Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju » Asa di Balik Debu Kopeang, Nestapa Persalinan di Jalan dan Urgensi Sinergi Medis bagi Kaum Marginal

Asa di Balik Debu Kopeang, Nestapa Persalinan di Jalan dan Urgensi Sinergi Medis bagi Kaum Marginal

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Di bawah langit Desa Kopeang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang berdebu, sebuah drama kemanusiaan yang menyesakkan dada kembali terulang.

Ratna, seorang ibu yang tengah bertarung dengan maut demi menghadirkan kehidupan baru, harus menerima kenyataan pahit. ia melahirkan di tengah perjalanan sebelum sempat menyentuh pintu fasilitas kesehatan, Jumat (24/04/2026).

Peristiwa ini bukan sekadar insiden medis, melainkan potret buram aksesibilitas kesehatan bagi masyarakat marginal di pelosok Sulawesi Barat.

Kisah Ratna adalah manifestasi dari ketimpangan yang masih menganga. Di saat modernitas medis diagungkan di pusat kota, warga di daerah terpencil seperti Kopeang masih harus bertaruh nyawa di atas tandu darurat atau kendaraan seadanya.

Minimnya sarana transportasi dan akses jalan yang terjal menciptakan isolasi yang mematikan.

Para pengamat kebijakan publik menilai, insiden ini merupakan “alarm keras” bagi sistem kesehatan nasional. Keterlambatan penanganan bukan disebabkan oleh ketiadaan kompetensi tenaga medis, melainkan oleh fragmentasi sistem yang belum mampu menjangkau hingga ke urat nadi pedalaman.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulbar, Kombes Pol dr. Effri Susanto, menegaskan bahwa solusi tunggal tidak lagi relevan. Ia menyerukan pentingnya integrasi vertikal dan horizontal antar-instansi.

“Kita tidak boleh lagi bekerja dalam sekat-sekat sektoral. Peristiwa ini adalah momentum evaluasi holistik.,” Dr. Effri.

Menurutnya, sinergitas antara pemerintah daerah, otoritas kesehatan, dan aparat keamanan—khususnya melalui instrumen Kedokteran Kepolisian—menjadi imperatif untuk menjamin keselamatan warga di wilayah frontier.

Ia katakan, Dokkes Polri memiliki peran krusial dalam mengisi kekosongan (void) layanan pada situasi darurat. Melalui fungsi Kedokteran Kepolisian yang adaptif, kepolisian dapat bertindak sebagai unit respons cepat, baik dalam evakuasi medis maupun penyediaan layanan kesehatan lapangan di zona-zona yang sulit dijangkau secara konvensional.

Persoalan di Desa Kopeang menuntut transformasi nyata, bukan sekadar retorika pasca-kejadian.

Tragedi yang dialami Ratna adalah cermin retak dari cita-cita luhur kemerdekaan akan layanan kesehatan yang merata. Hak atas kesehatan adalah hak konstitusional yang tidak boleh terhalang oleh tebing yang curam atau jalan yang rusak.

Kasus Kopeang diharapkan menjadi katalisator bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menata ulang arsitektur layanan kesehatan marginal.

Dengan integrasi yang kokoh dan sinergitas yang tulus, setiap nyawa—sekalipun ia berada di pucuk gunung terjauh—dapat terlindungi dengan martabat yang setara.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Skema dan Formasinya!

    Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Skema dan Formasinya!

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id — Kabar baik bagi para guru yang saat ini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah membuka peluang bagi guru PPPK untuk mengikuti seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diperkirakan mulai dibuka pada awal 2027. Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan status dan kebutuhan tenaga pendidik secara nasional yang tengah dibahas pemerintah […]

  • Seorang Perempuan di Majene Melahirkan di Lantai Pusat Pertokoan Hingga Gegerkan Warga

    Seorang Perempuan di Majene Melahirkan di Lantai Pusat Pertokoan Hingga Gegerkan Warga

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Seorang perempuan di Lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, gegerkan warga setelah didapati melahirkan di lantai pusat pertokoan, Rabu (1/7/2026). ​Peristiwa tersebut terjadi secara mendadak di area publik, sehingga memicu kepanikan warga dan pedagang di sekitar lokasi kejadian. Melihat kondisi darurat sang ibu yang terbaring di lantai usai melahirkan, masyarakat […]

  • Berikut Daftar Nama dan Jabatan 8 Pejabat Eselon II Mamasa yang Baru Dilantik!

    Berikut Daftar Nama dan Jabatan 8 Pejabat Eselon II Mamasa yang Baru Dilantik!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, resmi melantik delapan Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) hasil seleksi terbuka LAN RI Makassar dalam prosesi khidmat di Tribun Lapangan Kondosapata, Jumat (10/04/2026). Dalam arahannya, Bupati menekankan agar para pejabat baru lebih aktif bekerja di lapangan daripada menghabiskan waktu di balik meja. ​Berikut daftar delapan pejabat eselon II […]

  • Gelombang Suspend Dapur MBG Sulbar Berlanjut

    Gelombang Suspend Dapur MBG Sulbar Berlanjut

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Barat kembali menjadi sorotan. Setelah penutupan tahap pertama, kini gelombang kedua penghentian operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun sulbarupdate.id selasa 7/4/2026, merujuk pada pembaruan Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Barat per 9 Februari 2026, jumlah […]

  • Disdukcapil Mamasa Buka Layanan Aktivasi IKD di Momen HUT RI ke-81

    Disdukcapil Mamasa Buka Layanan Aktivasi IKD di Momen HUT RI ke-81

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mamasa turut berpartisipasi dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan membuka pelayanan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat. Pelayanan tersebut berlangsung di Lapangan Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan pelaksanaan upacara peringatan HUT […]

  • Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Manajemen Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Majene secara resmi memberikan klarifikasi tertulis guna meluruskan polemik yang berkembang di ranah publik dan media sosial. Langkah ini diambil menyusul adanya narasi yang mengeklaim adanya penyajian makanan tidak layak konsumsi (basi) bagi peserta didik di lingkungan sekolah, Rabu, 17 Desember 2025. Melalui hasil investigasi […]

expand_less