Rawat Tradisi, Ngaben Massal di Tommo Diikuti 63 Sawo
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Sel, 11 Agu 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar

Ngaben Massal umat Hindu Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Selasa (11/8/2026). Foto/Ruly Syamsil
MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ngaben Massal umat Hindu di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (10/8/2026).
Sebanyak 63 sawo mengikuti rangkaian prosesi Ngaben Massal tersebut. Kegiatan ini diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah yang datang untuk menjalankan rangkaian kewajiban keagamaan sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Pelaksanaan Ngaben Massal tidak hanya menjadi ritual penghormatan terakhir bagi keluarga yang telah meninggal dunia. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi umat Hindu untuk memperkuat semangat gotong royong serta menjaga tradisi keagamaan dan budaya agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ketua Panitia Ngaben Massal, Wayan, mengatakan pelaksanaan upacara secara massal memberikan kesempatan bagi umat Hindu untuk menjalankan kewajiban keagamaan secara bersama-sama.
Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama dalam setiap tahapan pelaksanaan Ngaben, mulai dari persiapan hingga seluruh rangkaian prosesi selesai.
“Pelaksanaan Ngaben ini bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan gotong royong antar umat Hindu,” ujar Wayan kepada wartawan di lokasi, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan Ngaben secara massal juga dapat membantu meringankan masyarakat dalam menjalankan berbagai rangkaian upacara keagamaan.
Selain itu, kegiatan tersebut dinilai memiliki arti penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya Hindu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Wayan berharap pelaksanaan Ngaben Massal dapat terus dilaksanakan oleh umat Hindu di berbagai daerah, khususnya di Sulawesi Barat.
“Kami berharap seluruh umat Hindu di manapun berada, khususnya di Sulawesi Barat, agar terus melaksanakan upacara Ngaben. Ini merupakan bagian dari tradisi dan kewajiban keagamaan yang perlu kita jaga dan lestarikan bersama,” katanya.
Pelaksanaan Ngaben Massal di Tommo juga memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahapan prosesi dikerjakan secara bersama-sama dengan penuh kekhidmatan.
Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Sulawesi Barat, pelaksanaan Ngaben Massal tersebut menjadi gambaran bahwa tradisi keagamaan dan budaya tetap tumbuh serta dijaga oleh masyarakat.
Lebih dari sekadar prosesi keagamaan, Ngaben Massal di Tommo menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga warisan leluhur, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong kepada generasi muda.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Hamsah Sabir
