Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Pelayanan Publik Berbasis HAM Digaungkan di Majene, Warga Rentan Jadi Prioritas

Pelayanan Publik Berbasis HAM Digaungkan di Majene, Warga Rentan Jadi Prioritas

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berperspektif hak asasi manusia (HAM) terus didorong hingga ke tingkat akar rumput.

Melalui kolaborasi antara akademisi dan pemerintah, kesadaran akan pentingnya pelayanan publik yang inklusif mulai disemai kuat di Kelurahan Banggae, Kabupaten Majene Sulawesi, Barat.

Langkah ini diwujudkan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skim Pengabdian Kemitraan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Tahun 2026. 

Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Kelurahan Berbasis Hak Asasi Manusia dalam Mewujudkan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel”, kegiatan ini digelar di Kantor Kelurahan Banggae, Senin 10 Agustus 2026.

Acara tersebut mempertemukan berbagai elemen penting di tingkat desa. Selain dihadiri langsung oleh Lurah Banggae S. Ahmad Sauqi, forum ini juga melibatkan para ketua Rukun Warga (RW) serta masyarakat setempat. Termasuk Dosen Program Studi Hukum Unsulbar, Akhdiari Harpa Dj. 

Kehadiran kolaboratif ini menegaskan pentingnya sinergi dalam mengawal kualitas pelayanan dasar bagi warga.

Dosen Ilmu Hukum Unsulbar, S. Muchtadin Al Attas, menuturkan bahwa landasan utama dari inisiatif ini adalah memastikan setiap instrumen negara di tingkat kelurahan memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan saat melayani warganya.

“Poin intinya adalah kita mau supaya setiap pelayanan publik itu punya perspektif hak asasi manusia. Jadi, semua hal yang dilakukan, baik itu pelayanan dasar maupun pelayanan tingkat lanjut, semuanya berdasar pada HAM,” papar Muchtadin.

Ia menambahkan, pelayanan yang baik harus mampu mengangkat harkat dan martabat warga. “Bagaimana kita menumbuhkan kecintaan terhadap martabat kemanusiaan, memperlakukan kaum rentan dengan baik, berbasis jender, dan seterusnya. Itu yang ingin kita capai,” tegasnya.

Pemenuhan standar HAM dalam pelayanan publik sesungguhnya bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan sebuah kewajiban etis aparatur negara. Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Barat, Saibuddin.

Menurut Saibuddin, negara hadir tidak sekadar untuk memberikan pelayanan standar, tetapi harus dipastikan bahwa pelayanan tersebut tidak diskriminatif dan mudah diakses oleh semua golongan.

“Kami dari Kantor Wilayah mempunyai tugas pokok, salah satunya memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan aparatur negara tentang pemberian pelayanan berbasis HAM. Jadi, tidak hanya sekadar memberikan pelayanan, tapi pelayanannya harus berbasis HAM,” ujar Saibuddin.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya skala prioritas bagi mereka yang memiliki keterbatasan ruang gerak dan aksesibilitas di tengah masyarakat.

“Pelayanan utama berbasis HAM itu harus memperhitungkan masalah hak-hak kelompok rentan. Penyandang disabilitas, perempuan, anak, hingga masyarakat adat, itu harus mendapatkan prioritas pelayanan. Itu adalah bagian dari pelayanan berbasis HAM,” tambahnya.

Inisiatif dari sivitas akademika Unsulbar dan Kanwil Kemenkumham Sulbar ini menuai apresiasi tinggi dari warga Kelurahan Banggae. Warga dan para ketua RW yang hadir menaruh harapan besar agar gagasan ini segera mewujud dalam praktik sehari-hari. 

Mereka mendambakan sistem tata kelola kelurahan yang tidak hanya bersih, akuntabel, dan transparan secara birokrasi, tetapi juga ramah dan memanusiakan setiap warga yang datang di loket-loket pelayanan.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Hamsah Sabir

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Jatuh Dari Kapal di Majene, Dua Hari Pencairan Hasil Masih Nihil

    Nelayan Jatuh Dari Kapal di Majene, Dua Hari Pencairan Hasil Masih Nihil

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Upaya pencarian terhadap Muh. Rifai (32), nelayan yang dilaporkan terjatuh dari kapal di perairan Desa Onang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, belum membuahkan hasil hingga memasuki hari kedua operasi, Jumat (30/1/2026). Tim SAR Gabungan telah memperluas area penyisiran, namun keberadaan korban masih menjadi misteri. Tim SAR membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue […]

  • Polresta Mamuju Sita 1.309 Botol Miras dan Cap Tikus

    Polresta Mamuju Sita 1.309 Botol Miras dan Cap Tikus

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Satuan Tugas (Satgas) Tindak Operasi Pekat Marano 2026 Polresta Mamuju terus memperketat pengawasan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Di hari ketiga pelaksanaannya, Rabu (28/1/2026), petugas berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras (miras) ilegal. Total sebanyak 1.309 botol miras dari berbagai merek dan 9 kemasan plastik minuman tradisional jenis cap […]

  • Ratih Singkarru Ragukan Lonjakan Lulusan Langsung Kerja 63 Persen

    Ratih Singkarru Ragukan Lonjakan Lulusan Langsung Kerja 63 Persen

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Ratih Megasari Singkarru, kritisi data capaian kinerja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Ratih menilai lonjakan angka lulusan yang langsung terserap di dunia kerja pada tahun 2025 tidak realistis dan berbanding terbalik dengan kondisi lapangan. ​Dalam rapat kerja di Gedung DPR RI, Ratih […]

  • Petani Mamasa di Berbagai Tempat, Dukung Penuh Program MBG

    Petani Mamasa di Berbagai Tempat, Dukung Penuh Program MBG

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Dari Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat kini Bunyi Suara diberbagai Tempat atau Wilayah yang Asalnya dari Para Petani. Mereka dengan Lantang Menyuarakan Dukungan Penuh kepada Program Strategis Presiden Saat ini, yaitu Program Makan Bergisi Gratis (MBG). Saat tim media baik berkunjung maupun komunikasi lewat Telpon (via whatsapp) kebeberapa wilayah ditingkat kecamatan dan […]

  • HMI Majene Desak Kejari Usut Tuntas Temuan BPK Soal Dugaan Penyimpangan APBD 2024

    HMI Majene Desak Kejari Usut Tuntas Temuan BPK Soal Dugaan Penyimpangan APBD 2024

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene untuk mengusut sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene. Ketua Umum HMI Cabang Majene, Muhammad Aslan, mengatakan temuan BPK yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah harus menjadi perhatian serius aparat penegak […]

  • Kebakaran Lahan di Majene Mendekati Permukiman, Dua Hektare Terbakar

    Kebakaran Lahan di Majene Mendekati Permukiman, Dua Hektare Terbakar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Gunung, Kelurahan Galung, Lingkungan Galung Utara, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (14/8/2026). Kobaran api yang melanda kawasan perbukitan tersebut sempat mengundang perhatian warga lantaran lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman.  Kondisi cuaca yang panas turut menjadi salah satu faktor yang disebut mempercepat […]

expand_less