Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Polemik Penghargaan Pengangguran Sulbar, Mari Melihat Data Secara Utuh

Polemik Penghargaan Pengangguran Sulbar, Mari Melihat Data Secara Utuh

  • account_circle AMIRUDDIN, S.E.
  • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Opini – Sulbarupdate.id – Penghargaan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebagai Provinsi Terbaik I kategori Penurunan Tingkat Pengangguran di Regional Sulawesi memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat.

Ada yang menyambut positif, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut karena masih banyak warga Sulbar yang memilih merantau ke daerah lain untuk mencari pekerjaan.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai polemik penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dari Kementerian Dalam Negeri, penulis mengajak pembaca untuk terlebih dahulu membuka dan mencermati data ketenagakerjaan dari sejumlah provinsi lain sebagai bahan perbandingan.

Sebab, sebuah capaian akan lebih mudah dinilai secara objektif ketika ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, bukan hanya dilihat dari kondisi yang ada di sekitar kita. Dengan membandingkan posisi Sulawesi Barat dengan daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, publik dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh sebelum menarik kesimpulan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 mencapai 764,61 ribu orang. Angka tersebut meningkat sekitar 14,71 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, jumlah angkatan kerja juga bertambah menjadi 789,63 ribu orang atau naik sekitar 16,35 ribu orang.

Kenaikan jumlah angkatan kerja ini menjadi salah satu faktor yang perlu dipahami. Ketika semakin banyak masyarakat memasuki usia kerja dan aktif mencari pekerjaan, maka jumlah pencari kerja akan bertambah. Jika pertumbuhan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi peningkatan tersebut secara penuh, tingkat pengangguran dapat mengalami kenaikan meskipun jumlah orang yang bekerja sebenarnya juga bertambah.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Barat pada Februari 2025 sebesar 3,17 persen atau naik tipis dibandingkan Februari 2024 yang berada pada angka 3,02 persen. Namun di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat dari 71,63 persen menjadi 71,81 persen. Data ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ekonomi dan pasar kerja.

Di tengah perdebatan yang berkembang, penting untuk melihat posisi Sulawesi Barat secara komparatif. Sebab, ukuran keberhasilan suatu daerah tidak berdiri sendiri, melainkan perlu dibandingkan dengan capaian provinsi lain agar diperoleh gambaran yang lebih utuh dan proporsional

Selain itu, jumlah pekerja setengah penganggur juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya perbaikan kualitas pekerjaan yang dimiliki sebagian masyarakat dibandingkan sebelumnya.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak sesederhana angka pengangguran yang naik atau turun. Ada berbagai variabel yang harus dibaca secara bersamaan, mulai dari jumlah penduduk bekerja, jumlah pencari kerja baru, tingkat partisipasi angkatan kerja, hingga kualitas pekerjaan yang tersedia.

Karena itu, penghargaan yang diberikan Kemendagri kepada Pemprov Sulbar kemungkinan tidak hanya didasarkan pada satu angka statistik semata. Penilaian pemerintah pusat umumnya mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta program-program yang mendukung penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, suara masyarakat yang masih merasakan sulitnya memperoleh pekerjaan juga tidak boleh diabaikan. Pengalaman yang dirasakan masyarakat di lapangan merupakan realitas yang harus menjadi perhatian pemerintah agar kebijakan pembangunan semakin tepat sasaran.

Pada akhirnya, polemik ini seharusnya tidak ditempatkan dalam kerangka siapa yang benar dan siapa yang salah. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat melihat data secara utuh dan objektif. Data statistik memberikan gambaran makro mengenai kondisi daerah, sementara pengalaman masyarakat memberikan gambaran nyata yang terjadi di lapangan.

Dengan memadukan keduanya, publik dapat menilai secara lebih adil apakah penghargaan tersebut memang mencerminkan capaian yang telah diraih atau masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Sikap kritis tetap penting, namun akan lebih bermanfaat jika dibangun di atas fakta, data, dan pemahaman yang jernih.

  • Penulis: AMIRUDDIN, S.E.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Mamasa Bongkar Arena Judi Sambung Ayam di Kariango

    Polres Mamasa Bongkar Arena Judi Sambung Ayam di Kariango

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dalam rangka Operasi Pekat Marano 2026, personel gabungan Polres Mamasa melakukan pembubaran dan pembongkaran arena judi sabung ayam di Desa Kariango, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Jumat (30/01/2026). Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap aktivitas perjudian di wilayah tersebut. Operasi yang dimulai pukul 15.00 WITA ini dipimpin langsung oleh […]

  • Aktivis Soroti Kondisi SDN 007 Botteng, Stenly: Jangan Biarkan Masa Depan Siswa Terkubur Libur Ilegal

    Aktivis Soroti Kondisi SDN 007 Botteng, Stenly: Jangan Biarkan Masa Depan Siswa Terkubur Libur Ilegal

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Kondisi SDN 007 Botteng di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, masih jadi sorotan tajam setelah viral di pemberitaan kerap meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender akademik resmi. ​Ketidakhadiran tenaga pengajar ini memicu reaksi keras dari sejumlah aktivis di Kabupaten Mamasa. Stenly Gadion Buntukareang, seorang aktivis pemerhati pendidikan di […]

  • Menjemput Mandiri di Tanah Tobadak, Asa Baru Pajak Daerah Sulbar

    Menjemput Mandiri di Tanah Tobadak, Asa Baru Pajak Daerah Sulbar

    • 0Komentar

    TOBADAK, Sulbarupdate.id – Sebuah simbol kemandirian fiskal daerah resmi berdiri Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Senin 23 Februari 2026. Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka (SDK), melangkah pasti memotong pita peresmian Kantor UPTD Pelayanan Pajak Kelas A Mateng. ​Langkah ini bukan sekadar urusan birokrasi fisik, melainkan sebuah pernyataan sikap atas […]

  • Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

    Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah upaya pemerintah mengejar kemajuan, kritik tajam justru menghujam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Sejumlah aktivis menilai pemerintah daerah saat ini terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial dan pesta yang dinilai hanya membuang-buang anggaran. Kritik pedas ini mencuat dalam forum Dialog Mamase bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang digelar di […]

  • Bau Menyengat Selimuti DPRD Polman, Diduga Asal Limbah MBG

    Bau Menyengat Selimuti DPRD Polman, Diduga Asal Limbah MBG

    • 0Komentar

    Polewali Mandar – Sulbarupdate.id Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Takatidung II, Kabupaten Polewali Mandar, menuai keluhan. Limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur tersebut diduga memunculkan bau tidak sedap yang menyebar hingga ke Jalan Andi Depu, tepat di sekitar Gedung DPRD Polman. Informasi ini dilansir […]

  • Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat 2026 di Sentul

    Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat 2026 di Sentul

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Acara strategis ini diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini dihadiri oleh jajaran […]

expand_less