Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Atap Lapuk Rumah Nenek Hanna di Mamasa dan “Mata Penguasa yang Terpejam”

Atap Lapuk Rumah Nenek Hanna di Mamasa dan “Mata Penguasa yang Terpejam”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Di balik tegaknya pilar-pilar megah Rumah Jabatan Wakil Bupati Mamasa, berdiri sebuah struktur kayu yang lapuk dimakan usia dan waktu. Dindingnya hanya susunan papan berkerut dan lembaran seng bekas yang saling tumpang-tindih.

Di kala hujan mengguyur Desa Rante Tangga, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), air leluasa menerobos celah-celah atap, membasahi lantai kayu yang mulai merapuh.

​Di rumah reyot yang terancam roboh oleh hembusan angin kencang itulah Hanna, seorang janda berusia 70 tahun, menghabiskan masa tuanya seorang diri.

​Kehidupan lansia ini berubah drastis sejak bencana tanah bergerak melanda wilayah tersebut pada 2022 silam.

Bencana geologi itu tak sekadar merekah tanah, tetapi juga meretakkan benteng perlindungan terakhir yang ia miliki. Rumahnya mengalami kerusakan berat, meninggalkan ancaman keselamatan yang menjadi bagian dari napas kehidupannya sehari-hari.

​Namun, di tengah keterbatasan dan ketakutan akan bangunan yang bisa ambruk sewaktu-waktu, Nek Hanna menolak untuk berpangku tangan.

​Untuk menyambung hidup, perempuan renta ini menggantungkan nasibnya pada sebuah warung campuran kecil. Tanpa menggantungkan harapan pada modal cuma-cuma, ia mengandalkan pinjaman skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai nafas usahanya.

​”Saya bersyukur karena masih bisa mendapat pinjaman KUR untuk jualan, walaupun keuntungannya tidak seberapa,” tutur Nek Hanna, Senin (3/8/2026).

​Ironisnya, di tengah keterpurukan sebagai korban bencana, jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan menjadi satu-satunya bentuk jangkauan negara yang pernah ia rasakan.

Program bantuan sosial (bansos) lainnya seolah luput menyentuh jemari lansia ini, padahal posisinya berada persis di depan mata jajaran pejabat daerah.

​Keberadaan rumah Nek Hanna bukan sekadar kisah nestapa seorang warga terisolasi di pedalaman. Letaknya yang berada tepat di seberang Jalan Rumah Jabatan Wakil Bupati Mamasa menjadikan duka tersebut sebagai pemandangan saban hari bagi siapa saja yang melintas—termasuk para pemangku kebijakan.

​Pertentangan visual antara kemewahan fasilitas negara dan kemelaratan warga korban bencana di depannya mempertegas kenyataan pahit: persoalan kemanusiaan sering kali tidak berjarak jauh dari pusat kekuasaan, melainkan kasat mata di depan pintu gerbangnya.

​Warga sekitar berharap potret kontras ini segera mengetuk nurani pemerintah daerah. Intervensi nyata, baik melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS/Bedah Rumah), relokasi berbasis penanganan bencana, maupun jaring pengaman sosial yang tepat sasaran, menjadi desakan yang kian nyaring dari masyarakat setempat.

​Bagi Nek Hanna, waktu terus berjalan bersama kerapuhan tiang-tiang rumahnya. Di sisa usianya, harapan yang ia gantungkan sangat sederhana, yakni hanya sebuah hunian yang kokoh, bukan untuk kemewahan, melainkan agar ia dapat memejamkan mata dengan tenang dan bermartabat tanpa perlu cemas tertimpa atapnya sendiri.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taufik Rama Wijaya Soroti Dugaan Kredit ‘Siluman’ di BRI Mamasa

    Taufik Rama Wijaya Soroti Dugaan Kredit ‘Siluman’ di BRI Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.id — Koordinator Forum Masyarakat Mamasa, Taufik Rama Wijaya, melontarkan kritik keras terhadap dugaan praktik penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang diduga bermasalah di sejumlah unit Bank Rakyat Indonesia di Kabupaten Mamasa. Sorotan tersebut tertuju pada Unit BRI Mamasa, Unit BRI Sumarorong, dan Unit BRI Mambi yang dinilai perlu segera diperiksa secara serius […]

  • Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terima Pengaduan Korban Kasus KDRT dan Penelantaran Anak

    Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terima Pengaduan Korban Kasus KDRT dan Penelantaran Anak

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menerima pengaduan korban kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penelantaran anak, Selasa, 20 Januari 2026. Pengaduan tersebut diterima langsung oleh Kepala UPTD PPA, Nurcahyani, didampingi […]

  • Serah Terimah Aset dan SK DPD NasDem Mamasa Kepada Pengurus Baru

    Serah Terimah Aset dan SK DPD NasDem Mamasa Kepada Pengurus Baru

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Mamasa resmi memulai babak baru kepengurusan. Prosesi serah terima Surat Keputusan (SK) dan aset partai dari pengurus lama kepada pengurus baru berlangsung khidmat di Sekretariat Partai NasDem, Turunan, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Minggu (01/02/2026). Penyerahan ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Ketua DPD NasDem sebelumnya, […]

  • DPRD Mamasa Soroti Inkonsistensi Data Dokumen LKPJ 2025

    DPRD Mamasa Soroti Inkonsistensi Data Dokumen LKPJ 2025

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Tim Penyusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025. Hal ini dipicu oleh temuan adanya perbedaan angka yang signifikan antara data yang tersaji dalam dokumen LKPJ dengan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ​Wakil Ketua DPRD […]

  • Perkuat Tata Kelola dan SDM, Pemprov Sulbar Gandeng UGM Lewat Kesepahaman Strategis

    Perkuat Tata Kelola dan SDM, Pemprov Sulbar Gandeng UGM Lewat Kesepahaman Strategis

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam acara Malam Ramah Tamah di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu malam (17/01/2026). Sinergi ini difokuskan pada penguatan empat sektor utama: pendidikan, riset, pengembangan sumber daya manusia […]

  • Blusukan di Tengah Banjir, Wagub Mayjend (Purn) Salim S. Mengga Buktikan Kepedulian ke Warga Desa Kenje

    Blusukan di Tengah Banjir, Wagub Mayjend (Purn) Salim S. Mengga Buktikan Kepedulian ke Warga Desa Kenje

    • 0Komentar

    Polewali Mandar, sulbarupdate.id – Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, melakukan kunjungan langsung tanpa protokoler untuk meninjau banjir yang melanda Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada Sabtu malam 29 November 2025. Kunjungan mendadak ini bertujuan melihat secara nyata kondisi warga yang rumahnya tergenang banjir setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Berdasarkan penelusuran di lokasi, […]

expand_less