Air Sungai Budong-Budong Menghitam, Limbah Sawit Disorot
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Sen, 10 Agu 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar

Kondisi sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, menghitam pada Senin (10/8/2026). Foto/Ancha
MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Warga di sekitar aliran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar) dibuat resah oleh perubahan warna air sungai yang menghitam sejak Sabtu (8/8/2026) sore.
Penyebab perubahan warna air belum diketahui secara pasti. Kondisi itu menjadi perhatian masyarakat di sekitar aliran sungai.
Apalagi fenomena tersebut terjadi saat musim kemarau. Di mana kebutuhan warga terhadap sumber air semakin penting.
Fungsionaris Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Cabang Mateng Masbur, menduga perubahan warna air tersebut berkaitan dengan limbah dari aktivitas perusahaan pabrik kelapa sawit yang berada di sekitar wilayah aliran sungai.
“Saya menduga ini akibat limbah pabrik sawit yang mengalir langsung ke Sungai Budong-Budong,” kata Masbur saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Menurut Masbur, dugaan tersebut perlu segera ditelusuri oleh instansi berwenang untuk memastikan sumber dan penyebab perubahan warna air sungai.
Ia juga mempertanyakan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah Mamuju Tengah.
Menurut Masbur, aktivitas industri semestinya tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
“Perusahaan ini tidak layak berada di Mamuju Tengah jika hanya datang merusak dan mengambil keuntungan dari daerah,” tegasnya.
Masbur juga mendesak pemerintah daerah, DPRD, dan instansi yang membidangi lingkungan hidup agar turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Sungai Budong-Budong.
“Saya mengharapkan pihak terkait, baik legislatif maupun instansi lingkungan hidup, lebih tegas dalam mengawasi aktivitas perusahaan,” ujarnya.
Ia meminta pemeriksaan dilakukan secara terbuka, termasuk mengambil sampel air apabila diperlukan, sehingga penyebab perubahan warna air dapat diketahui berdasarkan hasil uji dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dugaan keterkaitan dengan limbah perusahaan kelapa sawit juga masih memerlukan pembuktian dari instansi teknis melalui pemeriksaan di lapangan dan pengujian kualitas air.
Hingga berita ini dirilis Tim Sulbarupdate.id, masih melakukan upaya konfirmasi kepada pemerintah daerah Mateng, serta pihak perusahaan terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi tersebut. (*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
