Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Polemik Penghargaan Pengangguran Sulbar, Mari Melihat Data Secara Utuh

Polemik Penghargaan Pengangguran Sulbar, Mari Melihat Data Secara Utuh

  • account_circle AMIRUDDIN, S.E.
  • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar

Opini – Sulbarupdate.id – Penghargaan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebagai Provinsi Terbaik I kategori Penurunan Tingkat Pengangguran di Regional Sulawesi memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat.

Ada yang menyambut positif, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut karena masih banyak warga Sulbar yang memilih merantau ke daerah lain untuk mencari pekerjaan.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai polemik penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dari Kementerian Dalam Negeri, penulis mengajak pembaca untuk terlebih dahulu membuka dan mencermati data ketenagakerjaan dari sejumlah provinsi lain sebagai bahan perbandingan.

Sebab, sebuah capaian akan lebih mudah dinilai secara objektif ketika ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, bukan hanya dilihat dari kondisi yang ada di sekitar kita. Dengan membandingkan posisi Sulawesi Barat dengan daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, publik dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh sebelum menarik kesimpulan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 mencapai 764,61 ribu orang. Angka tersebut meningkat sekitar 14,71 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, jumlah angkatan kerja juga bertambah menjadi 789,63 ribu orang atau naik sekitar 16,35 ribu orang.

Kenaikan jumlah angkatan kerja ini menjadi salah satu faktor yang perlu dipahami. Ketika semakin banyak masyarakat memasuki usia kerja dan aktif mencari pekerjaan, maka jumlah pencari kerja akan bertambah. Jika pertumbuhan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi peningkatan tersebut secara penuh, tingkat pengangguran dapat mengalami kenaikan meskipun jumlah orang yang bekerja sebenarnya juga bertambah.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Barat pada Februari 2025 sebesar 3,17 persen atau naik tipis dibandingkan Februari 2024 yang berada pada angka 3,02 persen. Namun di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat dari 71,63 persen menjadi 71,81 persen. Data ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ekonomi dan pasar kerja.

Di tengah perdebatan yang berkembang, penting untuk melihat posisi Sulawesi Barat secara komparatif. Sebab, ukuran keberhasilan suatu daerah tidak berdiri sendiri, melainkan perlu dibandingkan dengan capaian provinsi lain agar diperoleh gambaran yang lebih utuh dan proporsional

Selain itu, jumlah pekerja setengah penganggur juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya perbaikan kualitas pekerjaan yang dimiliki sebagian masyarakat dibandingkan sebelumnya.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak sesederhana angka pengangguran yang naik atau turun. Ada berbagai variabel yang harus dibaca secara bersamaan, mulai dari jumlah penduduk bekerja, jumlah pencari kerja baru, tingkat partisipasi angkatan kerja, hingga kualitas pekerjaan yang tersedia.

Karena itu, penghargaan yang diberikan Kemendagri kepada Pemprov Sulbar kemungkinan tidak hanya didasarkan pada satu angka statistik semata. Penilaian pemerintah pusat umumnya mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta program-program yang mendukung penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, suara masyarakat yang masih merasakan sulitnya memperoleh pekerjaan juga tidak boleh diabaikan. Pengalaman yang dirasakan masyarakat di lapangan merupakan realitas yang harus menjadi perhatian pemerintah agar kebijakan pembangunan semakin tepat sasaran.

Pada akhirnya, polemik ini seharusnya tidak ditempatkan dalam kerangka siapa yang benar dan siapa yang salah. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat melihat data secara utuh dan objektif. Data statistik memberikan gambaran makro mengenai kondisi daerah, sementara pengalaman masyarakat memberikan gambaran nyata yang terjadi di lapangan.

Dengan memadukan keduanya, publik dapat menilai secara lebih adil apakah penghargaan tersebut memang mencerminkan capaian yang telah diraih atau masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Sikap kritis tetap penting, namun akan lebih bermanfaat jika dibangun di atas fakta, data, dan pemahaman yang jernih.

  • Penulis: AMIRUDDIN, S.E.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id— Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, bersama Sekprov Sulbar, Junda Maulana, turut mendampingi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam penyerahan penghargaan kepada dua desa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama Sulawesi Barat pada ajang Pemdeskel Award/Lomba […]

  • Perkuat PASTIPADU, Pemprov Sulbar Siapkan Pergub Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    Perkuat PASTIPADU, Pemprov Sulbar Siapkan Pergub Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat langkah strategis penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui penguatan Program PASTIPADU (Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu). Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembahasan penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum pelaksanaan dan penguatan tata kelola program lintas sektor. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan […]

  • DPRD Mamuju Tengah Bedah LKPJ Bupati 2025 dan Dua Ranperda Strategis

    DPRD Mamuju Tengah Bedah LKPJ Bupati 2025 dan Dua Ranperda Strategis

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Rabu (1/4/2026). ​Selain mengevaluasi kinerja pemerintah daerah, rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Mateng ini juga menyoroti dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) […]

  • Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Perayaan Bulan Mamase yang kedua kalinya kembali digelar sebagai pesta rakyat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamasa yang ke-24. Di bawah kepemimpinan Bupati Welem Sambolangi dan Wakil Bupati H. Sudirman, perhelatan tahun ini mengusung konsep karnaval budaya dan pameran hasil bumi yang meriah, Senin (6/4/2026). ​Terpantau sejak pukul 07.00 […]

  • Askary Tinjau RSUD Satelit Tobadak, Minta Ruang Kosong Difungsikan untuk Pasien

    Askary Tinjau RSUD Satelit Tobadak, Minta Ruang Kosong Difungsikan untuk Pasien

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Wakil Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, Dr. Askary Anwar, kunjungan ke RSUD Satelit Tobadak di Jalan Aras Tammauni Pue Ballung, kawasan KTM Tobadak, Senin (24/8/2026).  Askary tidak didampingi rombongan pejabat, melainkan hanya terlihat bersama seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah. Askary  memantau kondisi pelayanan secara […]

  • Desak Pemerataan MBG, Ribuan Massa Unjuk Rasa di DPRD Sulbar

    Desak Pemerataan MBG, Ribuan Massa Unjuk Rasa di DPRD Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sulawesi Barat (ASMARA) menggelar aksi damai di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat pada Senin, 29 Juni 2026. Kedatangan massa bertujuan untuk memberikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendesak agar program nasional tersebut segera menyentuh wilayah pelosok, terutama daerah Tertinggal, Terdepan, dan […]

expand_less