Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Kades Bombong Lambe Angkat Bicara Perihak Dugaan Korupsi Program Agroforestry Tahun 2025

Kades Bombong Lambe Angkat Bicara Perihak Dugaan Korupsi Program Agroforestry Tahun 2025

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 30 Jul 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Kepala Desa Bombong Lambe, Kecamatan Mamasa, Andri Parerungan, membantah tuduhan terkait dugaan tindak pidana korupsi pada program Penanaman Pola Agroforestry Integrasi dengan Teknik Konservasi Tanah Forest Programme IV Tahun Anggaran 2025.

​Pernyataan ini disampaikan Andri menanggapi sorotan aktivis pemerhati daerah, Marthen Ma’dika, yang menduga adanya potensi kerugian negara hingga ratusan juta rupiah dalam pelaksanaan proyek di desanya.

​”Tidak benar itu, Dinda. Pembayaran anggaran program tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan progres penanaman di lapangan,” ujar Andri saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Kamis (30/7/2026).

​Program yang didanai melalui Hibah Luar Negeri (HLN) DIPA 029 BPDAS Jeneberang Saddang ini melibatkan dua Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Bombong Lambe, yakni KTH Siangkaraah (55 hektare) dan KTH Sikamase (30 hektare).

Total alokasi lahan mencapai 85 hektare dengan target target akhir penanaman sebanyak 34.000 bibit.

​Sebelumnya, Marthen Ma’dika menuding adanya penyimpangan dalam bentuk pemotongan alokasi biaya penanaman, penahanan dana pemeliharaan, hingga manipulasi laporan pertanggungjawaban.

Menurut rincian kalkulasi Marthen, biaya penanaman di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dialokasikan sebesar Rp5.000 per batang. Namun, ia mengklaim realisasi di lapangan hanya sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 per batang.

​”Terdapat dugaan selisih pemotongan mencapai Rp2.500 per batang, atau setara dengan Rp531,25 juta,” ungkap Marthen, Kamis (30/7/2026).

​Menanggapi tuduhan penyelewengan dana tersebut, Andri meluruskan rincian alokasi anggaran yang sebenarnya.

Ia menjelaskan bahwa nominal Rp5.000 per pohon merupakan biaya untuk alokasi pengadaan bibit, bukan biaya jasa penanaman.

Sementara itu, untuk biaya operasional penanaman memang ditetapkan sebesar Rp3.000 per pohon.

​Andri menambahkan bahwa pencairan dana disesuaikan secara ketat dengan hasil realisasi penanaman oleh kelompok tani.

​”Misalkan target tahun ini 4.000 pohon, tetapi yang baru berhasil ditanam 2.000 pohon, maka yang dibayarkan hanya untuk 2.000 pohon tersebut,” jelasnya.

​Sejak program berjalan pada tahun 2025, Andri mencatat sekitar 15.000 pohon telah selesai ditanam dan dananya sudah dicairkan sesuai prosedur.

​Ia juga menampik tuduhan mengenai tingkat kegagalan tanam yang tinggi, di mana kabar sebelumnya menyebutkan tingkat kelangsungan hidup bibit hanya mencapai 30 persen.

Andri mengakui adanya tanaman yang mati, namun jumlahnya dinilai relatif kecil dan normal.

​”Memang ada tanaman yang mati, tetapi jumlahnya tidak signifikan. Lagipula, jika ada bibit yang mati, pihak balai sudah menyediakan alokasi anggaran penyulaman khusus untuk menggantinya,” pungkas Andri.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Berdasarkan data terbaru capaian tingkat provinsi, Mamuju Tengah sukses menempati posisi puncak di antara kabupaten lainnya di Sulawesi Barat dengan raihan skor 63,82. Angka tersebut menempatkan Mamuju Tengah dalam kategori “Inovatif” dan menjadikannya satu-satunya kabupaten di provinsi tersebut […]

  • Ahmad Ali: PSI Instruksikan Kader Bangun Dapur MBG di Setiap Daerah

    Ahmad Ali: PSI Instruksikan Kader Bangun Dapur MBG di Setiap Daerah

    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULBARUPDATE.ID — Dalam langkah yang dinilai tidak biasa bagi partai politik, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh struktur partainya untuk membangun minimal satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap provinsi di Indonesia — sebuah perintah organisasi yang jauh melampaui peran politik konvensional. Instruksi ini disampaikan oleh Ahmad Ali, Ketua Harian […]

  • Dugaan Temuan Dana BTT Tahun 2025 di Mamasa, Ini Penjelasan Kadis PUPR 

    Dugaan Temuan Dana BTT Tahun 2025 di Mamasa, Ini Penjelasan Kadis PUPR 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) Oktovianus Masuang, akhirnya buka suara terkait dugaan kejanggalan dalam alokasi anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) tahun 2025.  Isu ini sempat menyoroti sejumlah proyek infrastruktur di bawah naungan dinas yang dipimpinnya. Oktovianus menjelaskan bahwa sejumlah proyek yang bersumber dari dana […]

  • SMM Tagih Janji Jokowi, Desak Kaesang Kawal Pembangunan Pasar Rakyat Mamasa

    SMM Tagih Janji Jokowi, Desak Kaesang Kawal Pembangunan Pasar Rakyat Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Organisasi kepemudaan Sinergi Muda Mamasa (SMM) melayangkan desakan keras kepada Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, untuk menuntaskan pembangunan Pasar Rakyat di Mamasa. Proyek tersebut merupakan janji langsung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang hingga kini dinilai jalan di tempat. Aspirasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Pembina SMM, Salmon Soppang, […]

  • Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Manajemen Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Majene secara resmi memberikan klarifikasi tertulis guna meluruskan polemik yang berkembang di ranah publik dan media sosial. Langkah ini diambil menyusul adanya narasi yang mengeklaim adanya penyajian makanan tidak layak konsumsi (basi) bagi peserta didik di lingkungan sekolah, Rabu, 17 Desember 2025. Melalui hasil investigasi […]

  • Bupati Mamasa Lantik Cahyani Octavia Jadi Sekwan, Welem: Jaga Netralitas dan Jangan Menutup Diri

    Bupati Mamasa Lantik Cahyani Octavia Jadi Sekwan, Welem: Jaga Netralitas dan Jangan Menutup Diri

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, resmi melantik Cahyani Octavia sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Kabupaten Mamasa.  Prosesi pelantikan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Kerja Bupati Mamasa pada Jumat (19/06/2026). Seusai pelantikan, Bupati Welem menekankan pentingnya bagi pejabat baru untuk segera beradaptasi dan menjalankan tugas serta tanggung jawab dengan optimal.  Ia mengingatkan […]

expand_less