Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan
- account_circle Juita
- calendar_month Rab, 3 Jun 2026
- visibility 1.402
- comment 0 komentar

MAJENE-Sulbarupdate.id – Warga Kabupaten Majene digegerkan dengan penemuan seorang wanita berusia 44 tahun yang diketahui merupakan salah satu pegawai bank di Kabupaten Majene dalam kondisi meninggal dunia di kamar nomor 104 Pondok 3R, Jalan Manunggal, Lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (3/6/2026).
Penemuan mayat tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar dan aparat kepolisian.
Puluhan personel dari Polres Majene yang dipimpin langsung Kapolres Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan berbagai keterangan dan barang bukti yang dapat membantu proses penyelidikan.
Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin menjelaskan, korban pertama kali ditemukan setelah rekan sekantornya merasa curiga karena korban tidak dapat dihubungi.
“Yang pertama mengetahui dan melaporkan kejadian ini adalah teman sekantornya. Mereka merasa khawatir karena korban tidak memberikan respons saat dihubungi,” ujar Muhammad Amiruddin kepada awak media di lokasi kejadian.
Menurutnya, salah seorang rekan korban kemudian mendatangi tempat tinggal korban di Pondok 3R untuk memastikan kondisinya.
Namun saat tiba di lokasi, upaya untuk memanggil dan mengetuk pintu kamar berkali-kali tidak mendapatkan jawaban dari dalam.
Karena semakin khawatir, rekan korban akhirnya mengambil langkah untuk memecahkan kaca jendela kamar guna melihat kondisi di dalam. Dari situlah korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Penemuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak lama setelah menerima laporan, personel Polres Majene langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP.
Kapolres menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kematian korban masih belum dapat disimpulkan.
Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Untuk penyebab kematian belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan visum dari tim medis,” jelasnya.
Usai dilakukan evakuasi dari lokasi kejadian, jenazah korban dibawa ke RSUD Majene guna menjalani proses visum.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih jelas serta memastikan ada atau tidaknya indikasi tertentu yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah rencananya akan dirujuk ke Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pendalaman guna mengungkap secara pasti kronologi serta penyebab kematian korban.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
