Tangis Haru Paskibraka Mamasa Pecah Usai Sukses Kibarkan Merah Putih
- account_circle Ancha
- calendar_month Sen, 17 Agu 2026
- visibility 82
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Tangis haru mewarnai suasana setelah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mamasa sukses mengibarkan bendera Merah Putih pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Tribun Kondosapata, Mamasa, Senin (17/8/2026).
Pantauan Sulbarupdate.id, suasana haru pecah sesaat setelah prosesi pengibaran bendera selesai. Sejumlah anggota Paskibraka terlihat saling berpelukan.
Beberapa di antaranya bahkan tak mampu menahan air mata setelah berhasil menjalankan tugas yang telah dipersiapkan melalui latihan selama berhari-hari.
Momen haru tersebut juga dirasakan para pelatih yang selama proses persiapan terus mendampingi dan membimbing para Paskibraka.
Rasa lega dan bangga terlihat setelah seluruh rangkaian pengibaran bendera berlangsung dengan lancar.
Kesuksesan tahun ini menjadi momen penting bagi Paskibraka Mamasa. Pasalnya, pada pelaksanaan pengibaran bendera tahun 2025, sempat terjadi insiden posisi bendera yang terbalik sebelum dikibarkan sehingga menjadi perhatian publik.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan bagi para Paskibraka dan pelatih untuk tampil lebih siap pada pelaksanaan tahun ini. Hasilnya, seluruh proses pengibaran bendera pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan sukses dan lancar.
Salah seorang pelatih, Serda Gozal, mengaku bangga melihat keberhasilan anak didiknya menjalankan tugas negara tersebut.
“Ini tangis haru, Bang. Anak-anak sukses, kami sangat bangga,” ujar Serda Gozal singkat saat ditemui usai prosesi pengibaran bendera.
Tangis yang pecah bukan sekadar luapan emosi, tetapi menjadi gambaran rasa lega, bangga dan bahagia setelah seluruh perjuangan latihan terbayar dengan suksesnya pelaksanaan pengibaran Sang Merah Putih.
Kesimpulan: Keberhasilan Paskibraka Mamasa mengibarkan bendera Merah Putih dengan lancar pada HUT ke-81 RI menjadi momentum penuh haru bagi para anggota dan pelatih.
Pelukan serta air mata yang terlihat usai upacara menjadi penanda berakhirnya perjuangan panjang mereka dalam menjalankan tugas pada momen bersejarah tersebut.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
