Dua Bulan Kekeringan, Pemkab Mateng Gelar Salat Istisqa
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Kam, 20 Agu 2026
- visibility 58
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar salat sunnah Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di halaman Kantor Bupati Mateng, Jalan Aras Tammauni, KTM Tobadak, Kamis (20/8/2026).
Salat Istisqa dipimpin Kiyai Muda Ustaz Muhammad Anwar dan diikuti Bupati Mateng Dr. Arsal Aras, Wakil Bupati Dr. Askary Anwar, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, personel kepolisian, serta para santri dari sejumlah pondok pesantren di Mamuju Tengah.
Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Mateng.
“Ini merupakan ikhtiar bersama kita untuk memohon hujan,” kata Arsal usai mengikuti salat Istisqa.
Arsal mengungkapkan, kekeringan telah berlangsung sekitar dua bulan dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi fenomena El Nino yang berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih berpotensi berlangsung cukup panjang.
“Dampaknya bisa kita rasakan. Kekeringan terjadi di mana-mana, bahkan sekitar 20 desa terdampak,” ujarnya.
Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sektor pertanian juga mulai terdampak akibat minimnya pasokan air.
Arsal menyebut sekitar 600 hektare lahan persawahan terancam gagal panen. Selain itu, kekeringan turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
“Bukan hanya kesulitan air yang kita rasakan saat ini, tetapi sekitar 600 hektare lahan sawah juga terancam gagal panen. Kemudian di beberapa titik di Mateng telah terjadi kebakaran lahan dan hutan,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Mateng kemudian berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait langkah keagamaan yang dapat dilakukan.
“Hasil konsultasi dengan MUI, menurut para ulama, kondisi ini sudah memenuhi syarat untuk dilaksanakan salat Istisqa. Semoga doa kita meminta hujan segera turun. Aamiin,” pungkas Arsal.
Selain salat Istisqa dan doa bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran santunan kepada 120 santri dan santriwati yang berasal dari 12 pondok pesantren dan dua Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Mamuju Tengah. (*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
