Layanan Klinik Utama Sehati Majene, Dikeluhkan Pasien Pengguna BPJS Gratis
- account_circle Juita
- calendar_month Rab, 5 Agu 2026
- visibility 305
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Pelayanan terhadap pasien balita di Ruang Perawatan Sehati II, Klinik Utama Sehati, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dikeluhkan keluarga pasien.
Pihak keluarga pertanyakan lambatnya respons perawat terhadap sejumlah pengaduan yang mereka sampaikan selama proses perawatan.
Menurut keterangan keluarga pasien yang minta namanya tidak disebut dalam berita ini, balita tersebut telah menjalani perawatan selama empat hari di ruang Sehati II dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau yang sering disebut masyarakat sebagai BPJS gratis.
Selama masa perawatan, keluarga mengaku mengalami beberapa kejadian yang dinilai sangat mengkhawatirkan karena berkaitan langsung dengan kondisi pasien.
Pada hari ketiga perawatan, keluarga menyampaikan keluhan kepada perawat terkait kondisi oksigen pasien. Namun, menurut pengakuan mereka, respons dari petugas dinilai lambat.
Keluarga mengaku telah menunggu kurang lebih satu jam sebelum ada petugas yang datang ke ruang perawatan untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Pihak keluarga pasien menilai keterlambatan tersebut sangat berisiko mengingat pasien yang dirawat merupakan seorang balita yang membutuhkan pemantauan intensif.
Mereka berharap setiap laporan yang berkaitan dengan alat bantu pernapasan dapat ditangani secara cepat demi keselamatan pasien.
Keluhan serupa kembali disampaikan pada hari keempat perawatan. Saat itu, keluarga meminta bantuan kepada perawat untuk melakukan penggantian cairan infus pasien.
Namun, menurut mereka, petugas kembali tidak segera datang ke ruang perawatan sehingga keluarga merasa pelayanan yang diberikan belum sesuai dengan harapan.
Akumulasi dari beberapa kejadian tersebut membuat keluarga mempertanyakan kualitas pelayanan yang diterima.
Mereka bahkan mempertanyakan apakah status pasien sebagai pengguna BPJS PBI memengaruhi pelayanan yang diberikan.
“Apakah karena kami menggunakan BPJS gratis sehingga pelayanannya seperti ini? Ini menyangkut keselamatan dan nyawa pasien,” ujar sumber laman ini, Rabu (5/8/2026).
Keluarga menegaskan bahwa kritik yang mereka sampaikan bukan bertujuan menyudutkan tenaga kesehatan secara pribadi, melainkan sebagai bentuk harapan agar pelayanan kepada seluruh pasien dapat terus diperbaiki tanpa membedakan latar belakang maupun jenis pembiayaan.
Mereka berharap pihak manajemen Klinik Utama Sehati segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, khususnya terkait kecepatan respons perawat terhadap panggilan pasien di ruang rawat inap.
Menurut keluarga, setiap pasien memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, aman, dan manusiawi.
Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali dialami oleh pasien lain, terutama pasien anak-anak maupun pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan segera.
Hingga berita dirilis, keterangan di atas merupakan penyampaian dari pihak keluarga pasien. Pihak Klinik Utama Sehati belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait keluhan tersebut.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Hamsah Sabir
