Letkol Teddy Indra Wijaya Dukung Percepatan Distribusi Bantuan Bencana NTT
- account_circle Ancha
- calendar_month Rab, 19 Agu 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id — Pemerintah terus memperkuat upaya tanggap darurat dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Memasuki hari kelima pascabencana, pengiriman bantuan logistik kembali dilakukan pada Rabu (19/8/2026) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, sebanyak lima pesawat diberangkatkan sejak pukul 04.00 WIB dengan membawa total 65 ton bantuan logistik.
Dengan tambahan pengiriman tersebut, total bantuan yang telah diangkut pemerintah sejak hari pertama hingga hari kelima penanganan mencapai sedikitnya 253 ton.
Bantuan tersebut meliputi makanan dan minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat lainnya.
Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta kondisi akses menuju wilayah terdampak.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Republik Indonesia Letnan Kolonel (Letkol) Teddy Indra Wijaya turut mendukung koordinasi dan percepatan respons pemerintah dalam penanganan bencana tersebut.
Teddy menjelaskan, pemerintah menempatkan dua posko utama bantuan, masing-masing di Labuan Bajo dan Maumere.
Posko Labuan Bajo menjadi titik distribusi bantuan untuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada.
Sementara itu, posko Maumere digunakan untuk mendukung distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Distribusi bantuan dilakukan menggunakan berbagai moda transportasi dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan aksesibilitas wilayah. Jalur udara didukung helikopter dan pesawat kecil untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
Selain itu, jalur laut diperkuat dengan pengerahan tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan satu kapal rumah sakit.
Sementara jalur darat telah dapat digunakan sejak hari kedua untuk mempercepat mobilisasi bantuan menuju wilayah terdampak.
“Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi lintas unsur dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan sasaran, dan kesinambungan distribusi,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara bertahap.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah, aparat, tenaga kesehatan, relawan, masyarakat, dan berbagai unsur kemanusiaan menjadi bagian penting dalam memastikan proses tanggap darurat berjalan efektif.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan bencana di NTT.
“Dengan sinergi dan koordinasi yang terus diperkuat, pemerintah berkomitmen memastikan respons kemanusiaan berjalan cepat, distribusi bantuan semakin efektif, dan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan hingga proses pemulihan berlangsung,” tutup Teddy.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
