Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Setahun Rampung, Jembatan Rp 500 Juta di Mamuju Tengah Sudah Amblas dan Miring

Setahun Rampung, Jembatan Rp 500 Juta di Mamuju Tengah Sudah Amblas dan Miring

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
  • visibility 332
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Sebuah jembatan beton sepanjang 14 meter di Desa Saloadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kini menjadi sorotan tajam warga setempat.

Meski baru rampung dikerjakan pada pertengahan 2025 lalu, infrastruktur yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut sudah mengalami kerusakan parah hingga amblas sedalam 55 sentimeter (cm).

​Pantauan di lokasi menunjukkan retakan besar menganga di beberapa titik. Kerusakan paling fatal terlihat pada pondasi dasar penyangga utama yang berfungsi menopang beban jembatan.

Akibat amblasnya pondasi tersebut, struktur badan jembatan kini tampak miring dan membahayakan keselamatan warga yang melintas.

​Seorang warga yang meminta namanya tidak disebut dalam berita ini mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah mulai terlihat tidak lama setelah proyek tersebut selesai.

​”Kalau tidak salah jembatan ini dikerjakan pertengahan 2025 lalu. Baru sekitar satu bulan selesai sudah muncul retakan, dan yang paling parah di bagian pondasi penahan jembatan yang turun atau amblas,” ungkapnya saat kepada laman ini, Jumat (15/5/2026) lalu.

​Ia menambahkan, demi menjaga agar jalur tetap bisa diakses, warga secara swadaya berinisiatif menimbun lubang dalam yang menganga di ujung jembatan akibat pergeseran struktur tersebut.

​Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh mantan Sekretaris Desa Saloadak yang enggan disebutkan namanya.

Ia menegaskan bahwa jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian warga karena menjadi akses utama penghubung antar-dusun menuju area perkebunan kelapa sawit.

​”Kami khawatir kalau terus dibiarkan bisa membahayakan pengguna jalan, terutama warga yang mengangkut muatan hasil panen sawit,” tuturnya.

​Proyek “Siluman” Tanpa Papan Informasi

​Selain mengeluhkan kualitas fisik bangunan, warga dan aparat desa juga mempertanyakan transparansi proyek tersebut.

Mantan Sekdes Saloadak menyebutkan bahwa selama proses pembangunan, pihak pelaksana sama sekali tidak memasang papan informasi proyek di lokasi.

​”Yang saya dengar anggarannya sekitar Rp 500 jutaan. Untuk sumber pendanaan sampai sekarang tidak tahu juga dari mana, karena waktu pekerjaan berlangsung tidak ada papan proyek yang dipasang,” tambahnya.

​Sementara itu, Sekretaris Desa Saloadak yang menjabat saat ini, Naldianus, menegaskan bahwa proyek pembangunan jembatan tersebut dipastikan bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

​Berdasarkan klarifikasi yang sempat dilakukan pihak desa kepada pengawas lapangan saat pembangunan berjalan, proyek tersebut diklaim didanai oleh pihak swasta.

​”Kami sempat bertanya kepada salah satu orang yang mengaku sebagai penanggung jawab proyek saat itu. Dia hanya mengatakan sumber dananya dari perusahaan, tapi tidak menjelaskan perusahaan mana serta berapa total anggaran pastinya,” jelas Naldianus.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun perusahaan yang disebut-sebut bertanggung jawab atas pembangunan jembatan tersebut.

Pihak pemerintah desa pun mengaku masih menelusuri penanggung jawab utama guna meminta pertanggungjawaban terkait kelayakan infrastruktur tersebut.(**)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPMAPUS Sulbar Desak Polda Bongkar Aktor Mafia Migas

    IPMAPUS Sulbar Desak Polda Bongkar Aktor Mafia Migas

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat melontarkan kritik keras terhadap penanganan kasus dugaan mafia migas subsidi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat. Organisasi mahasiswa ini menilai penyidikan terkesan jalan di tempat dan hanya menyentuh pelaku di tingkat lapangan. ​Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar, menyatakan adanya kejanggalan dalam proses hukum yang […]

  • GMNI Soroti Dugaan Layanan Ekspres hingga Sertifikat Bermasalah di Mateng 

    GMNI Soroti Dugaan Layanan Ekspres hingga Sertifikat Bermasalah di Mateng 

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Puluhan massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, berunjuk rasa di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Senin (31/8/2026). Demontran menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di kabupaten berjuluk Bumi Lala’ Tassisara’ itu.  Sekretaris jenderal (Sekjen) aksi, Alwi Jayadi mengatakan, persoalan tersebut merupakan […]

  • Pemkab Majene Angkat 5.749 PPPK Paruh Waktu, Gaji Tak Berubah

    Pemkab Majene Angkat 5.749 PPPK Paruh Waktu, Gaji Tak Berubah

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Majene resmi memberikan kepastian status bagi ribuan tenaga honorer melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Sebanyak 5.749 pegawai menerima SK tersebut dalam upacara di halaman rumah jabatan Bupati Majene, pada akhir tahun lalu. Meski telah beralih status menjadi PPPK Paruh Waktu (PW), besaran […]

  • Pupuk Gratis Dikeluhkan, Ketua Kelompok Tani Saluahok Ngaku Dipersulit Penyalur

    Pupuk Gratis Dikeluhkan, Ketua Kelompok Tani Saluahok Ngaku Dipersulit Penyalur

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Program pupuk gratis yang semestinya meringankan beban petani justru dikeluhkan sejumlah ketua kelompok tani di Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Mereka mengaku kesulitan mengambil jatah pupuk di penyalur wilayah Keppe, Desa Rantebulahan, meski telah membawa persyaratan yang dibutuhkan. Salah satu keluhan disampaikan Ketua Kelompok Tani, Hasan. Ia mengaku datang […]

  • Membanggakan di Kancah Nasional, Elsa Lucyta Disambut Ribuan Warga Mamasa

    Membanggakan di Kancah Nasional, Elsa Lucyta Disambut Ribuan Warga Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Ribuan masyarakat Kabupaten Mamasa antusias menyambut kepulangan Elsa Lucyta, salah satu talenta muda berbakat yang berhasil mengharumkan nama daerah di kancah nasional.  Elsa tiba kembali di Mamasa pada Senin (8/6/2026) setelah menuntaskan perjuangannya dalam ajang pencarian bakat “The Icon Indonesia” di stasiun televisi SCTV. Arak-arakan kendaraan roda dua dan roda empat mengiringi […]

  • Kebakaran Lahan Melanda Dua Desa Di Majene

    Kebakaran Lahan Melanda Dua Desa Di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kebakaran lahan dan pegunungan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi di wilayah Desa Lalattedong dan Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Senin (17/8/2026). Kebakaran tersebut melanda area lahan dan kawasan pegunungan. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran di sekitar lokasi yang kemudian menyebar dan menyebabkan kebakaran […]

expand_less