Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Dugaan Temuan Dana BTT Tahun 2025 di Mamasa, Ini Penjelasan Kadis PUPR 

Dugaan Temuan Dana BTT Tahun 2025 di Mamasa, Ini Penjelasan Kadis PUPR 

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
  • visibility 355
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) Oktovianus Masuang, akhirnya buka suara terkait dugaan kejanggalan dalam alokasi anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) tahun 2025. 

Isu ini sempat menyoroti sejumlah proyek infrastruktur di bawah naungan dinas yang dipimpinnya.

Oktovianus menjelaskan bahwa sejumlah proyek yang bersumber dari dana BTT tersebut sebenarnya telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Barat. 

Ia pun tidak menampik adanya beberapa catatan koreksi dari tim auditor dalam laporan hasil pemeriksaan tersebut.

“Setelah diaudit, memang ada beberapa item pekerjaan yang mendapat catatan,” ujar Oktovianus saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, Oktovianus menegaskan bahwa pihak Dinas PUPR bergerak cepat merespons temuan tersebut. 

Menurutnya, seluruh rekomendasi perbaikan dari BPK telah diselesaikan oleh jajarannya.

“Namun, kami sudah melakukan perbaikan dan menindaklanjuti semua hal yang menjadi catatan dari Tim Auditor,” tambahnya.

Oktovianus mengatakan, pihak dinas sangat terbuka terhadap fungsi kontrol publik. Kendati begitu, ia mengimbau agar setiap kritik yang dilayangkan tetap rasional dan memiliki dasar yang kuat.

“Sebab, seluruh proses pekerjaan ini sudah melalui mekanisme audit oleh lembaga yang berwenang,” tegas Oktovianus.

Pernyataan resmi ini dikeluarkan menyusul aksi sejumlah informasi yang menyeret adanya dugaan penyalahgunaan dana BTT pada dinas PUPR Mamasa.

Diberitakan sebelumnya, dugaan penyalahgunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2025 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa kini tengah jadi sorotan publik. 

Kasus yang diduga merugikan negara hingga hampir Rp1 miliar tersebut dilaporkan sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa.

Isu ini mencuat ke publik seiring dengan adanya rencana aksi unjuk rasa yang digagas oleh sejumlah aktivis di Kabupaten Mamasa dalam beberapa hari terakhir.

Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mamasa, Rihardes, mendesak pihak kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Kami meminta Kejaksaan Negeri Mamasa segera mendalami dan mengusut tuntas temuan BPK terkait penggunaan dana BTT di Dinas PUPR Tahun Anggaran 2025. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan uang rakyat,” ujar Rihardes kepada wartawan, Senin (22/6/2026).(**)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Drainase Tak Ada, Air Masuk Ke Rumah Warga Saat Hujan di Lakahang

    Drainase Tak Ada, Air Masuk Ke Rumah Warga Saat Hujan di Lakahang

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Tidak Adanya saluran drainase di jalan poros Mamasa-Mamuju memicu persoalan serius bagi masyarakat Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.  Setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut, air dari badan jalan meluap dan langsung menerjang masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat warga sekitar selalu dilingkupi rasa cemas. Tanpa adanya parit atau […]

  • Waduh..! Agenda Penting, Kursi Kosong Mendominasi Paripurna Pengusulan Pemberhentian Wagub.

    Waduh..! Agenda Penting, Kursi Kosong Mendominasi Paripurna Pengusulan Pemberhentian Wagub.

    • 0Komentar

    Mamuju –  Sulbarupdate.id – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Barat dengan agenda pengusulan pemberhentian secara hormat Wakil Gubernur Sulbar berlangsung dalam suasana yang relatif tenang, Kamis (2/4/2026). Meski menjadi agenda penting yang dihadiri lansung oleh Gubernur Sulawesi Barat H. Suhardi Suka, jumlah kehadiran anggota dewan dalam rapat tersebut terlihat belum maksimal. Berdasarkan pantauan di dalam […]

  • Mangkir RDP Dua Kali, DPRD Makassar Ancam Panggil Paksa PT GMTD

    Mangkir RDP Dua Kali, DPRD Makassar Ancam Panggil Paksa PT GMTD

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar berang terhadap sikap PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) yang mangkir dalam rapat dengar pendapat (RDP) sebanyak dua kali berturut-turut. DPRD kini membuka opsi pemanggilan paksa hingga rekomendasi penghentian sementara perizinan terhadap pengembang tersebut. Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Imam Muzakkar, menegaskan bahwa […]

  • Pengaruh Miras, Pria di Mamuju Tega Aniaya Ayahnya Sendiri Hingga Luka Robek

    Pengaruh Miras, Pria di Mamuju Tega Aniaya Ayahnya Sendiri Hingga Luka Robek

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Seorang pria berinisial SP (30) tega menganiaya ayah kandungnya sendiri, BC (60), di kediaman mereka di Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Peristiwa tragis ini dipicu lantaran pelaku emosi permintaannya meminta uang ditolak oleh korban. ​Kepada awak media Kapolsek Kalukku, AKP Hadaming, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian langsung bergerak […]

  • Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, hingga akhir Juni 2026, hak atas Gaji 13 yang sangat dinanti-nantikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak justru tak kunjung menemui kejelasan. ​Keterlambatan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan abdi negara. Pasalnya, kabupaten lain di […]

  • Nestapa Arif Usman di Mamuju Tengah, Tinggal dalam Gubuk Sempit 2×3 Meter

    Nestapa Arif Usman di Mamuju Tengah, Tinggal dalam Gubuk Sempit 2×3 Meter

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Ketika senja perlahan tenggelam di cakrawala Mamuju Tengah, kegelapan tidak hanya menyelimuti bumi, tetapi juga menyergap sebuah gubuk ringkih berukuran 2×3 meter. Di sanalah, Arif Usman (58) dan putra kecilnya, RD (11), merajut hidup dalam kesunyian yang mencekam. ​Bagi Arif, rumah bukanlah bangunan kokoh dengan atap megah, melainkan sebuah ruang sempit […]

expand_less