Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Jelang Idul Adha, Harga Cabai Besar di Majene Meroket, Tembus Rp80 Ribu Perkilo

Jelang Idul Adha, Harga Cabai Besar di Majene Meroket, Tembus Rp80 Ribu Perkilo

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di pasar Sentral Majene, Lingkungan Pakkola, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Sulawesi Barat mulai mengalami kenaikan, Sabtu (23/5/2026).

Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan paling tinggi adalah cabai besar yang kini menembus harga Rp80 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp35 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut dikeluhkan para pedagang maupun masyarakat karena dinilai sangat memberatkan, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat hari besar keagamaan.

Salah seorang pedagang di pasar tradisional Majene, Fitri, mengatakan kenaikan harga cabai besar terjadi dalam beberapa hari terakhir dan terus mengalami peningkatan hingga hari ini.

“Awalnya harga cabai besar masih sekitar Rp35 ribu per kilogram, tapi hari ini sudah naik drastis menjadi Rp80 ribu per kilogram,” ujar Fitri kepada wartawan Sulbarupdate.id.

Menurutnya, kenaikan harga hanya terjadi pada cabai besar. Sementara itu, harga cabai kecil masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan signifikan.

“Kalau cabai kecil masih normal, begitu juga bawang putih harganya masih stabil,” katanya.

Selain cabai besar, komoditas lain yang ikut mengalami kenaikan yakni tomat. Harga tomat saat ini dijual Rp20 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp18 ribu per kilogram.

Meski kenaikannya tidak sebesar cabai besar, kondisi tersebut tetap memengaruhi daya beli masyarakat di pasar Sentral Majene.

Fitri berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengendalikan lonjakan harga kebutuhan pokok, khususnya cabai besar yang saat ini mengalami kenaikan cukup tajam.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu menurunkan harga supaya masyarakat dan pedagang tidak terlalu terbebani,” harapnya.

Di sisi lain, Fitri juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum memberikan dampak terhadap penjualan pedagang di pasar Sentral Majene.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada pelanggan program MBG yang membeli bahan pangan dari pedagang pasar karena pengambilan bahan dilakukan langsung dari petani.

“Kalau terkait MBG, di sini belum ada yang berlangganan karena mereka ambil langsung dari petani,” jelasnya.

Pedagang berharap kondisi harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dalam waktu dekat agar aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan normal dan masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan menjelang Idul Adha.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Natal DPRD Mamasa, Wakil Bupati Tekankan Persatuan dan Kekeluargaan

    Natal DPRD Mamasa, Wakil Bupati Tekankan Persatuan dan Kekeluargaan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa menggelar Ibadah Perayaan Natal Tahun 2025 dengan khidmat pada Rabu (17/12/2025). Bertempat di Ruang Rapat DPRD Mamasa, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tali persaudaraan antar pegawai dan pimpinan daerah. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Yoel, ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.” […]

  • SPPG Yayasan Tujuh Tunas Tabulahan Salurkan MBG untuk 2.487 Penerima di Mamabi

    SPPG Yayasan Tujuh Tunas Tabulahan Salurkan MBG untuk 2.487 Penerima di Mamabi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tujuh Tunas Tabulahan yang beralamat di Jalan Batu Mea, Kelurahan Mambi, Kabupaten Mamasa, kembali menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke ribuan penerima manfaat. Kegiatan menyasar peserta didik, tenaga pendidik serta kelompok penerima manfaat lainnya di wilayah pelayanan SPPG. Kepala SPPG Yayasan Tujuh Tunas Tabulahan, Muh. Eko Suryo […]

  • MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

    MBG di Sulbar, dari Keracunan hingga Sekolah Terima Nasi Basi

    • 0Komentar

    SULBARUPDATE.ID- Polemik makan bergizi gratis kian menjadi sorotan publik. Kasus keruacunan makanan dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini makin bertambah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Sejak program ini berjalan pada awal tahun 2025 lalu, kasus kerucunan terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menimpa 27 […]

  • Musda DDI Majene, Perkuat Pendidikan, Dakwah dan Kepedulian Generasi Muda

    Musda DDI Majene, Perkuat Pendidikan, Dakwah dan Kepedulian Generasi Muda

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  — Musyawarah Daerah (Musda) Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) Kabupaten Majene digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menyusun arah pengembangan DDI di Kabupaten Majene. Musda dihadiri Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani, Koordinator Plt. Pengurus Wilayah DDI Sulawesi Barat Dr. Nursalim Ismail, […]

  • MUI Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Keanggotaan ‘Board of Peace’

    MUI Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Keanggotaan ‘Board of Peace’

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sikap tegas terkait keterlibatan Pemerintah Republik Indonesia dalam forum internasional Board of Peace. MUI meminta pemerintah mempertimbangkan ulang keikutsertaan tersebut, bahkan mendesak opsi untuk menarik diri (mundur). Langkah ini diambil karena forum tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip keadilan dan mencederai komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat […]

  • Lampu Warga di Majene 2 Bulan Padam, Pihak PLN Bilang Begini! 

    Lampu Warga di Majene 2 Bulan Padam, Pihak PLN Bilang Begini! 

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Sebuah unggahan sosial media Facebook di Kabupaten Majene Sulawesi Barat (Sulbar) menyita perhatian publik. Unggahan tersebut keluhkan pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Majene, lantaran salah seorang warga mengaku telah dua bulan rumahnya dalam kondisi gelap. Keluhan tersebut disampaikan oleh pemilik akun Facebook bernama Martini Bee melalui sebuah unggahannya, Sabtu (8/8) […]

expand_less