Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » PMII Sulbar Kecam Kematian 5 Calon Manajer Koperasi di Pelatihan Kemenhan

PMII Sulbar Kecam Kematian 5 Calon Manajer Koperasi di Pelatihan Kemenhan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
  • visibility 185
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sulawesi Barat melayangkan kritik keras dan kecaman mendalam kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Sorotan tajam ini merespons tragedi tewasnya lima orang calon manajer koperasi dalam kegiatan pelatihan fisik yang diselenggarakan oleh instansi tersebut.

PKC PMII Sulbar menilai insiden maut ini sebagai bentuk kelalaian fatal, pelanggaran nyata terhadap Hak Asasi Manusia, serta indikasi kuat adanya pemaksaan program yang hanya berorientasi pada penyerapan anggaran.

​Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik PKC PMII Sulbar, Akbar, menegaskan bahwa dalih pembentukan karakter atau bela negara sama sekali tidak bisa membenarkan hilangnya nyawa manusia akibat penerapan disiplin fisik yang tidak terukur.

Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak proporsional dan ugal-ugalan karena para peserta yang dikirim merupakan calon manajer koperasi yang menjadi pemikir ekonomi rakyat, bukan infanteri militer.

Akbar memperingatkan dengan keras agar pelatihan fisik ekstrem seperti ini tidak dipaksakan hanya demi memburu penyerapan anggaran atau dijadikan program bernuansa proyek belaka.

​Dari kacamata hukum dan kebijakan publik, PKC PMII Sulbar menggarisbawahi empat poin krusial yang dianggap sebagai kegagalan fatal dalam penyelenggaraan program ini.

Poin pertama mengenai nuansa proyek dan anggaran, di mana pelatihan ini diduga kuat sarat dengan kepentingan formalitas penyerapan anggaran tanpa memedulikan asas kemanfaatan, urgensi, dan keselamatan peserta.

Poin kedua adalah pelanggaran hak hidup dari aspek HAM, sebab kematian lima peserta menunjukkan kegagalan total dalam mitigasi medis di lapangan.

​Selanjutnya, poin ketiga menyoroti malapraktik kebijakan publik yang ditandai dengan disorientasi kurikulum yang nyata. Kompetensi manajer koperasi seharusnya berada pada wilayah tata kelola manajemen, finansial, dan penguatan ekonomi umat, bukan militerisasi fisik secara berlebihan.

Poin terakhir adalah dugaan tindak pidana kelalaian, di mana insiden maut yang terjadi secara beruntun ini dinilai telah memasuki wilayah hukum pidana umum, khususnya Pasal 359 KUHP terkait kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

​Guna mengusut tuntas tragedi ini, PKC PMII Sulbar menyatakan sikap dan menuntut tiga hal utama. Pertama, mereka mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas secara pidana umum seluruh instruktur, panitia pelaksana, dan penanggung jawab program atas dugaan kelalaian fatal.

Kedua, mereka meminta pembentukan Tim Investigasi Independen serta audit investigatif aliran dana program untuk memastikan tidak adanya penyelewengan anggaran berbasis proyek.

Ketiga, mereka menuntut penghentian total atau moratorium seluruh model pelatihan fisik bagi instansi sipil serta permintaan maaf secara terbuka dari Kemenhan kepada keluarga korban dan rakyat Indonesia.

​Akbar mengingatkan Kementerian Pertahanan bahwa nyawa rakyat bukan kelinci percobaan untuk ambisi militerisasi sipil ataupun komoditas pemenuhan target proyek.

PKC PMII Sulbar menyatakan akan terus mengawal isu ini dari daerah dan mendorong seluruh jaringan PMII se-Indonesia untuk menyuarakan keadilan hingga kasus ini diusut tuntas di pengadilan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak Kementerian Pertahanan terkait tudingan dan tuntutan tersebut.(**)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

    Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ di Kabupaten Mamasa akhirnya mulai memasuki tahap pekerjaan fisik. Proyek strategis yang disebut sebagai “hadiah” dari Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Mamasa itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Mamasa beberapa waktu lalu. Namun, di balik dimulainya pembangunan tersebut, muncul peringatan keras dari […]

  • WASPADA! Penipuan Catut Nama Wagub Sulbar Modus Bantuan Masjid

    WASPADA! Penipuan Catut Nama Wagub Sulbar Modus Bantuan Masjid

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Modus operandi penipuan dengan mencatut nama pejabat publik kembali menggemparkan masyarakat di Sulawesi Barat (Sulbar). Kali ini, nama Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, digunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan berkedok penyaluran dana bantuan pembangunan masjid. Peristiwa ini terungkap pada Jumat, 12 Desember 2025. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku […]

  • Aktivis Desak Kejari Mamasa Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana BTT di Dinas PUPR

    Aktivis Desak Kejari Mamasa Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana BTT di Dinas PUPR

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan penyalahgunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2025 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa kini tengah jadi sorotan publik. Kasus yang diduga merugikan negara hingga hampir Rp1 miliar tersebut dilaporkan sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa. ​Isu ini mencuat ke publik seiring dengan adanya rencana […]

  • Bupati Mateng Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Hadapi Kekeringan Ekstrem

    Bupati Mateng Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Hadapi Kekeringan Ekstrem

    • 0Komentar

    MAMUJU, TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. Arsal Aras, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan yang tengah terjadi di daerah, khususnya dampak kekeringan ekstrem yang berlangsung dalam dua bulan terakhir. Arsal mengatakan, kondisi kekeringan tidak hanya menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, tetapi juga mulai […]

  • BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite. Keluhan tersebut mencuat setelah terjadinya keributan di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Selasa malam, 1 September 2026. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat yang sehari-hari membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas, termasuk nelayan dan […]

  • Di Atas Titian Kokoh Asa Baru Pendidikan Botteng Mamasa 

    Di Atas Titian Kokoh Asa Baru Pendidikan Botteng Mamasa 

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Sebuah pemandangan kontras yang menghadirkan secercah harapan kini terbentang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Botteng, Desa Botteng Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Namun jembatan gantung yang menjadi tumpuan akses pendidikan bagi anak-anak mengenyam pendidikan kini telah berdiri kokoh, menjauhkan mereka dari ancaman bahaya yang selama ini mengintai. Sebelumnya, sempat viral […]

expand_less