Breaking News
light_mode
Beranda » Korupsi » Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Tabir gelap yang menyelimuti proyek pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan (Sulsel), kian tersingkap.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel tidak lagi sekadar membidik pelaksana teknis; kini, bidikan tajam penyidik mulai mengarah ke jantung kekuasaan legislatif.

​Setelah menetapkan enam tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji, korps adhyaksa mulai menelisik “pintu masuk” anggaran fantastis senilai Rp60 miliar dalam APBD 2024.

Aroma penyimpangan ini membawa penyidik pada satu pertanyaan besar yakni, Bagaimana proyek ini bisa lolos dalam ketukan palu anggaran?

​Langkah berani diambil tim penyidik dengan memanggil deretan tokoh elite politik Sulawesi Selatan.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah nama yang kini menduduki kursi kepala daerah harus kembali “bernostalgia” dengan peran lama mereka sebagai penentu kebijakan di DPRD Sulsel.

​Berikut daftar tokoh yang dipanggil untuk memberikan kesaksian:

​-Andi Ina Kartika Sari: Bupati Barru (Mantan Ketua DPRD Sulsel).
​-Syaharuddin Alrif: Bupati Sidrap (Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel).
​-Darmawangsyah Muin: Wakil Bupati Gowa (Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel).
​-Ni’matullah & Muzayyin Arif: Politisi kawakan yang turut mengisi jajaran kursi pimpinan pada periode penganggaran tersebut.

​Membongkar Teka-Teki Rp60 Miliar

​Pemeriksaan maraton ini bertujuan untuk membedah anatomi penganggaran. Penyidik berupaya mencari tahu apakah program bibit nanas ini murni lahir dari kebutuhan masyarakat, ataukah ada “penumpang gelap” yang menyusupkan proyek ini demi keuntungan pribadi di balik kedok anggaran daerah.

​”Kami mendalami proses bagaimana program ini bisa masuk ke dalam APBD 2024. Semua pihak yang terlibat dalam rantai kebijakan, dari perencanaan hingga ketuk palu, akan dimintai keterangan,” jelas dalam rilis resmi Kejati Sulsel, Sabtu (18/04/2026).

​Publik kini menanti dengan nafas tertahan. Akankah pemanggilan para elite ini hanya sebatas saksi, atau justru menjadi pembuka jalan bagi munculnya tersangka baru dari kalangan politisi?

​Satu hal yang pasti ialah proyek yang seharusnya membuahkan kesejahteraan bagi petani nanas di Sulawesi Selatan, kini justru berbuah pahit di tangan penegak hukum.

Kasus ini bukan lagi sekadar soal bibit tanaman, melainkan soal integritas dalam mengelola uang rakyat yang bernilai puluhan miliar rupiah.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beda dari Jokowi, Kaesang Bagikan KTA PSI Berchip Emas untuk Kader di Daerah Terpencil

    Beda dari Jokowi, Kaesang Bagikan KTA PSI Berchip Emas untuk Kader di Daerah Terpencil

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melakukan aksi unik dengan membagikan Kartu Tanda Anggota (KTA) khusus yang dilengkapi dengan chip emas kepada kadernya. Hal ini dilakukan Kaesang saat bertemu dengan kader dari wilayah terjauh dalam sebuah agenda partai baru-baru ini. Penerima KTA istimewa tersebut berasal dari Pasangkayu, Sulawesi Barat, dan […]

  • Pemukiman Warga di Hahangan Aralle Diterjang Banjir, Sejumlah Rumah Warga Dilaporkan Rusak

    Pemukiman Warga di Hahangan Aralle Diterjang Banjir, Sejumlah Rumah Warga Dilaporkan Rusak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menyebabkan debit air sungai di Kecamatan Aralle meningkat hingga meluap ke pemukiman warga pada Kamis sore (14/5/2026). ​Peristiwa ini tepatnya terjadi di Desa Hahangan. Air mulai memasuki halaman dan rumah penduduk setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat tanpa henti sejak siang hingga […]

  • Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menerima kedatangan Tim dari Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (9/2/2026). Kunjungan ini dalam rangka monitoring terkait Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2025. Pertemuan berlangsung di ruang Kepala BPKAD dan dilanjutkan secara teknis di ruang rapat Bidang Pengelolaan […]

  • Bupati Majene Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 19

    Bupati Majene Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 19

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene saat Pemerintah Kabupaten Majene resmi menyambut kepulangan jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 19 Tahun 2026, Selasa (16/6/2026). ​Isap tangis keluarga pecah saat menyambut kedatangan sanak saudara yang baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi tersebut. ​Bupati Majene, […]

  • Lamban Tangani Pencurian TBS Sawit, Ratusan Petani Geruduk Polres Mamuju Tengah

    Lamban Tangani Pencurian TBS Sawit, Ratusan Petani Geruduk Polres Mamuju Tengah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ratusan petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar aksi damai di depan Mapolres Mamuju Tengah, Rabu (1/4/2026). Massa menuntut ketegasan pihak kepolisian dalam mengusut kasus pencurian Tandan Buah Segar (TBS) sawit di wilayah Tobadak yang dinilai jalan di tempat. ​Aksi ini dipicu oleh kekecewaan petani atas laporan […]

  • Hasil Survei: Kinerja SDK-JSM Baik Dimata Publik

    Hasil Survei: Kinerja SDK-JSM Baik Dimata Publik

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Indonesia Indikator Politik merilis hasil survei tingkat kepuasan Publik terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar serta kepuasan terhadap kinerja Pemerintah, Jumat 19 Desembar 2025. Tingkat kepuasan publik terhadap Dr. Suhardi Duka dan Salim S Mengga berada diangka 70 persen, sementara kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Sulbar hanya diangka 59.3 persen. Angka […]

expand_less