Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » PMII Komisariat Unsulbar Desak Bupati Majene Audit PDAM Tirta

PMII Komisariat Unsulbar Desak Bupati Majene Audit PDAM Tirta

  • account_circle Juita
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
  • visibility 178
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unsulbar menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (19/8/2026) sore.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan kepada Bupati Kabupaten Majene agar segera melakukan audit terhadap pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Majene.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah bendera organisasi serta ban mobil yang kemudian digunakan dalam aksi demonstrasi.

Setibanya di lokasi, massa langsung menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi secara bergantian.

Situasi aksi semakin mendapat perhatian ketika mahasiswa melakukan pembakaran ban di lokasi demonstrasi.

Massa juga menyampaikan kritik terhadap tata kelola PDAM Tirta Majene yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Tidak hanya berorasi di luar, massa aksi kemudian bergerak hingga memasuki ruangan Sekretariat Kabupaten Majene untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Andi Ikram, mengatakan terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa dan harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Majene.

Menurutnya, mahasiswa mendesak agar dugaan persoalan keuangan maupun pengelolaan di tubuh PDAM Tirta Majene dapat diusut secara menyeluruh dan transparan.

“Ada beberapa tuntutan yang kami sampaikan,” kata Andi Ikram dalam aksi tersebut.

Salah satu tuntutan utama mahasiswa yakni meminta Bupati Majene segera memerintahkan Inspektorat untuk melakukan audit terhadap PDAM Tirta Majene.

Mahasiswa menilai audit diperlukan untuk memastikan pengelolaan perusahaan daerah tersebut berjalan sesuai dengan aturan serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Desakan audit juga berkaitan dengan adanya dugaan kerugian yang disebut terjadi di tubuh PDAM Tirta Majene.

PMII Komisariat Unsulbar meminta dugaan tersebut tidak dibiarkan menjadi polemik tanpa adanya pemeriksaan dan penjelasan secara terbuka dari pihak terkait.

“Usut tuntas dugaan kerugian di tubuh PDAM Tirta Majene,” tegas Andi Ikram.

Selain persoalan dugaan kerugian, mahasiswa juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan PDAM.

Bagi mahasiswa, PDAM merupakan perusahaan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih.

Karena itu, pengelolaannya dinilai harus mengedepankan kepentingan masyarakat dan tidak boleh mengabaikan prinsip transparansi serta pertanggungjawaban publik.

Mahasiswa juga membawa pesan agar pelayanan air bersih benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.

“Air untuk rakyat, bukan untuk segelintir kepentingan,” menjadi salah satu poin yang disuarakan massa aksi.

Dalam tuntutannya, PMII Komisariat Unsulbar juga mendesak Pemerintah Kabupaten Majene segera menyelesaikan persoalan kepemimpinan di tubuh PDAM Tirta Majene.

Mahasiswa meminta agar direktur definitif PDAM Tirta Majene segera dilantik, sehingga perusahaan daerah tersebut memiliki kepemimpinan yang jelas dan dapat menjalankan program serta pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Secara keseluruhan, terdapat lima tuntutan utama yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.

Pertama, mahasiswa meminta agar dugaan kerugian di tubuh PDAM Tirta Majene diusut secara tuntas.

Kedua, mereka mendesak Bupati Majene segera memerintahkan Inspektorat melakukan audit terhadap PDAM Tirta Majene.

Ketiga, mahasiswa meminta pemerintah daerah mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan PDAM.

Keempat, mahasiswa menegaskan bahwa pengelolaan air harus dikembalikan pada kepentingan masyarakat sebagai kebutuhan dasar.

Kelima, mahasiswa meminta agar direktur definitif PDAM Tirta Majene segera dilantik.

Aksi tersebut menjadi sorotan karena mahasiswa tidak hanya menyampaikan kritik melalui orasi, tetapi juga membawa tuntutan langsung ke lingkungan pemerintahan Kabupaten Majene.

Mahasiswa berharap tuntutan tersebut tidak berhenti sebagai aspirasi di jalan, tetapi benar-benar mendapatkan tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah.

Mereka meminta adanya pemeriksaan terhadap pengelolaan PDAM secara terbuka agar berbagai dugaan yang menjadi sorotan publik dapat diketahui berdasarkan hasil audit dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga aksi berlangsung, tuntutan mahasiswa tersebut menjadi perhatian karena tak satupun pihak pemerintahan hadir dalam aksi mahasiswa.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desire Doue, Bocah Angers yang Menjadi Wajah Baru Kebangkitan Sepak Bola Prancis

    Desire Doue, Bocah Angers yang Menjadi Wajah Baru Kebangkitan Sepak Bola Prancis

    • 0Komentar

    PARIS, SULBARUPDATE.id — Di tengah derasnya arus pemain muda berbakat yang lahir dari akademi-akademi elite Eropa, nama Désiré Doué muncul sebagai salah satu fenomena paling menarik dalam sepak bola modern. Pada usia yang bahkan belum genap melewati dua dekade kehidupan, ia telah berdiri di panggung terbesar Eropa bersama Paris Saint-Germain, mengangkat trofi Liga Champions, sekaligus […]

  • Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, memastikan bahwa Petunjuk Teknis dan seluruh dokumen pendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat XI Tahun 2026 telah diajukan kepada Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana. Hal tersebut disampaikan Murdanil saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026). Ia menjelaskan bahwa secara substansi, […]

  • Modus Beli Gorengan, Pemuda di Wonomulyo Gasak HP dan Uang Saat Korban Terlelap

    Modus Beli Gorengan, Pemuda di Wonomulyo Gasak HP dan Uang Saat Korban Terlelap

    • 1Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Kepercayaan berbuah petaka. Seorang pelajar berinisial F (18) harus kehilangan sepeda motor, ponsel, hingga uang tunai setelah dikelabui oleh kenalannya sendiri. Aksi pencurian ini terjadi di sebuah rumah kos, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Selasa (21/4/2026). Pihak Polsek Urban Wonomulyo kini tengah memburu pelaku berinisial AA (21) yang diduga kuat membawa kabur harta […]

  • Jelang Idul Adha, Harga Cabai Besar di Majene Meroket, Tembus Rp80 Ribu Perkilo

    Jelang Idul Adha, Harga Cabai Besar di Majene Meroket, Tembus Rp80 Ribu Perkilo

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di pasar Sentral Majene, Lingkungan Pakkola, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Sulawesi Barat mulai mengalami kenaikan, Sabtu (23/5/2026). Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan paling tinggi adalah cabai besar yang kini menembus harga Rp80 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp35 ribu per […]

  • Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Skema dan Formasinya!

    Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Skema dan Formasinya!

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id — Kabar baik bagi para guru yang saat ini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah membuka peluang bagi guru PPPK untuk mengikuti seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diperkirakan mulai dibuka pada awal 2027. Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan status dan kebutuhan tenaga pendidik secara nasional yang tengah dibahas pemerintah […]

  • Sektor Peternakan Babi di Mamasa Berpotensi Tinggi, DPRD Desak Intervensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat

    Sektor Peternakan Babi di Mamasa Berpotensi Tinggi, DPRD Desak Intervensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.id — Potensi sektor peternakan, khususnya ternak babi di Kabupaten Mamasa, dinilai menjadi kunci strategis untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih serius melakukan intervensi anggaran serta membangun kolaborasi lintas instansi hingga ke tingkat kementerian. Anggota DPRD Mamasa, Arwin Rahman, […]

expand_less