Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 446
  • comment 0 komentar

​MAMASA, Sulbarupdate.id – Kegiatan Agroforestri (wanatani) tahun anggaran 2023 di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, menuai protes.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar tersebut dinilai gagal memenuhi target pertumbuhan tanaman yang telah disepakati sejak awal.

​Kepala Desa Tawalian Timur, Saulinggi, mengungkapkan kekecewaannya setelah meninjau langsung lokasi penanaman di Dusun Salulotong.

Ia menyebut realisasi di lapangan sangat jauh dari komitmen awal antara pelaksana proyek dan pemerintah desa.

​”Saat kegiatan akan dimulai, kami mengadakan rapat. Saya meminta minimal 70 persen tanaman harus tumbuh, namun fakta di lapangan saat ini pertumbuhannya tidak sampai 30 persen,” ujar Saulinggi, Kamis (05/02/2026).

​Atas dasar tersebut, Saulinggi menegaskan bahwa pihaknya menolak untuk melakukan serah terima hasil pekerjaan.

​”Kami belum melakukan serah terima. Saya tidak akan menerima hasil pekerjaan itu jika tidak sesuai dengan kesepakatan awal,” tegasnya.

​Di sisi lain, pihak pelaksana memberikan pembelaan. Timotius, salah satu anggota kelompok kerja proyek tersebut, mengeklaim bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku dan didukung oleh dokumentasi lengkap pada setiap item pekerjaan.

​Timotius juga menyayangkan pemberitaan yang dianggapnya kurang akurat karena hanya meninjau bagian pinggir lokasi penanaman.

​”Jangan mengangkat berita yang tidak akurat karena bisa membuat gaduh masyarakat. Mengenai persoalan tumbuh atau tidak, intinya kami hanya manusia yang berusaha sesuai aturan yang dipedomani, kami bukan Tuhan,” tulis Timotius melalui pesan WhatsApp.

​Ia juga mengklarifikasi bahwa kegiatan yang dilaksanakan murni merupakan Agroforestri, bukan Reboisasi Hutan dan Lahan (RHL) sebagaimana sempat diisukan sebelumnya.

​Sebagai informasi, Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan berkelanjutan yang mengombinasikan budidaya tanaman pertanian (semusim) dengan tanaman kehutanan (kayu) atau peternakan dalam satu lanskap.

​Program ini sejatinya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sekaligus menjaga fungsi ekologis seperti konservasi tanah dan penyerapan karbon.

Namun, kegagalan tumbuh tanaman dalam skala besar di Tawalian Timur kini menjadi sorotan terkait efektivitas penggunaan anggaran miliaran rupiah tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulbar Targetkan Kenaikan IP Setara Cetak Sawah 30 Ribu Hektare

    Gubernur Sulbar Targetkan Kenaikan IP Setara Cetak Sawah 30 Ribu Hektare

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi strategi utama untuk mendongkrak produksi pangan di wilayahnya. Dengan meningkatkan IP dari rata-rata 1,4 menjadi 2, Sulbar diproyeksikan mampu menghasilkan produksi yang setara dengan mencetak 30.000 hektare sawah baru. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Panen Raya Padi dan Pengumuman […]

  • Sulbar Implementasikan Pidana Kerja Sosial Berbasis KUHP Nasional

    Sulbar Implementasikan Pidana Kerja Sosial Berbasis KUHP Nasional

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memulai era baru dalam kebijakan pemidanaan yang menekankan aspek humanisme dan pemulihan sosial. Arah strategis ini dipertegas melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Sulbar dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) se-Sulbar. Inisiasi penting ini turut dihadiri oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi. Acara seremonial yang terpusat […]

  • Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik korupsi dan penyimpangan anggaran di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Ketua Fraksi Mahasiswa, Alim Bahri, secara terbuka melayangkan kecaman terkait pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan daerah. ​Alim mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi pihaknya, ditemukan pola pengelolaan anggaran yang […]

  • Optimalisasi Kinerja OPD, DKPPKB Sulbar Finalkan Rencana Aksi 2026

    Optimalisasi Kinerja OPD, DKPPKB Sulbar Finalkan Rencana Aksi 2026

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memfinalkan penyusunan Rencana Aksi Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk mempercepat capaian kinerja dan memastikan seluruh program berjalan selaras dengan target pembangunan daerah menuju Sulbar Maju dan Sejahtera. Kegiatan penyusunan rencana aksi dilaksanakan di Aula Ammana Wewang DKPPKB Sulbar, Jumat (13/2/2026), […]

  • BPJS dan BPMS GTM Perpanjang Kerja Sama, 4.733 Warga Dilindungi

    BPJS dan BPMS GTM Perpanjang Kerja Sama, 4.733 Warga Dilindungi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Polewali Mamasa resmi memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Toraja Mamasa (BPMS GTM). Langkah ini diambil guna menjamin keberlanjutan perlindungan jaminan sosial bagi ribuan pekerja lintas gereja di bawah naungan GTM. Dalam laporannya, Melania memaparkan bahwa sinergi yang terjalin sejak Februari 2023 hingga Desember […]

  • Standar Baru Proses Seleksi Jabatan Publik

    Standar Baru Proses Seleksi Jabatan Publik

    • 0Komentar

    Oleh: Suhardi Duka Sulbarupdate.id – Seperti yang sering disuarakan oleh Pak Wakil Gubernur, Salim S Mengga. Bahwa daerah ini sangat membutuhkan sosok pejabat yang tak sekadar punya kualifikasi dan kompetensi profesional. Jauh lebih mendesak untuk saat ini, kita membutuhkan figur dengan rentang moral yang juga baik. Bukan berarti kualitas serta kemampuan individu tak penting, tapi […]

expand_less