Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 647
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit mendung yang menyelimuti pegunungan Kecamatan Mambi, kesunyian bukan lagi tanda kedamaian melainkan saksi bisu atas sebuah pengkhianatan terhadap hak dasar anak bangsa.

Di SDN 014 Saluang, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, lonceng sekolah berbunyi setiap pagi, namun bagi para siswa Muslim di sana, suara itu hanyalah penanda dimulainya ruang hampa yang panjang.

​Sebuah potret memilukan mendadak menggetarkan jagat maya setelah akun media sosial “Mambi Update” mengunggah keberanian tiga bocah sekolah dasar.

Tanpa seragam mewah, mereka berdiri tegar sambil membentangkan spanduk sederhana yang ditulis dengan sisa-sisa harapan.

Pesannya menusuk jantung siapa pun yang membacanya, sebuah laporan langsung kepada pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini bahwa Presiden, selama empat tahun mereka tidak belajar Agama Islam karena guru mereka tak pernah menginjakkan kaki di kelas.

​Luka pendidikan ini bukanlah rintihan yang baru kemarin sore terjadi. Sejak tahun 2021, bangku-bangku pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah itu telah berdebu, ditinggalkan kosong tanpa bimbingan seorang guru.

Selama seribu empat ratus hari lebih, anak-anak di pelosok Mamasa ini dipaksa menelan kenyataan pahit bahwa identitas spiritual dan moral mereka seolah dianggap tidak penting oleh sistem yang berkuasa.

​Kenyataan pahit ini dikonfirmasi dengan nada getir oleh perwakilan Pemuda Pamoseang, Muhammad Ikbal.

Dengan suara yang bergetar menahan amarah, Ikbal menegaskan bahwa ini bukan sekadar masalah teknis administrasi atau kekosongan jabatan, melainkan sebuah kelalaian sistematis yang menghancurkan pembentukan karakter generasi muda.

Ia mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah sekolah dibiarkan lumpuh secara spiritual selama bertahun-tahun tanpa ada tangan pemerintah yang menjangkau mereka.

​Kejadian ini menjadi potret buram sekaligus monumen kegagalan distribusi tenaga pendidik di wilayah terpencil. Di saat anak-anak di kota besar berpindah dari satu pelajaran ke pelajaran lain dengan fasilitas lengkap, anak-anak Desa Pamoseang harus berjuang melawan pengabaian.

Spanduk yang mereka pegang bukan sekadar kain bertulisan, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang merampas hak mereka untuk mengenal Tuhan melalui pendidikan formal.

​Hingga saat ini, jeritan dari pegunungan Mambi itu masih menggantung di udara, menunggu jawaban nyata dari otoritas terkait.

Masyarakat kini menanti apakah pemerintah akan terus menutup mata atau akhirnya bergerak menjemput impian anak-anak SDN 014 Saluang yang hanya ingin belajar mengaji dan memahami agama mereka sendiri di sekolah kebanggaan mereka.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Kelangkaan Obat, Dinkes P2KB Sulbar Distribusikan Logistik TBC ke Enam Kabupaten

    Cegah Kelangkaan Obat, Dinkes P2KB Sulbar Distribusikan Logistik TBC ke Enam Kabupaten

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat memastikan ketersediaan logistik Program Tuberkulosis (TBC) di seluruh wilayah Bumi Manakarra. Melalui Instalasi Farmasi Provinsi, Dinkes P2KB mulai menyalurkan stok obat dan alat pendukung ke enam kabupaten secara bertahap. Langkah ini diambil untuk menjamin fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes)—mulai […]

  • Kemenko Polkam Bidik Peningkatan Indeks Kemerdekaan Pers Melalui Literasi Digital

    Kemenko Polkam Bidik Peningkatan Indeks Kemerdekaan Pers Melalui Literasi Digital

    • 1Komentar

    ​MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menetapkan penguatan literasi digital sebagai strategi utama untuk mendongkrak Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) nasional. Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Perumusan Strategi Berbasis Indikator yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Rabu (15/4/2026). ​Pemerintah menargetkan kenaikan status IKP, khususnya di wilayah Indonesia Timur, dari […]

  • Ada Aktivitas Orang Asing di Kawasan Hutan Botteng Berseragam Mirip Militer

    Ada Aktivitas Orang Asing di Kawasan Hutan Botteng Berseragam Mirip Militer

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Tokoh masyarakat Sulawesi Barat, H. Damris, menyoroti adanya dugaan aktivitas orang asing di kawasan hutan wilayah Taludu, yang kemudian menjadi perhatian publik setelah diunggah melalui akun media sosial miliknya. Sabtu, 4/4/2026. “Orang luar yang tidak bisa berbahasa Indonesia berkeliaran dalam hutan di wilayah Taludu dengan memakai pakaian seragam loreng tentara China. […]

  • Dikukuhkan Jadi Guru Besar FH UGM, Prof. Zainal Arifin Mochtar Soroti Independensi Lembaga Negara

    Dikukuhkan Jadi Guru Besar FH UGM, Prof. Zainal Arifin Mochtar Soroti Independensi Lembaga Negara

    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, SULBARUPDATE.ID- Independensi lembaga negara dinilai semakin tergerus, khususnya lembaga yudisial dan lembaga independen. Hal ini akibat menguatnya arus konservatisme politik dan intervensi kekuasaan dalam praktik demokrasi di Indonesia. Independensi lembaga negara, khususnya lembaga yang berfungsi sebagai penyeimbang cabang kekuasaan politik seperti eksekutif dan legislatif, dinilai kian tergerus oleh dinamika global. Pelemahan independensi tersebut terutama […]

  • Warga Serbu Pangan Murah di Topoyo Mamuju Tengah

    Warga Serbu Pangan Murah di Topoyo Mamuju Tengah

    • 1Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kembali gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Camat Topoyo, Kamis 14 Mei 2026. Terpantau di lokasi antusiasme warga sangat tinggi menyambut pangan murah terdebut. Bahkan masyarakat rela antre untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. […]

  • Sambut 1 Muharam 1448 Hijriah, Ribuan Santri di Mamuju Tengah Pawai Obor

    Sambut 1 Muharam 1448 Hijriah, Ribuan Santri di Mamuju Tengah Pawai Obor

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Semarak peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, berlangsung meriah dan penuh khidmat pada Senin malam (15/6/2026). ​Ribuan santri, santriwati, serta anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dari berbagai wilayah di Mateng memadati jalanan untuk ambil bagian dalam aksi pawai obor. Tak hanya para […]

expand_less