Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Gara-gara Musik Kencang, Dua Tetangga di Majene Nyaris Adu Jotos

Gara-gara Musik Kencang, Dua Tetangga di Majene Nyaris Adu Jotos

  • account_circle Juita
  • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
  • visibility 524
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Ketenangan warga di Lingkungan Battayang, Kelurahan Banggae, Kabupaten Majene, sempat terusik akibat perselisihan antar tetangga pada Selasa (12/5/2026).

Masalah sepele berupa volume musik yang terlalu keras nyaris memicu konflik besar sebelum akhirnya berhasil diredam melalui pendekatan problem solving oleh kepolisian setempat.

​Insiden ini bermula saat warga berinisial E (Pihak I) melayangkan teguran kepada tetangganya, A (Pihak II).

Sehingga E merasa terganggu dengan suara musik dari rumah A yang diputar dengan volume tinggi di tengah pemukiman padat.

​Alih-alih mereda, teguran tersebut justru memicu adu mulut dan ketegangan antar kedua belah pihak.

Khawatir situasi memanas dan berujung pada tindakan fisik, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Banggae, Brigpol Aco Muhammad Nur Alim, bergerak cepat. Didampingi Lurah Banggae, Kepala Lingkungan, dan Ketua RT setempat, pihak kepolisian memediasi kedua warga yang berselisih tersebut secara kekeluargaan.

​”Kami mengedepankan pendekatan humanis. Kuncinya adalah komunikasi yang baik dan rasa toleransi. Hidup bertetangga itu harus saling menghormati agar ketenteraman lingkungan tetap terjaga,” ujar Brigpol Aco di hadapan kedua belah pihak.

​Proses mediasi yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut membuahkan hasil positif. Setelah mendengarkan arahan dari Bhabinkamtibmas, baik E maupun A sepakat untuk menyudahi perselisihan mereka.

Alhasil kedua belah pihak saling memaafkan atas ketegangan yang terjadi. Pihak II (A) sepakat untuk lebih memperhatikan volume musik agar tidak mengganggu kenyamanan tetangga.

​Kedua pihak berjanji akan mengedepankan musyawarah jika terjadi masalah di kemudian hari.

​Keberhasilan mediasi ini diapresiasi tinggi oleh masyarakat Battayang. Langkah cepat Brigpol Aco dinilai efektif dalam mencegah potensi konflik sosial di tingkat bawah.

​Brigpol Aco menegaskan bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ia mengimbau warga untuk selalu menjaga etika bertetangga dan tidak ragu melibatkan aparat kelurahan atau kepolisian jika menemui kendala yang sulit diselesaikan secara pribadi.

​Hingga berita ini diturunkan, situasi di Lingkungan Battayang dilaporkan kembali aman, damai, dan kondusif. (***)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sektor Peternakan Babi di Mamasa Berpotensi Tinggi, DPRD Desak Intervensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat

    Sektor Peternakan Babi di Mamasa Berpotensi Tinggi, DPRD Desak Intervensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.id — Potensi sektor peternakan, khususnya ternak babi di Kabupaten Mamasa, dinilai menjadi kunci strategis untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih serius melakukan intervensi anggaran serta membangun kolaborasi lintas instansi hingga ke tingkat kementerian. Anggota DPRD Mamasa, Arwin Rahman, […]

  • PAD Jadi Perhatian, Bapenda Sulbar Perkuat Koordinasi Pengelolaan dengan BPK RI Sulbar

    PAD Jadi Perhatian, Bapenda Sulbar Perkuat Koordinasi Pengelolaan dengan BPK RI Sulbar

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat tata kelola pengelolaan pendapatan daerah melalui koordinasi intensif dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Barat. Hal tersebut ditandai dengan diterimanya Tim BPK di Ruang Bidang Pendapatan Daerah Bapenda Sulbar pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan koordinasi ini membahas pengelolaan dan penyajian data […]

  • BPBD Sulbar Perkuat Edukasi Kebencanaan di Sekolah, Wujudkan Generasi Tangguh Bencana

    BPBD Sulbar Perkuat Edukasi Kebencanaan di Sekolah, Wujudkan Generasi Tangguh Bencana

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menegaskan komitmennya dalam memberikan edukasi kebencanaan secara berkelanjutan kepada sekolah-sekolah yang ada di wilayah Sulbar. Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini serta meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi potensi ancaman bencana. Edukasi kebencanaan harus menjadi bagian dari […]

  • Munafri Arifuddin Kantongi 19 Rekomendasi DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel

    Munafri Arifuddin Kantongi 19 Rekomendasi DPD II Jelang Musda Golkar Sulsel

    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULBARUPDATE.ID – Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki babak krusial untuk segera dihelat pada Februari 2026 mendatang. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mematangkan rencananya untuk maju sebagai kontestan bergensi di internal Golkar Sulsel yaitu Musda DPD I Golkar Sulsel. 19 DPD II Golkar Kabupaten/Kota sudah menyerahkan surat rekomendasi dukungan kepada […]

  • Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Cuaca yang Fluktuatif

    Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Cuaca yang Fluktuatif

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan fokus penuh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulbar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, mengingat kondisi cuaca yang masih sering berubah-ubah (Fluktuatif) dan berpotensi menimbulkan bencana. “Saya berharap seluruh personel tetap fokus, […]

  • Usai Jembatan di Botteng Ambruk, Warga Gotong Royong Angkut Kayu dari Hutan

    Usai Jembatan di Botteng Ambruk, Warga Gotong Royong Angkut Kayu dari Hutan

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa. Warga Desa Botteng, Desa Kondo, dan Desa Passembuk bahu-membahu mengangkat material kayu secara manual untuk membangun jembatan darurat setelah jembatan utama di wilayah tersebut ambruk total. ​Ambruknya jembatan yang berlokasi di Desa Botteng tersebut menyebabkan akses transportasi […]

expand_less