Breaking News
light_mode
Beranda » Breaking News » Gempa M7,7 Guncang Flores, Ruang Tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere Roboh

Gempa M7,7 Guncang Flores, Ruang Tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere Roboh

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar

MAUMERE, Sulbarupdate.id, – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Guncangan kuat menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka.

Ruang tunggu di Pelabuhan Lorens Say dilaporkan roboh akibat guncangan gempa. Kondisi tersebut terlihat dalam sejumlah dokumentasi warga yang beredar setelah gempa terjadi.

Informasi mengenai kerusakan di Pelabuhan Lorens Say juga dikonfirmasi dalam laporan awal terkait dampak gempa di wilayah Maumere.

Tim SAR gabungan turut melakukan penanganan terhadap dampak gempa dan mengecek kondisi bangunan yang terdampak. Gempa utama terjadi sekitar pukul 05.58 WITA.

Data awal BMKG mencatat gempa berada pada koordinat sekitar 8,36 LS dan 121,38 BT, dengan kedalaman 10 kilometer serta berjarak sekitar 100 kilometer barat laut Maumere.

Dalam pemutakhiran parameter, BMKG kemudian mencatat episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Warga yang berada di kawasan pesisir dilaporkan bergerak menjauh dari pantai dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah merasakan guncangan kuat.

BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah titik. Di Sikka, gelombang tercatat sekitar 20 sentimeter, sedangkan di Pelabuhan Kewapante mencapai 38 sentimeter.

Di Labuan Bajo, tsunami tercatat setinggi 36 sentimeter.

Gelombang tertinggi dalam pemantauan BMKG tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian mencapai 94 sentimeter. Gelombang juga tercatat di Flores Timur, Dompu, Alor, Baubau, Bulukumba dan Kolaka.

Namun, masyarakat perlu mengetahui bahwa peringatan dini tsunami tersebut telah dinyatakan berakhir oleh BMKG pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 WITA.

BMKG menyatakan tidak lagi mendeteksi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak.

Puluhan Gempa Susulan Terdeteksi
Pasca gempa utama, aktivitas gempa susulan masih terjadi. BMKG mencatat hingga pukul 07.07 WIB sedikitnya 37 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara M3,6 hingga M6,2. Salah satu gempa susulan tersebut dirasakan oleh masyarakat.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktur sebelum dinyatakan aman.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Flores. Intensitas hingga VI MMI tercatat di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa. Sementara intensitas V MMI dirasakan di Ende, Borong dan Ruteng.

Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah Maumere, Manggarai Barat dan Labuan Bajo. Fasilitas Pelabuhan Maumere serta salah satu bangunan hotel di Labuan Bajo turut dilaporkan mengalami kerusakan.

BNPB menyampaikan bahwa data korban dan kerusakan masih dalam proses verifikasi bersama pemerintah daerah, BPBD, BMKG dan unsur terkait. Dalam pembaruan BMKG, BNPB menyebut sementara terdapat dua orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

BMKG juga telah menerjunkan tim ke wilayah terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh.
Masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Warga yang bangunannya mengalami retakan atau kerusakan struktural diimbau untuk tidak masuk sebelum mendapatkan kepastian bahwa bangunan tersebut aman.

Informasi mengenai perkembangan korban, kerusakan dan gempa susulan masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Masyarakat disarankan mengikuti pembaruan resmi BMKG, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Seorang Pria di Mamuju Dibekuk Polisi

    Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Seorang Pria di Mamuju Dibekuk Polisi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Seorang pria di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) berinisial SD (35) dibekuk polisi lantaran diduga rudapaksa anak di bawah umur. Penangkapan dilakukan oleh personil Polsek Kalumpang, Rabu, 17 Desember 2025 kemarin. Korban masih berumur 15 tahun, yang merupakan warga Sulawesi Barat. Dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Mamuju, Ipda Herman Basir, membenarkan insiden tersebut. […]

  • RSBM Mamasa Benarkan ada Pasien Nikah di Ruang Perawatan

    RSBM Mamasa Benarkan ada Pasien Nikah di Ruang Perawatan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pihak Rumah Sakit Banua Mamase (RSBM) Mamasa, Kabupaten Mamasa, benarkan adanya sepasang kekasih nikah di ruang perawatan. Menurut direktur RSBM Mamasa, drg. Alfadesta H. Pattinasarany, pihak kelurga keduanya sebelumnya telah meminta izin untuk melangsungkan pernikahan tersebut. Sehingga lanjut Alfadesta, pihaknya menilai itu merupakan perbuatan baik sehingga pihak RS memberi izin ke keluarga […]

  • Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Mamuju Tengah Gelar Aksi Donor Darah

    Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Mamuju Tengah Gelar Aksi Donor Darah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, SULBARUPDATE.ID –Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar aksi kemanusiaan donor darah. Kegiatan yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” ini berlangsung di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Mamuju Tengah pada Senin (15/6/2026). ​Aksi sosial ini diikuti langsung oleh Kapolres Mateng AKBP […]

  • Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM

    Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Langit boleh saja menumpahkan hujan, tetapi kran-kran di rumah warga tetap sunyi. Di tengah guyuran air dari langit, sebagian sudut Kota Mamuju justru merasakan ironi: tanah basah, namun bak penampungan kosong, Mamuju 21/2/2026. Sudah lima hari air dari PDAM Tirta Manakarra tak lagi mengalir di sejumlah titik, salah satunya di BTN […]

  • Seruan Gubernur Sulbar, Mitigasi Bencana dan Penjagaan Lingkungan Mendesak

    Seruan Gubernur Sulbar, Mitigasi Bencana dan Penjagaan Lingkungan Mendesak

    • 1Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menyampaikan penekanan serius terhadap urgensi penguatan mitigasi bencana di seluruh penjuru wilayah di Sulbar. Seruan ini muncul menyikapi tren peningkatan insiden bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia belakangan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Suhardi Duka ketika dimintai tanggapan mengenai kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi […]

  • Harmoni Galungan di Bumi Kondosapata

    Harmoni Galungan di Bumi Kondosapata

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Di bawah langit Desa Pasapa Mambu yang teduh, gema sportivitas dan kidung spiritualitas perlahan melandai, menandai berakhirnya sebuah perhelatan akbar. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, secara resmi menutup gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka merayakan Hari Raya Galungan atau yang akrab dalam kearifan lokal disebut Manuk A’pak, Senin 22 Desember 2025. […]

expand_less