Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Publikasi Museum Mandar Melalui Media untuk Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Publikasi Museum Mandar Melalui Media untuk Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

  • account_circle Reporter Sulbarupdate.id
  • calendar_month Sen, 22 Des 2025
  • visibility 734
  • comment 0 komentar

Majene – Sulbarupdate.id – Upaya pelestarian dan pengenalan budaya lokal terus dilakukan oleh pengelola Museum Mandar melalui berbagai strategi publikasi media. Museum Mandar yang terletak di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini semakin aktif memanfaatkan media cetak, elektronik, dan digital sebagai sarana untuk memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Mandar kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Publikasi melalui media dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan minat kunjungan masyarakat ke museum sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya daerah. Berbagai informasi mengenai koleksi museum, kegiatan edukasi, pameran temporer, hingga nilai-nilai sejarah Mandar disampaikan secara rutin melalui pemberitaan media lokal maupun platform media sosial resmi museum.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene Drs. H. Ahmad Djamaan, M.Si di dampingi Sekertaris Disbudpar Afiat Mulwan,Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbudpar Majene Muhammad Irsyan, kepala UPTD Museum Mandar Majene Sussanna.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ahmad mengatakan dalam rangka mempublikasikan museum mandar di kabupaten Majene Sulawesi Barat, Senin (22/12/2025) di aula Museum Mandar Majene Sulawesi Barat, mengapresiasi pemerintah daerah untuk mencerminkan suatu daerah kebudayaan dan sektor pariwisata.

Ahmad terus berupaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengenalan Museum Mandar ke sekolah-sekolah yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata secara langsung memperkenalkan Museum Mandar sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya Mandar. Selain itu, target sosialisasi di sekolah-sekolah agar para siswa diberikan pemahaman mengenai peran museum sebagai tempat penyimpanan, perawatan, dan pameran berbagai benda bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi, khususnya yang berkaitan dengan peradaban dan kearifan lokal masyarakat Mandar.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Oleh karena itu, pengenalan museum sejak dini dianggap sangat penting agar siswa tidak hanya mengenal budaya melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui benda-benda nyata yang memiliki nilai sejarah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Mandar. Museum Mandar bukan hanya tempat menyimpan benda lama, tetapi juga sarana pembelajaran yang hidup dan menyenangkan bagi siswa,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata dalam sambutannya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan penjelasan mengenai koleksi Museum Mandar, seperti pakaian adat, alat musik tradisional, senjata tradisional, peralatan rumah tangga, serta dokumentasi sejarah kerajaan dan tokoh-tokoh Mandar.

Komitmen pemerintah daerah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diperiode kedua Bupati Andi Syukri Tammalele bersama Wakil Bupati Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd mempertajam misi yaitu maju, mandiri dan berbudaya dalam bingkai religi.

Ahmad menekankan tidak boleh berjalan sendiri harus ada kerjasama pemerintah,pihak swasta, komunitas, pers dan perguruan tinggi untuk membangun pariwisata di Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Lalu museum Mandar menjadikan pusat literasi kebudayaan dan menjadikan pelataran museum untuk di jadikan tempat senam oleh masyarakat kabupaten Majene.

Kepala UPTD Museum Mandar Majene Susanna menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjembatani museum dengan masyarakat. Selama ini, museum sering dianggap sebagai tempat yang kaku dan kurang menarik. Oleh karena itu, publikasi yang kreatif dan informatif diharapkan mampu mengubah pandangan tersebut.

“Melalui publikasi media, kami ingin menunjukkan bahwa Museum Mandar bukan hanya tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar, ruang dialog budaya, dan sumber pengetahuan tentang jati diri orang Mandar,” ujarnya.

Museum Mandar menyimpan berbagai koleksi berharga, seperti peralatan tradisional, pakaian adat, senjata tradisional, naskah kuno, hingga dokumentasi sejarah kerajaan-kerajaan Mandar. Seluruh koleksi tersebut memiliki nilai sejarah tinggi yang perlu dikenalkan secara luas agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Selain media cetak dan elektronik, Museum Mandar juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi.

Konten berupa foto koleksi, video edukasi, cerita sejarah, serta informasi kegiatan dipublikasikan secara berkala untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.

Menurut salah satu pengunjung museum, publikasi melalui media sosial sangat membantu dalam mengenalkan museum kepada masyarakat.

Banyak pengunjung yang mengetahui Museum Mandar setelah melihat informasi dan konten yang dibagikan melalui media digital.

“Awalnya saya tahu Museum Mandar dari media sosial. Setelah datang langsung, ternyata koleksinya sangat menarik dan menambah wawasan tentang budaya Mandar,” ungkapnya.

Pemerintah daerah Kabupaten Majene juga memberikan dukungan terhadap upaya publikasi Museum Mandar. Publikasi yang baik diharapkan dapat mendorong sektor pendidikan dan pariwisata budaya, sekaligus memperkuat identitas daerah Sulawesi Barat sebagai wilayah yang kaya akan sejarah dan tradisi.

Dengan optimalisasi publikasi melalui media, Museum Mandar diharapkan mampu menjadi pusat informasi budaya yang inklusif dan edukatif.

Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menanamkan rasa bangga dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya Mandar sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi.

Ke depan, pengelola Museum Mandar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media, institusi pendidikan, dan komunitas budaya, demi menjaga keberlanjutan pelestarian sejarah dan budaya Mandar.(*)

  • Penulis: Reporter Sulbarupdate.id
  • Editor: Tim Editor Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • BREAKING NEWS: Air Sungai Mamasa Mendadak Hitam Pekat

    BREAKING NEWS: Air Sungai Mamasa Mendadak Hitam Pekat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Air Sungai Mamasa yang biasanya keruh mendadak berubah menjadi hitam pekat pada Selasa (13/10/2026). Penampakan itu terlihat oleh warga di jembatan di Malakbo, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, (Sulbar).  Perubahan warna air tersebut menarik perhatian warga yang melintas di kawasan itu. Seorang warga setempat, Taufik Rama Wijaya, mengatakan perubahan warna air […]

  • Harla Pancasila, Wakil Ketua DPRD Mateng Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Hidup

    Harla Pancasila, Wakil Ketua DPRD Mateng Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Hidup

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua DPRD Mamuju Tengah, Hamka, mengajak seluruh masyarakat jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman. Ajakan tersebut disampaikan Hamka kepada wartawan di Mateng usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah, di […]

  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan RS Kondosapata’ Segera Dimulai

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan RS Kondosapata’ Segera Dimulai

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id -Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ Kabupaten Mamasa dipastikan segera memasuki tahap pengerjaan fisik. Kepastian ini disampaikan langsung Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, usai meninjau lokasi proyek pada Selasa (10/2/2026). ​Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan material serta ketersediaan alat berat dan perlengkapan teknis yang telah disiapkan oleh pihak penyedia jasa (kontraktor). ​Welem […]

  • Pendidikan: Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Bersama

    Pendidikan: Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Bersama

    • 0Komentar

    Oleh: Arwin Rahman, S.H. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa   SULBARUPDATE.ID– Pendidikan kerap dipahami sebagai proses penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diukur secara kuantitatif. Indikatornya jelas dan mudah dihitung: nilai, kelulusan, dan ijazah. Namun, jika pendidikan hanya berhenti pada aspek tersebut, kita berisiko kehilangan makna yang lebih mendasar dari proses pendidikan itu sendiri—yakni pembentukan […]

  • Murdanil: Pentingnya Penguatan Seluruh Tahapan dalam Penerapan SPM

    Murdanil: Pentingnya Penguatan Seluruh Tahapan dalam Penerapan SPM

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Plt. Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi SulawesiBarat, Murdanil, menegaskan pentingnya penguatan seluruh tahapan dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada aspek pendataan dan perhitungan kebutuhan, sebagaimana hasil Rapat Koordinasi Penerapan SPM Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Biro Pemkesra Kamis (18/12/2025). Murdanil menyampaikan bahwa penerapan SPM tidak […]

  • Aksi Berujung Ricuh:  Kedua Bela Pihak Alami Luka Luka 

    Aksi Berujung Ricuh:  Kedua Bela Pihak Alami Luka Luka 

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berujung bentrokan dengan aparat kepolisian. Bentrokan tersebut terjadi dalam tiga kali aksi terpisah sejak awal Januari 2026 dan menyebabkan puluhan orang dari kedua belah pihak mengalami luka-luka. Aksi pertama berlangsung di depan Kantor Bupati Mamuju pada Senin, 5 Januari 2026. Dalam aksi […]

expand_less