Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » PT. Trinity Palmas Plantation Bantah Limbah Perusahaan Cemari Sungai Budong-Budong

PT. Trinity Palmas Plantation Bantah Limbah Perusahaan Cemari Sungai Budong-Budong

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id  – Dugaan pencemaran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, yang sempat menjadi perhatian warga akibat perubahan warna air menjadi hitam, dibantah oleh pihak PT Trinity Palmas Plantation.

Perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Tabolang tersebut memastikan perubahan warna air sungai yang terjadi beberapa waktu itu bukan berasal dari limbah hasil pengolahan perusahaan.

Mill Manager PT Triniti, Hartono, mengatakan pihak perusahaan selama ini telah menjalankan prosedur pengelolaan limbah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Terkait pencemaran sungai yang sempat ramai disorot warga karena airnya menghitam dan dianggap tercemar oleh limbah perusahaan kami, itu tidak benar,” kata Hartono saat dikonfirmasi wartawan di lokasi, Jumat 14 Agustus 2026.

Menurutnya, PT Triniti secara rutin melakukan perawatan terhadap instalasi pengolahan limbah, termasuk kolam limbah.

Selain itu, perusahaan juga melakukan pengujian sampel limbah secara berkala setiap bulan.

Hartono menyebut, pemeriksaan terhadap limbah perusahaan juga dilakukan bersama pihak terkait. Dalam pemeriksaan terakhir, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kepolisian, dan pihak lainnya turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta pengambilan sampel limbah akhir.

“Beberapa hari ini kami melakukan perawatan kolam pengolahan limbah. Kemudian kemarin bersama tim DLH, tim dari Polres serta pihak lainnya turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel limbah akhir,” ujarnya.

Ia menegaskan, berdasarkan hasil pengujian internal perusahaan, parameter limbah PT Trinity masih berada dalam batas yang diperbolehkan.

“Perusahaan setiap bulan melakukan uji berkala terhadap sampel limbah. Parameter kami masih dalam batas aman,” jelasnya.

Lebih jauh Hartono juga menyampaikan bahwa hasil pengujian sampel limbah perusahaan berada pada angka sekitar 8,5 dan menurutnya masih dalam kategori wajar.

“Kami dari pihak Triniti menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami tidak pernah mencemari aliran Sungai Budong-Budong. Kami juga mengetahui bahwa sungai tersebut sering dimanfaatkan oleh warga, apalagi tahun ini sedang musim kemarau,” katanya.

Meski demikian, terkait penyebab pasti perubahan warna air Sungai Budong-Budong menjadi hitam, Hartono menyerahkan proses pemeriksaan kepada instansi yang berwenang.

Sebelumnya, perubahan warna air Sungai Budong-Budong sempat membuat warga resah. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pencemaran, termasuk dugaan yang mengarah pada aktivitas perusahaan sawit di sekitar aliran sungai.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat bersama DLHK Kabupaten Mateng, serta pihak kepolisian juga telah turun melakukan investigasi dan pengambilan sampel untuk mengetahui sumber serta kandungan material yang menyebabkan perubahan warna air.

Hasil uji laboratorium nantinya diharapkan menjadi dasar untuk memastikan apakah perubahan warna Sungai Budong-Budong berkaitan dengan aktivitas perusahaan atau disebabkan faktor lainnya.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Hamsah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koalisi Masyarakat Sipil Desak Presiden Tak Teken Keppres PAW Ombudsman RI

    Koalisi Masyarakat Sipil Desak Presiden Tak Teken Keppres PAW Ombudsman RI

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Presiden Republik Indonesia tidak menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) terkait Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) masa jabatan 2026–2031. Koalisi menilai, proses pengusulan calon PAW Ombudsman RI di DPR masih menyisakan persoalan yang perlu dibuka secara transparan dan dipastikan sesuai dengan ketentuan hukum. Desakan tersebut disampaikan […]

  • Bangunan Labkes Mamasa Rp12,6 Miliar Disorot, Aktivis Sebut Ada Persoalan Lahan dan Izin

    Bangunan Labkes Mamasa Rp12,6 Miliar Disorot, Aktivis Sebut Ada Persoalan Lahan dan Izin

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kabupaten Mamasa di Desa Bombong Lambe’, Kecamatan Mamasa, menuai kritik tajam dari Gerakan Aktivis Mamasa. Proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp12,6 miliar tersebut ditengarai berdiri di atas lahan yang masih dalam status sengketa hukum. ​Pihak keluarga yang mengklaim kepemilikan lahan, Markus, menyatakan bahwa dirinya telah menempuh jalur […]

  • Polresta Mamuju Ringkus TNI Gadungan, Penyamaran “Rinso” Berakhir di Jeruji Besi

    Polresta Mamuju Ringkus TNI Gadungan, Penyamaran “Rinso” Berakhir di Jeruji Besi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Konsistensi jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Mamuju dalam menjaga stabilitas keamanan kembali membuahkan hasil signifikan. Di bawah komando Tim Resmob, kepolisian berhasil mengakhiri petualangan kriminal seorang pria berinisial APP alias Rinso (25), yang diduga kuat melakukan serangkaian aksi penipuan dengan mencatut identitas institusi TNI. Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, dalam […]

  • Menuju Rapim Terarah, Bapenda Sulbar Satukan Strategi Pendapatan Daerah

    Menuju Rapim Terarah, Bapenda Sulbar Satukan Strategi Pendapatan Daerah

    • 0Komentar

    Mamuju  Sulbarupdate.id — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat internal dalam rangka mematangkan persiapan bahan Rapat Pimpinan (Rapim) sektor pendapatan. Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Bapenda Sulbar, Rabu, 14 Januari 2026, dan dipimpin langsung oleh Plt. Sekretaris Bapenda Sulbar, Fahri Yusuf. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan misi Gubernur Sulawesi […]

  • Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi

    Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ada yang mengganjal dari proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Tobadak Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Bukan karena pekerjaan konstruksinya, melainkan akses terhadap informasi mengenai progres pembangunan yang justru terasa berjarak ketika sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi langsung di lokasi proyek, Rabu (9/9/2026) sore. Kedatangan […]

  • DPRD Mamasa Soroti Inkonsistensi Data Dokumen LKPJ 2025

    DPRD Mamasa Soroti Inkonsistensi Data Dokumen LKPJ 2025

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Tim Penyusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025. Hal ini dipicu oleh temuan adanya perbedaan angka yang signifikan antara data yang tersaji dalam dokumen LKPJ dengan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ​Wakil Ketua DPRD […]

expand_less