Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Pemkab Mamasa dan PLN Bakaru Matangkan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca 2026

Pemkab Mamasa dan PLN Bakaru Matangkan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca 2026

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
  • visibility 180
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pelaksana (UP) Bakaru menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2026.

Rapat yang membahas penguatan koordinasi dan kesiapan pelaksanaan OMC tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Selasa (11/8/2026).

Rapat dihadiri Bupati Mamasa Welem Sambolangi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta perwakilan PT PLN NP UP Bakaru.

Selain itu, pemerintah Kecamatan Sumarorong turut dilibatkan karena wilayah tersebut direncanakan menjadi salah satu titik operasi OMC. Hadir pula Camat Sumarorong, lurah, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas Sumarorong, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Rencana pelaksanaan OMC ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang telah dilakukan pada Juli 2026. Berdasarkan pembahasan sebelumnya, Kecamatan Sumarorong direncanakan menjadi titik koordinat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Dari pihak PLN Bakaru dijelaskan, OMC dilaksanakan berdasarkan arahan PLN UIP38 Sulawesi sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan daya mampu pasok PLTA Bakaru, khususnya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulawesi ketika terjadi penurunan curah hujan akibat fenomena El Niño.

Operasi tersebut direncanakan untuk mendukung ketersediaan air bagi pembangkit, terutama pada periode Juli hingga Oktober yang berpotensi mengalami penurunan curah hujan.

Bupati Mamasa Welem Sambolangi saat membuka rapat menekankan pentingnya kesepahaman seluruh pihak sebelum rencana OMC dilaksanakan.

Menurutnya, hasil rapat koordinasi tersebut harus menjadi dasar bersama bagi pemerintah dan pihak terkait dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Tujuan rapat kita ini ialah menyatukan kesepahaman terhadap penguatan pelaksanaan kegiatan OMC. Setelah kita memahami, maka kita yang sudah paham yang akan turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi, agar masyarakat mengerti dampak, risiko, fungsi, dan tujuan OMC tersebut dilaksanakan,” ujar Welem.

Ia juga meminta tim koordinasi lintas sektoral memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, terutama warga di Kecamatan Sumarorong yang wilayahnya direncanakan menjadi titik operasi.

Welem menegaskan, aspek keselamatan dan penanganan terhadap kemungkinan dampak yang muncul harus menjadi perhatian serius.

“Pertajam sosialisasi. Ketika ada dampak dan risiko, PT PLN Bakaru harus siap bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Sumarorong Sutrisno menyatakan pemerintah kecamatan pada prinsipnya mendukung rencana OMC tersebut karena merupakan bagian dari program nasional.

Namun, ia meminta adanya kepastian mengenai langkah penanggulangan apabila kegiatan tersebut menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat.

“Menyikapi hal ini, tidak apa-apa program tersebut dilaksanakan sebab itu merupakan program nasional. Kami siap mendukung. Hanya dari kami sendiri harus ada kepastian untuk penanggulangan dampak negatifnya kepada masyarakat Sumarorong dari pihak PLTA Bakaru,” kata Sutrisno.

Dalam rapat tersebut, perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Budi Harsoyo, yang merupakan Direktur Operasional Modifikasi Cuaca, turut memberikan masukan terkait waktu pelaksanaan OMC.

Ia menyarankan agar pelaksanaan OMC dipertimbangkan pada sekitar Oktober atau November, yang bertepatan dengan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

“Bagus kalau penyelenggaraannya dilaksanakan sekitar bulan Oktober atau November, sebab di situ masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” ujar Budi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, pihak PT PLN NP UP Bakaru menyatakan siap menindaklanjuti hasil rapat dan seluruh arahan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun Pemerintah Kecamatan Sumarorong.

PLN Bakaru juga menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebelum pelaksanaan OMC dilakukan.

Sebagai bagian dari tahapan persiapan, PT PLN NP UP Bakaru berencana memulai sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan pada awal September 2026.

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai tujuan, mekanisme, potensi dampak, serta langkah mitigasi dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Sumarorong.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suami Bunuh Istri dan Lukai Anak di Mamuju Tengah Terancam 20 Tahun Penjara

    Suami Bunuh Istri dan Lukai Anak di Mamuju Tengah Terancam 20 Tahun Penjara

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id– Pelaku pembunuhan terhadap istri berinisial AR (40), di Dusun Manurung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.  AR diduga kuat tega menganiaya istrinya hingga tewas dan bahkan melukai anak kandungnya sendiri. Hal tersebut ditegaskan oleh Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edwar Hamsah, […]

  • Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

    Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Tabir gelap yang menyelimuti proyek pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan (Sulsel), kian tersingkap. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel tidak lagi sekadar membidik pelaksana teknis; kini, bidikan tajam penyidik mulai mengarah ke jantung kekuasaan legislatif. ​Setelah menetapkan enam tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji, korps adhyaksa mulai menelisik “pintu masuk” anggaran fantastis […]

  • DPR Sahkan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Gantikan Inosentius Samsul di Tengah Kontroversi

    DPR Sahkan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Gantikan Inosentius Samsul di Tengah Kontroversi

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Rapat Paripurna DPR RI resmi menetapkan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dari unsur legislatif, Selasa (27/1/2026). Politikus Partai Golkar tersebut diproyeksikan menggantikan Hakim Konstitusi Arief Hidayat yang akan memasuki masa purna tugas pada Februari 2026. Penetapan ini memicu perhatian publik lantaran proses seleksi yang dinilai kilat serta adanya perubahan mendadak […]

  • Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

    Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Kegiatan Agroforestri (wanatani) tahun anggaran 2023 di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, menuai protes. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar tersebut dinilai gagal memenuhi target pertumbuhan tanaman yang telah disepakati sejak awal. ​Kepala Desa Tawalian Timur, Saulinggi, mengungkapkan kekecewaannya setelah meninjau langsung lokasi penanaman di Dusun Salulotong. Ia menyebut […]

  • BPKAD Sulbar Perkuat Transparansi: Kawal Pendampingan Input Aset Pendidikan Dana BOS 2025

    BPKAD Sulbar Perkuat Transparansi: Kawal Pendampingan Input Aset Pendidikan Dana BOS 2025

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pengelolaan BMD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulbar melaksanakan pendampingan penginputan aset Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025. Pendampingan berlangsung di ruang rapat Bidang BMD BPKAD Sulbar, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan tata kelola aset pendidikan […]

  • Mengenal Dafa, Sang Penakluk Papan Catur dari Mateng, Raih Medali Emas di Palu

    Mengenal Dafa, Sang Penakluk Papan Catur dari Mateng, Raih Medali Emas di Palu

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Di atas papan kotak-kotak hitam dan putih, waktu seolah melambat bagi Muhammad Dafa Riski Muntaza Putra Ruli. Di saat remaja seusianya mungkin lebih akrab dengan gawai, Dafa justru bergulat dengan kalkulasi matematis dan intuisi tajam demi meruntuhkan pertahanan lawan. Konsistensi itu kini berbuah manis, sebuah medali emas dari Bumi Tadulako menjadi bukti […]

expand_less