SDK Garansi Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga di Sulbar Jelang Nataru
- account_circle Ancha
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- visibility 266
- comment 0 komentar

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) tinjau harga dan stok pangan jelang Nataru, Kamis, 18/12/2015. Dok. Humas Pemprov Sulbar
MAMUJU, Sulbarupdate.id — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Cabang Mamuju dan Pasar Regional Mamuju pada Kamis (18/12/2025).
Langkah strategis ini diambil guna memastikan akselerasi ketersediaan pasokan serta mitigasi lonjakan harga pangan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Suhardi Duka meninjau langsung kondisi logistik di gudang Bulog untuk memvalidasi data stok pangan, terutama komoditas beras yang menjadi variabel utama penggerak inflasi di daerah.
Berdasarkan hasil verifikasi faktual di lapangan, Gubernur menegaskan bahwa cadangan pangan strategis di Sulawesi Barat berada dalam level aman. Suhardi menyampaikan optimisme bahwa ketersediaan beras mencukupi untuk mengantisipasi eskalasi permintaan masyarakat di akhir tahun.
“Kami ingin memastikan bahwa rantai pasok tidak terhambat. Berdasarkan tinjauan di Gudang Bulog, ketersediaan stok sangat memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat hingga memasuki awal tahun depan,” ujar Suhardi Duka.
Usai meninjau gudang logistik, rombongan bertolak menuju Pasar Regional (Pasar Baru) Mamuju. Di sana, Gubernur berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk memantau fluktuasi harga komoditas pokok seperti cabai, minyak goreng, dan daging.
Kunjungan ini merupakan manifestasi dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menjaga stabilitas ekonomi makro di tingkat lokal. Dengan memantau disparitas harga antara distributor dan pasar, pemerintah daerah dapat segera mengintervensi jika terjadi anomali harga yang berpotensi mendistorsi daya beli masyarakat.
Pemantauan lapangan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari instrumen pengendalian inflasi daerah. Data yang diperoleh akan menjadi basis kebijakan bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk merumuskan langkah antisipatif, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi pasar murah jika ditemukan indikasi penimbunan atau kelangkaan barang.
Melalui sinergi lintas sektor bersama Forkopimda, Gubernur berharap momentum Nataru di Sulawesi Barat dapat berlangsung kondusif tanpa dibayangi oleh krisis pangan maupun tekanan harga yang eksesif.(*)
- Penulis: Ancha
- Sumber: Humas Pemprov Sulbar
