Dugaan Black Market Bendera Ifada Keruk BBM Subsidi di Sulbar
- account_circle Sulbarupdate
- calendar_month Sab, 15 Agu 2026
- visibility 259
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – BBM bersubsidi jenis Solar di wilayah Sulawesi Barat khususnya di beberapa SPBU di Mamuju Tengah, Pasangkayu, Mamuju dan Majene dan Dalam Kota Mamuju ditengarai dikuras oleh pemain BBM _black market_ kemudian dilarikan ke Sulawesi Tengah.
Informasi awal menyebutkan, harga BBM bersubsidi yang dikuras di sejumlah pertamina dimaksud dijual kembali di Sulawesi Tengah dengan harga tinggi.
Sumber media ini menyebutkan setiap hari ada 60-100 Kl/ton yang disedot di tangki SPBU tertentu di daerah seperri yang disebut di atas. Sarana yang digunakan menyedot kebutuhan vital untuk Rakyat Sulawesi Barat tersebut memakai tangki industri wilayah Lariang (tambang Galian C dan kapal pengangkut limbah sawit).
“Pasar BBM _black market_ di wilayah Sulbar dikuasai satu pemain BBM inisial IH, bendera yang dipakai melintas adalah IFADA,” kata sumber ini pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.
Ia juga menyebut, BBM subsidi disedot dengan mempergunakan mobil tangki pelansir atau biasa Over Tab ( tukar isi) di sekitar SPBU Topoyo dengan harga jual ke pengepul sebesar Rp13.000 s.d. Rp13.500 perliternya.
“Modus ini terbilang rapi karena pengelola BBM spanyol (separuh nyolong) di Sulbar diduga kuat punya setoran uang lintasan Rp3 juta sekali jalan ke daerah tujuan,” ungkapnya.
Selain setoran untuk pengamanan di jalan yang ditengarai nilainya puluhan hingga ratusan juta dalam sebulan, sumber ini juga menyebut, _pengamanan lain_ juga ada ke pekerja media di daerah di mana BBM subsidi itu dikeruk.
Melintas jauh antarprovinsi juga sangat kreatif, seperti merek mobil pengangkut ditutupi stiker dengan bendera Ifada. “Semua bendera yang sama pak,” kata sumber ini.
Hingga berita ini dibuat, belum terkonfirmasi ke para pihak, terutama _pemain black market_ dimaksud.(*)
- Penulis: Sulbarupdate
- Editor: Tim Redaksi
