Breaking News
light_mode
Beranda » Korupsi » Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 307
  • comment 0 komentar

MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Tabir gelap yang menyelimuti proyek pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan (Sulsel), kian tersingkap.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel tidak lagi sekadar membidik pelaksana teknis; kini, bidikan tajam penyidik mulai mengarah ke jantung kekuasaan legislatif.

​Setelah menetapkan enam tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji, korps adhyaksa mulai menelisik “pintu masuk” anggaran fantastis senilai Rp60 miliar dalam APBD 2024.

Aroma penyimpangan ini membawa penyidik pada satu pertanyaan besar yakni, Bagaimana proyek ini bisa lolos dalam ketukan palu anggaran?

​Langkah berani diambil tim penyidik dengan memanggil deretan tokoh elite politik Sulawesi Selatan.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah nama yang kini menduduki kursi kepala daerah harus kembali “bernostalgia” dengan peran lama mereka sebagai penentu kebijakan di DPRD Sulsel.

​Berikut daftar tokoh yang dipanggil untuk memberikan kesaksian:

​-Andi Ina Kartika Sari: Bupati Barru (Mantan Ketua DPRD Sulsel).
​-Syaharuddin Alrif: Bupati Sidrap (Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel).
​-Darmawangsyah Muin: Wakil Bupati Gowa (Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel).
​-Ni’matullah & Muzayyin Arif: Politisi kawakan yang turut mengisi jajaran kursi pimpinan pada periode penganggaran tersebut.

​Membongkar Teka-Teki Rp60 Miliar

​Pemeriksaan maraton ini bertujuan untuk membedah anatomi penganggaran. Penyidik berupaya mencari tahu apakah program bibit nanas ini murni lahir dari kebutuhan masyarakat, ataukah ada “penumpang gelap” yang menyusupkan proyek ini demi keuntungan pribadi di balik kedok anggaran daerah.

​”Kami mendalami proses bagaimana program ini bisa masuk ke dalam APBD 2024. Semua pihak yang terlibat dalam rantai kebijakan, dari perencanaan hingga ketuk palu, akan dimintai keterangan,” jelas dalam rilis resmi Kejati Sulsel, Sabtu (18/04/2026).

​Publik kini menanti dengan nafas tertahan. Akankah pemanggilan para elite ini hanya sebatas saksi, atau justru menjadi pembuka jalan bagi munculnya tersangka baru dari kalangan politisi?

​Satu hal yang pasti ialah proyek yang seharusnya membuahkan kesejahteraan bagi petani nanas di Sulawesi Selatan, kini justru berbuah pahit di tangan penegak hukum.

Kasus ini bukan lagi sekadar soal bibit tanaman, melainkan soal integritas dalam mengelola uang rakyat yang bernilai puluhan miliar rupiah.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan, Pemkab Mateng Adakan Pangan Murah

    Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan, Pemkab Mateng Adakan Pangan Murah

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat, 13 Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang bulan suci Ramadan. ​Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di tingkat nasional ini dipusatkan di halaman Masjid Al-Hidayah, […]

  • SDK Launching Pelayanan Rujukan Stunting Terpadu di RSUD Mamuju

    SDK Launching Pelayanan Rujukan Stunting Terpadu di RSUD Mamuju

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID– Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), secara resmi melaunching operasional pelayanan rujukan stunting di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju, Senin (22/12/2025). Launching Pos Pelayanan Terpadu Rujukan Stunting ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan penanganan stunting secara terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Barat. Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar […]

  • SPPG Tabolang Mamuju Tengah Ditutup Imbas Temuan Abon Berulat

    SPPG Tabolang Mamuju Tengah Ditutup Imbas Temuan Abon Berulat

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mamuju Tengah mengambil langkah tegas dengan menutup operasional dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Tabolang. Keputusan ini diambil menyusul viralnya temuan abon berulat pada menu makanan yang disajikan kepada siswa beberapa waktu lalu. ​Ketua Satgas MBG Mamuju Tengah, Litha Febrianti, mengatakan bahwa saat […]

  • Viral! Sepasang Kekasih di Mamasa Ucap Janji Suci di Ruang Perawatan RS

    Viral! Sepasang Kekasih di Mamasa Ucap Janji Suci di Ruang Perawatan RS

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id– Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus luar biasa menggemparkan jagat media sosial di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat. Demi membuktikan bahwa cinta tak mengenal batas kondisi, sepasang kekasih memilih untuk melangsungkan pemberkatan nikah di dalam ruang perawatan Rumah Sakit Banua Mamase (RSBM), Kabupaten Mamasa, Selasa (13/1/2026). Momen sakral tersebut menjadi perbincangan hangat setelah akun Facebook Mamasa.id […]

  • DPRD Sulbar Rekomendasikan Penutupan PT Palma Sumber Lestari

    DPRD Sulbar Rekomendasikan Penutupan PT Palma Sumber Lestari

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait dugaan pelanggaran dan dampak limbah yang ditimbulkan oleh PT Palma Sumber Lestari, Kamis (2/4/2026), di Ruang Banggar DPRD Sulbar. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulbar, H. Amalia Fitri Aras, serta dihadiri sejumlah anggota DPRD […]

  • BREAKING NEWS: Warga Mamasa Dilaporkan Hilang di Pana’, Cuaca Ekstrim Hambat Pencarian

    BREAKING NEWS: Warga Mamasa Dilaporkan Hilang di Pana’, Cuaca Ekstrim Hambat Pencarian

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Seorang warga Pana-Pana, Desa Marampan Kecamatan Sesenapadang, Kabupaten Mamasa bernama Langi Pabarrang (27) dilaporkan hilang. Langi Pabarrang dilaporkan hilang di Desa Kalama’, Kecamatan Tabang pada Senin (27/04/2026) lalu. Hingga saat ini, Jumat (1/05/2026) tim gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Tagana, TNI, Polri, serta masyarakat setempat […]

expand_less