DPC GMNI Mamasa Kecam Pengeroyokan Sekretaris DPD Sulbar, Desak Polisi Tangkap Pelaku
- account_circle Whelson
- calendar_month Sen, 8 Jun 2026
- visibility 181
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamasa mengecam keras aksi pengeroyokan yang menimpa Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sulawesi Barat, Yudi. Peristiwa kekerasan tersebut terjadi di Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, pada Minggu (7/6/2026) malam.
Ketua DPC GMNI Mamasa, Toni Mekar, menilai tindakan pengeroyokan tersebut tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga mencederai semangat demokrasi serta mengancam ruang gerak organisasi kemahasiswaan.
“Peristiwa tersebut merupakan tindakan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Ini adalah pelanggaran terhadap hukum serta nilai-nilai kemanusiaan,” kata Toni dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026).
Atas insiden tersebut, DPC GMNI Mamasa mendesak Polresta Mamuju untuk segera bertindak cepat menangkap para pelaku. Toni meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.
Selain penegakan hukum, Toni juga meminta pihak kepolisian memberikan jaminan perlindungan hukum bagi korban, serta memastikan hak-hak Yudi terpenuhi selama proses hukum berjalan. Ia turut mengajak seluruh kader GMNI dan masyarakat luas untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami menegaskan tidak boleh ada ruang bagi praktik kekerasan dalam kehidupan demokrasi. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog yang beradab, bukan dengan cara main hakim sendiri,” tegasnya.
Sebagai bentuk solidaritas organisasi, DPC GMNI Mamasa menyatakan dukungan penuh terhadap proses pemulihan fisik maupun psikologis korban. Toni pun memberikan peringatan keras jika kasus ini lambat ditangani oleh pihak berwajib.
“Jika tuntutan ini tidak diindahkan, ratusan kader DPC GMNI Mamasa akan melakukan konsolidasi besar-besaran untuk turun ke jalan sebagai bentuk protes kami,” pungkas Toni.(**)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
