Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam

Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sel, 16 Des 2025
  • visibility 598
  • comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id — Talut penahan perkampungan di Dusun Salu Katambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntu Malangka (Bumal), Kabupaten Mamasa, ambalas. Satu dusun terancam.

Kondisi tersebut memicu krisis kecemasan mendalam di kalangan warga yang bermukim di zona rentan longsor.

Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu dipicu tingginya curah hujan pada beberapa pekan terakhir di wilayah Kabupaten Mamasa.

Kondisi darurat ini sekaligus menguji kapabilitas responsif Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam menjamin keselamatan populasi.

Merespon hal itu, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, mengambil inisiatif untuk turun langsung meninjau lokasi bencana, Senin, 15 Desember 2025.

Kehadiran Bupati Mamasa, merupakan manifestasi nyata dari etos kepemimpinan yang mengedepankan kehadiran negara di palagan musibah.

Langkah ini memastikan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak tereduksi sekadar formalitas administrasi.

Di tengah lanskap permukiman yang terancam bahaya geologis, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menggelar dialog substantif dengan warga dan perangkat desa.

Fokus pembahasan tidak hanya terbatas pada kerusakan infrastruktur talut, melainkan merambah pada aspek esensial berupa jaminan rasa aman permanen bagi rumah-rumah yang berlokasi persis di kaki tebing rawan longsor.

Welem Sambolangi menegaskan urgensi implementasi langkah-langkah antisipatif guna meminimalisasi risiko bencana ikutan.

Welem Sambolangi dorong agar penanganan dilakukan secara cermat dan didasarkan pada kajian teknis mendalam.

Tujuannya adalah merumuskan solusi yang tidak bersifat artifisial atau temporer, melainkan mampu menghela perlindungan jangka panjang bagi permukiman komunal.

“Peninjauan langsung oleh kepala daerah ini memberikan dampak psikologis signifikan bagi masyarakat,” ujar Welem.

Sebagai dukungan tahap awal di masa darurat, Bupati Mamasa juga menyerahkan bantuan logistik berupa beras kepada keluarga yang terdampak.

Kepala Desa Penatangan, Sukduk Baruga, mengapresiasi kehadiran Bupati, menilai bahwa kunjungan ini melampaui formalitas seremonial, tetapi merupakan empati dan tanggung jawab moral pemerintah.

“Mewakili segenap masyarakat Desa Penatangan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati yang berkenan meninjau langsung kondisi kami,” ungkap Kades.

Ia mengaku, Warga di Dusun Katambi, yang berada dalam ancaman, merasa diperhatikan dan dikuatkan dengan kehadiran pemerintah daerah.

Ia menyuarakan harapan agar rencana mitigasi dan penanganan yang telah disampaikan Bupati Mamasa dapat diimplementasikan secara konsisten dan berkesinambungan.

“Kami berharap permukiman kami dapat dipulihkan ke kondisi aman, sehingga warga dapat melanjutkan aktivitas tanpa dibayangi ketakutan akan longsor,”pungkasnya.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum PNS di Mamuju Terjaring Penggerebekan Narkoba Jenis Sabu

    Oknum PNS di Mamuju Terjaring Penggerebekan Narkoba Jenis Sabu

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Mamuju berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu yang beroperasi di pusat kota. Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Kamis (8/1/2026) sore tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka, di mana salah satu di antaranya diketahui merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Operasi senyap yang dipimpin langsung oleh […]

  • JSM: Saya Bangga Bekerja Bersama SDK Bangun Sulbar

    JSM: Saya Bangga Bekerja Bersama SDK Bangun Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menyampaikan rasa bangganya bisa bekerja bersama Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dalam membangun Sulbar. Ia menyebut kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka terbukti kuat, terutama dalam pengelolaan pemerintahan dan pengendalian ekonomi. “Saya sungguh merasa bangga bekerja sama dengan bapak Suhardi Duka dalam membangun Sulbar,” ujarnya saat […]

  • Momentum Hari Kesadaran Nasional, Wagub Sulbar Tegaskan Disiplin ASN Harga Mati

    Momentum Hari Kesadaran Nasional, Wagub Sulbar Tegaskan Disiplin ASN Harga Mati

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, secara tegas menancapkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi fundamental yang tak terpisahkan dari upaya penguatan kinerja birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Penegasan ini disampaikan dalam momentum Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dipimpinnya, Rabu, 17 Desember 2025. Wagub Salim S. Mengga menjadikan […]

  • Pemprov Sulbar Buka Suara Soal Nonjob 95 ASN

    Pemprov Sulbar Buka Suara Soal Nonjob 95 ASN

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merespon informasi terkait mutasi 95 aparatur sipil negara (ASN). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sulbar, Herdin Ismail, menegaskan jumlah tersebut tidak sepenuhnya benar. “Pada dasarnya, jumlah yang dimutasi hanya 55 pejabat administrator. termasuk dua pejabat fungsional yang naik jenjang madya, satu orang pensiun, […]

  • DPRD Mamuju Tengah Bedah LKPJ Bupati 2025 dan Dua Ranperda Strategis

    DPRD Mamuju Tengah Bedah LKPJ Bupati 2025 dan Dua Ranperda Strategis

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Rabu (1/4/2026). ​Selain mengevaluasi kinerja pemerintah daerah, rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Mateng ini juga menyoroti dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) […]

  • Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

    Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Penggunaan istilah yang dinilai tidak etis dalam penamaan jalur atau lokasi tertentu kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Mamasa. Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial Facebook memicu diskusi publik setelah menampilkan sebuah spanduk bertuliskan “Tanjakan Janda Terjepit” di sebuah jalur lintasan motor trail. ​Penamaan tersebut dinilai melampaui batas kewajaran […]

expand_less