Massa Demonstran TPA Salurano Kecewa Tak Ditemui Bupati Mamasa, Ada Apa?
- account_circle Ancha
- calendar_month Rab, 22 Jul 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Ratusan massa aksi dari Desa Malabo dan Desa Salurano yang menggelar aksi damai di Kantor Bupati Mamasa, kecewa lantaran tidak ditemui Bupati Mamasa, Rabu (22/7)2026).
Massa yang datang untuk menolak aktivasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Salurano Kecamatan Tandukalua Kabupaten Mamasa, merasa diabaikan karena kepala daerah tidak menemui mereka untuk berdialog secara langsung.
Peserta aksi menilai, sikap bupati yang enggan menemui rakyatnya membuat aspirasi mendesak terkait ancaman pencemaran lingkungan tidak mendapat tanggapan pasti dari pemerintah daerah.
Massa aksi menegaskan bahwa kehadiran bupati sangat krusial untuk menjelaskan alasan di balik rencana aktivasi TPA yang berjarak hanya 300 meter dari permukiman.
Jarak yang terlampau dekat tersebut dikhawatirkan merusak lingkungan serta mencemari sungai yang menjadi sumber irigasi sawah warga.
Selain itu, ketidakhadiran bupati semakin menambah kecurigaan warga terkait proses penyusunan Dokumen Persetujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH).
Perwakilan massa aksi, Taufik Rama Wijaya, menyebut pemerintah daerah tidak transparan karena warga yang terdampak langsung tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan dokumen tersebut.
Melalui pernyataan sikap yang dibacakan di depan kantor bupati, massa menyampaikan rasa frustrasi mereka atas minimnya ruang dialog yang dibuka oleh pimpinan daerah.
Mereka mendesak Pemkab Mamasa segera membatalkan pengoperasian TPA Salurano, membuka dokumen lingkungan secara transparan, serta melibatkan masyarakat dalam setiap kebijakan yang mengancam ruang hidup warga.
Meski pulang dengan rasa kecewa tanpa bertemu bupati, massa membubarkan diri dengan tertib. Warga menegaskan tidak akan tinggal diam dan bersiap melanjutkan gerakan melalui jalur hukum, advokasi, hingga aksi massa susulan sampai bupati mau mendengarkan dan mengabulkan tuntutan mereka.
Hingga berita ini dirilis belum ada pernyataan dari pihak Pemkab Mamasa, atau Bupati Mamasa mengenai demonstrasi yang dilakukan warga tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Aliansi Masyarakat Malabo dari Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati Mamasa, Rabu (22/7/2026).
Ratusan warga menuntut agar rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di wilayah Salurano, Desa Malabo, dibatalkan sepenuhnya.
Warga menolak keras pembangunan TPA di wilayah tersebut sebab dianggap akan membahayakan kesehatan lingkungan.
Massa aksi mulai memadati halaman Kantor Bupati Mamasa sejak pukul 10:00 WITA dengan membawa spanduk dan poster berisi penolakan terhadap proyek tersebut.
Mereka mendesak agar pemerintah daerah mendengarkan aspirasi warga yang khawatir akan dampak buruk lingkungan dan kesehatan akibat keberadaan TPA tersebut di desa mereka.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap), Taufik Rama Wijaya, menegaskan sikap keras warga menolak TPA Salurano.
Ia menyatakan bahwa wilayah tersebut merupakan kawasan yang dekat dari pemukiman warga sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
“Kami menolak keras pembangunan TPA di Salurano. Kehadiran TPA akan merusak lingkungan dan mengancam kesehatan anak cucu kami,” tegas Taufik di depan massa pendemo.(**)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
