Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 863
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit mendung yang menyelimuti pegunungan Kecamatan Mambi, kesunyian bukan lagi tanda kedamaian melainkan saksi bisu atas sebuah pengkhianatan terhadap hak dasar anak bangsa.

Di SDN 014 Saluang, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, lonceng sekolah berbunyi setiap pagi, namun bagi para siswa Muslim di sana, suara itu hanyalah penanda dimulainya ruang hampa yang panjang.

​Sebuah potret memilukan mendadak menggetarkan jagat maya setelah akun media sosial “Mambi Update” mengunggah keberanian tiga bocah sekolah dasar.

Tanpa seragam mewah, mereka berdiri tegar sambil membentangkan spanduk sederhana yang ditulis dengan sisa-sisa harapan.

Pesannya menusuk jantung siapa pun yang membacanya, sebuah laporan langsung kepada pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini bahwa Presiden, selama empat tahun mereka tidak belajar Agama Islam karena guru mereka tak pernah menginjakkan kaki di kelas.

​Luka pendidikan ini bukanlah rintihan yang baru kemarin sore terjadi. Sejak tahun 2021, bangku-bangku pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah itu telah berdebu, ditinggalkan kosong tanpa bimbingan seorang guru.

Selama seribu empat ratus hari lebih, anak-anak di pelosok Mamasa ini dipaksa menelan kenyataan pahit bahwa identitas spiritual dan moral mereka seolah dianggap tidak penting oleh sistem yang berkuasa.

​Kenyataan pahit ini dikonfirmasi dengan nada getir oleh perwakilan Pemuda Pamoseang, Muhammad Ikbal.

Dengan suara yang bergetar menahan amarah, Ikbal menegaskan bahwa ini bukan sekadar masalah teknis administrasi atau kekosongan jabatan, melainkan sebuah kelalaian sistematis yang menghancurkan pembentukan karakter generasi muda.

Ia mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah sekolah dibiarkan lumpuh secara spiritual selama bertahun-tahun tanpa ada tangan pemerintah yang menjangkau mereka.

​Kejadian ini menjadi potret buram sekaligus monumen kegagalan distribusi tenaga pendidik di wilayah terpencil. Di saat anak-anak di kota besar berpindah dari satu pelajaran ke pelajaran lain dengan fasilitas lengkap, anak-anak Desa Pamoseang harus berjuang melawan pengabaian.

Spanduk yang mereka pegang bukan sekadar kain bertulisan, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang merampas hak mereka untuk mengenal Tuhan melalui pendidikan formal.

​Hingga saat ini, jeritan dari pegunungan Mambi itu masih menggantung di udara, menunggu jawaban nyata dari otoritas terkait.

Masyarakat kini menanti apakah pemerintah akan terus menutup mata atau akhirnya bergerak menjemput impian anak-anak SDN 014 Saluang yang hanya ingin belajar mengaji dan memahami agama mereka sendiri di sekolah kebanggaan mereka.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPMPTSP Mamuju Tengah Beri Penghargaan kepada Tujuh Pegawai Teladan

    DPMPTSP Mamuju Tengah Beri Penghargaan kepada Tujuh Pegawai Teladan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mamuju Tengah, berikan penghargaan kepada tujuh pegawai teladan. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan dan kinerja mereka dalam menjalankan tugas. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Syukuran CPNS dan Penguatan Budaya Kerja yang digelar DPMPTSP Mamuju Tengah, Rabu (12/8/2026). Kegiatan itu juga […]

  • Sambut Dies Natalis ke-76, GMKI Cabang Toraja Gelar Aksi Bersih di Objek Wisata Bukit Singki

    Sambut Dies Natalis ke-76, GMKI Cabang Toraja Gelar Aksi Bersih di Objek Wisata Bukit Singki

    • 0Komentar

    TORAJA, Sulbarupdate.id – Menjelang peringatan hari jadi ke-76 pada 9 Februari 2026 mendatang, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Toraja melaksanakan aksi bakti sosial di objek wisata religi Bukit Singki, Rantepao, Toraja Utara, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan bertajuk “Pra-Dies Natalis” ini difokuskan pada pembersihan lingkungan di sekitar ikon Salib Raksasa yang menjadi tengara (landmark) Kota Rantepao. […]

  • Pemkab Maros Alokasikan Rp5 Miliar untuk 100 Titik Lampu Jalan Tenaga Surya 2026

    Pemkab Maros Alokasikan Rp5 Miliar untuk 100 Titik Lampu Jalan Tenaga Surya 2026

    • 0Komentar

    MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memperkuat infrastruktur di wilayah pedesaan dengan merencanakan pemasangan 100 titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan akses penerangan hingga ke pelosok daerah. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Maros telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan […]

  • Minibus Hantam Dua Rumah di Majene, Dua Orang Terluka

    Minibus Hantam Dua Rumah di Majene, Dua Orang Terluka

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Poros Majene–Mamuju, tepatnya di Lingkungan Passarang, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Minggu dini hari (3/5/2026) sekitar pukul 02.20 WITA. Insiden tersebut melibatkan satu unit minibus Daihatsu Sigra berwarna silver dengan nomor polisi DD 1544 MS. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Fattoni (29), warga Dusun […]

  • Kejati Sulbar Disorot Usai Terima 2 Sapi Kurban dari Pemprov, Gabungan LSM Layangkan Mosi Tidak Percaya

    Kejati Sulbar Disorot Usai Terima 2 Sapi Kurban dari Pemprov, Gabungan LSM Layangkan Mosi Tidak Percaya

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Sorotan publik terhadap hubungan antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah kembali mencuat di Sulawesi Barat. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar setelah menerima dua ekor sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjelang Hari Raya Idul Adha. Pemberian hewan kurban tersebut memicu beragam tanggapan di tengah masyarakat. […]

  • Gempa M 6,7 di Palu Terasa hingga Majene, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

    Gempa M 6,7 di Palu Terasa hingga Majene, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

    • 0Komentar

    ​MAJENE, Sulbarupdate.id – Kepanikan melanda warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, setelah guncangan gempa bumi bermagnitudo (M) 6,7 yang berpusat di Palu, Sulawesi Tengah, turut dirasakan kuat di wilayah mereka pada Selasa (16/6/2026). Getaran yang berlangsung selama beberapa menit tersebut memaksa masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. ​Berdasarkan data awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika […]

expand_less