah Inspeksi SPPG Tobadak

    Pastikan Keamanan Pangan Program MBG, Dokkes Polres Mamuju Tengah Inspeksi SPPG Tobadak

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, SULBARUPDATE.ID – Seksi Dokter dan Kesehatan (Dokkes) Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng) melaksanakan inspeksi mendadak di Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak, Sulawesi Barat, pada Sabtu (30/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan melekat guna memastikan seluruh makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) […]

  • Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, memastikan bahwa Petunjuk Teknis dan seluruh dokumen pendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat XI Tahun 2026 telah diajukan kepada Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana. Hal tersebut disampaikan Murdanil saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026). Ia menjelaskan bahwa secara substansi, […]

  • Pemkab Mamuju Tengah Hadiri Kunjungan Kerja Wamen HAM RI

    Pemkab Mamuju Tengah Hadiri Kunjungan Kerja Wamen HAM RI

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng) menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Mamuju Tengah, Lita Febriani, dalam kunjungan kerja Wakil Menteri HAM Republik Indonesia di Ballroom Maleo, Kabupaten Mamuju, Selasa (28/4/2026). ​Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka sosialisasi dan penguatan […]

  • Sulbar Matangkan Program MBG, Fokus Pemanfaatan Bahan Baku Lokal dan Berkelanjutan

    Sulbar Matangkan Program MBG, Fokus Pemanfaatan Bahan Baku Lokal dan Berkelanjutan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sulbar yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, di Ruang Theater Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 10 Februari 2026. Rapat ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kesiapan dan optimalisasi pelaksanaan program MBG yang merupakan […]

  • Tak Kunjung Beroperasi Sejak Rampung, SPPG 3T di Mamuju Tengah Disorot Warga dan Investor 

    Tak Kunjung Beroperasi Sejak Rampung, SPPG 3T di Mamuju Tengah Disorot Warga dan Investor 

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pembangunan 13 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, hingga kini belum menunjukkan aktivitas operasional.  Padahal, proyek yang menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dikabarkan telah rampung sejak Desember 2025 lalu. ​Dua di antara dapur SPPG […]

  • Kebijakan Pemda Mamasa Dinilai Kerap ‘Blunder’, Aktivis: Memalukan dan Perlu Kajian Mendalam

    Kebijakan Pemda Mamasa Dinilai Kerap ‘Blunder’, Aktivis: Memalukan dan Perlu Kajian Mendalam

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kualitas pengambilan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa menuai kritik tajam. Pasalnya, rentetan surat resmi yang dikeluarkan pemerintah dinilai kurang kajian dan cenderung ceroboh, sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Kritik tersebut disampaikan menyusul adanya dua produk hukum Pemda yang dianggap cacat secara substansi. Pertama, terkait pelaksanaan asesmen pejabat Eselon II yang […]

expand_less