Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » Tuntut Transparansi Proyek ‘Sekolah Rakyat’, Mahasiswa Demo di Depan Kantor Gubernur Sulbar

Tuntut Transparansi Proyek ‘Sekolah Rakyat’, Mahasiswa Demo di Depan Kantor Gubernur Sulbar

  • account_circle Ancha
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (4/6/2026). 

Massa menuntut transparansi terkait pelaksanaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam aksinya, GMH menyoroti dua isu krusial: minimnya penyerapan tenaga kerja lokal serta dugaan belum dikantonginya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh pihak pengembang.

Ketua GMH Sulawesi Barat, Mondy, menyatakan kekecewaannya terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat dan PT Hutama Karya selaku kontraktor penyedia jasa. Menurut Mondy, pihak-pihak terkait terkesan menutup diri dari ruang dialog.

“Kami kecewa terhadap PUPR Provinsi Sulawesi Barat dan PT Hutama Karya karena tidak bersedia menemui kami. Sikap ini menimbulkan dugaan adanya upaya untuk menutupi berbagai persoalan yang ada dalam pelaksanaan Proyek Sekolah Rakyat,” ujar Mondy di sela-sela aksi.

Mondy mengungkapkan, GMH sebelumnya telah melayangkan surat permohonan audiensi resmi kepada Dinas PUPR Sulbar pada 25 Mei 2026 lalu. Namun, hingga aksi demonstrasi ini digelar, surat tersebut tidak mendapatkan respons maupun undangan dialog dari instansi terkait.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan mahasiswa adalah keterlibatan sekitar 750 tenaga kerja yang didatangkan dari luar wilayah Sulawesi Barat. 

GMH menilai, kebijakan ini mengabaikan potensi pekerja lokal dan tidak memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat setempat.

Selain persoalan ketenagakerjaan, massa aksi juga mempertanyakan legalitas lingkungan dari mega proyek tersebut. GMH menduga proyek Sekolah Rakyat ini berjalan tanpa adanya dokumen AMDAL yang sah.

“Kami mempertanyakan keberadaan dokumen AMDAL pada proyek ini. Kejelasan aspek lingkungan sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Mondy.

Ia menambahkan, apabila pihak pemerintah daerah maupun kontraktor tetap bungkam, GMH mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa lanjutan dengan massa yang lebih besar. 

Target aksi berikutnya adalah kantor Direksi PT Hutama Karya dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat guna meminta kejelasan mengenai porsi penyerapan tenaga kerja lokal.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian tersebut berjalan dengan tertib. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat maupun perwakilan PT Hutama Karya belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan tudingan yang dilayangkan oleh massa aksi.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maros dan Mamuju Tengah Jajaki Kolaborasi Sektor Pangan

    Maros dan Mamuju Tengah Jajaki Kolaborasi Sektor Pangan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Maros Sulsel dan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulbar jajaki kolaborasi lintas sektor yang berfokus pada penguatan kedaulatan pangan dan efisiensi birokrasi. Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap dinamika ekonomi nasional serta persiapan menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah dua kabupaten berbeda provinsi tersebut ditandai saat Wakil Bupati Mamuju […]

  • Aktivis Mamasa Minta Publik Tak Bangun Narasi Keliru Terkait Temuan Rp81 Miliar di Kejari

    Aktivis Mamasa Minta Publik Tak Bangun Narasi Keliru Terkait Temuan Rp81 Miliar di Kejari

    • 1Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Aktivis muda Kabupaten Mamasa, Zul, meminta seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti membangun narasi yang menyesatkan terkait temuan dana sebesar Rp81 miliar di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa. Zul menegaskan bahwa perkara tersebut bukanlah kasus korupsi, melainkan murni persoalan bantuan hukum. ​Pernyataan ini muncul sebagai bentuk apresiasi terhadap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh […]

  • STNK Mobil Warga Kalukku Hilang, Pemilik Ajukan Berita Kehilangan

    STNK Mobil Warga Kalukku Hilang, Pemilik Ajukan Berita Kehilangan

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil milik seorang warga Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, dilaporkan hilang. STNK tersebut diketahui atas nama Nurcahyani, warga Dusun Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Mamuju 28 Januari 2026. Menurut keterangan pemilik, STNK mobil dengan nomor polisi DC 1471 AP tersebut hilang pada waktu dan tempat yang belum dapat […]

  • Longsor Terjang SDK 012 Tabang Barat Mamasa, Ruang Kelas Darurat Roboh

    Longsor Terjang SDK 012 Tabang Barat Mamasa, Ruang Kelas Darurat Roboh

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Intensitas hujan yang tinggi memicu bencana tanah longsor di Dusun Rea, Desa Tabang Barat, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, Selasa (31)3/2026). Peristiwa ini mengakibatkan satu unit ruang belajar darurat di SDK 012 Tabang Barat roboh total. ​Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, aktivitas belajar mengajar dipastikan terganggu lantaran fasilitas yang tersedia […]

  • Polda Sulbar Segera Tetapkan Tersangka Kasus Penipuan Lahan yang Seret Dua Mantan Wabup

    Polda Sulbar Segera Tetapkan Tersangka Kasus Penipuan Lahan yang Seret Dua Mantan Wabup

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Penyidikan kasus dugaan penipuan jual beli lahan yang melibatkan sejumlah mantan pejabat daerah di Sulawesi Barat kini memasuki babak baru. Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat jadwalkan penetapan tersangka pada pertengahan Januari 2026 mendatang. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulbar, Kombes Pol Agus Nugraha, mengonfirmasi bahwa saat ini proses penyidikan masih berjalan […]

  • Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Puluhan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, mendatangi Mapolres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat (30/1/2026) sore. Kedatangan massa bertujuan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengamankan seorang pria berinisial IW (50), terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan agar polisi tidak mengulur waktu […]

expand_less