Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Kejati Sulbar Disorot Usai Terima 2 Sapi Kurban dari Pemprov, Gabungan LSM Layangkan Mosi Tidak Percaya

Kejati Sulbar Disorot Usai Terima 2 Sapi Kurban dari Pemprov, Gabungan LSM Layangkan Mosi Tidak Percaya

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
  • visibility 489
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id — Sorotan publik terhadap hubungan antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah kembali mencuat di Sulawesi Barat.

Kali ini, perhatian masyarakat tertuju kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar setelah menerima dua ekor sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pemberian hewan kurban tersebut memicu beragam tanggapan di tengah masyarakat.

Sejumlah kalangan menilai penyerahan bantuan kurban dari pihak eksekutif kepada institusi penegak hukum berpotensi menimbulkan persepsi negatif di ruang publik, terlebih dalam situasi ketika independensi aparat penegak hukum menjadi perhatian utama masyarakat.

Sorotan semakin menguat setelah gabungan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sulbar secara terbuka melayangkan mosi tidak percaya kepada Kejati Sulbar.

Mereka mempertanyakan etika serta independensi institusi hukum apabila terlihat terlalu dekat dengan pemerintah daerah yang sewaktu-waktu dapat menjadi objek pengawasan maupun penegakan hukum.

Gabungan LSM Sulbar dalam pernyataannya menyebut bahwa persoalan utama bukan semata-mata nilai bantuan hewan kurban tersebut, melainkan dampak persepsi yang muncul di masyarakat.

Menurut mereka, aparat penegak hukum seharusnya menjaga jarak profesional dengan pihak eksekutif agar tidak menimbulkan dugaan adanya hubungan yang dapat memengaruhi objektivitas penanganan perkara.

“Publik membutuhkan lembaga hukum yang berdiri netral dan independen. Ketika ada kedekatan yang terlalu terlihat antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, maka wajar jika masyarakat mempertanyakan integritas dan independensinya,” ujar salah satu perwakilan LSM dalam keterangannya.

Mereka juga menilai bahwa simbol-simbol kedekatan seperti pemberian bantuan atau fasilitas dari pemerintah kepada aparat penegak hukum dapat memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat, terutama dalam situasi ketika publik sedang menyoroti berbagai isu tata kelola pemerintahan daerah.

Sebagai bentuk protes moral, gabungan LSM Sulbar mengaku telah menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Kejati Sulbar.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk kritik terbuka agar institusi penegak hukum tetap menjaga marwah dan independensi lembaga.

Dalam pernyataannya, mereka meminta agar seluruh aparat penegak hukum di daerah lebih berhati-hati menerima bantuan, hibah, maupun bentuk pemberian lain dari pihak yang memiliki hubungan langsung dengan kekuasaan pemerintahan.

LSM juga meminta agar Kejati Sulbar memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat guna menghindari berkembangnya asumsi negatif yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Sejumlah pengamat hukum dan pemerhati kebijakan publik turut memberikan tanggapan atas polemik tersebut.

Mereka menilai bahwa dalam konteks etika kelembagaan, aparat penegak hukum memang dituntut menjaga jarak profesional dengan lembaga eksekutif.

Menurut mereka, meskipun bantuan hewan kurban dapat dipandang sebagai bentuk silaturahmi atau kegiatan sosial keagamaan, namun sensitivitas publik terhadap independensi aparat hukum saat ini sangat tinggi.

“Dalam perspektif etika publik, bukan hanya soal ada atau tidaknya pelanggaran aturan, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat. Aparat hukum harus menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik persepsi,” ujar seorang pengamat hukum di Majene.

Ia menambahkan bahwa lembaga penegak hukum harus tampil independen, tidak hanya dalam tindakan, tetapi juga dalam simbol dan hubungan sosial dengan pihak yang diawasi.(***) 

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Mamasa Kritik Keras Pernyataan Wakil Bupati Terkait Program MBG

    Aktivis Mamasa Kritik Keras Pernyataan Wakil Bupati Terkait Program MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto kini menuai polemik di tingkat daerah. Pasalnya, beredar kabar bahwa Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman menyebut, harga MBG per porsi berada di harga Rp. 5 ribu. Pernyataan ini menjadi sorotan sejumlah aktivis di Bumi Kondosapata. Aktivis Muda Mamasa, Tambrin, menyampaikan […]

  • Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

    Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali memicu polemik di panggung politik nasional. Perdebatan ini mencuat setelah sejumlah elite partai politik mulai menyuarakan urgensi perubahan sistem pemilihan demi efisiensi anggaran negara. Wacana ini kembali menguat pasca pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti tingginya biaya politik […]

  • Gubernur Sulbar Targetkan Kenaikan IP Setara Cetak Sawah 30 Ribu Hektare

    Gubernur Sulbar Targetkan Kenaikan IP Setara Cetak Sawah 30 Ribu Hektare

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi strategi utama untuk mendongkrak produksi pangan di wilayahnya. Dengan meningkatkan IP dari rata-rata 1,4 menjadi 2, Sulbar diproyeksikan mampu menghasilkan produksi yang setara dengan mencetak 30.000 hektare sawah baru. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Panen Raya Padi dan Pengumuman […]

  • Jadwal Pelantikan Eselon III dan IV di Mamasa Belum Final, Ini Penjelasan Kepala BKD!

    Jadwal Pelantikan Eselon III dan IV di Mamasa Belum Final, Ini Penjelasan Kepala BKD!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Rencana perombakan struktur birokrasi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga saat ini, jadwal pasti pelaksanaan pelantikan bagi pejabat Eselon III dan Eselon IV belum mencapai titik final. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mamasa, Andi Baso Parjuni, saat dikonfirmasi tim Sulbarupdate.id pada Selasa (12/1/2026), belum dapat […]

  • SMM Desak Polres Mamasa Periksa Eks Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa

    SMM Desak Polres Mamasa Periksa Eks Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap dugaan skandal dalam realisasi belanja Tunjangan Profesi Guru (TPG), Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD), serta Tunjangan Khusus Guru (TKG) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2024. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2024, terungkap bahwa realisasi belanja TPG, PNSD, dan TKG tersebut tidak sesuai ketentuan dan […]

  • Sulbar Matangkan Program MBG, Fokus Pemanfaatan Bahan Baku Lokal dan Berkelanjutan

    Sulbar Matangkan Program MBG, Fokus Pemanfaatan Bahan Baku Lokal dan Berkelanjutan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sulbar yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, di Ruang Theater Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 10 Februari 2026. Rapat ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kesiapan dan optimalisasi pelaksanaan program MBG yang merupakan […]

expand_less