Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Wanita di Majene Diduga Korban Kekerasan Mantan Pacar

Wanita di Majene Diduga Korban Kekerasan Mantan Pacar

  • account_circle Juita
  • calendar_month 57 menit yang lalu
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

MAJENE, SULBARUPDATE.ID — Seorang wanita asal Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berinisial SW, diduga menjadi korban kekerasan oleh mantan pacarnya di sebuah rumah kos di lingkungan Tunda, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Minggu malam (23/8/2026).

Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar setelah terdengar suara teriakan dari lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sebelumnya berada di kos dan sempat memesan makanan melalui seorang kurir.

Seorang kurir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, dirinya menerima pesanan makanan dari SW sekitar pukul 21.26 WITA.

Namun, beberapa menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 21.30 WITA, korban kembali menghubunginya dan meminta agar makanan belum diantarkan ke lokasi.

“Dia chat lagi, jangan dulu ke sini karena ada bahaya,” ujar kurir tersebut saat memberikan keterangan.

Menurut penuturan kurir, dirinya kemudian mendengar suara korban berteriak dari arah kos. Ia mengaku menduga telah terjadi kekerasan di dalam kamar atau bangunan kos tersebut. “Saya dengar dia dipukul di atas,” katanya.

Mendengar teriakan tersebut, kurir kemudian meminta bantuan orang-orang yang berada di sekitar lokasi untuk mendatangi tempat kejadian.

Dalam peristiwa tersebut, muncul informasi bahwa pria yang diduga terlibat dalam kejadian membawa senjata tajam jenis badik.

Namun, terkait informasi mengenai senjata tajam tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai kronologi maupun status hukum pihak yang diamankan.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut tetap diamankan terlebih dahulu untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.

Informasi mengenai dugaan penggunaan badik tersebut juga masih perlu dipastikan melalui proses pemeriksaan pihak kepolisian.

Usai kejadian, SW kemudian mendatangi kantor polisi. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, kedatangan korban bukan untuk membuat laporan polisi terkait dugaan kekerasan tersebut.

SW disebut datang untuk mendapatkan pendampingan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.

Dalam keterangannya, SW disebut masih memiliki pandangan bahwa pria tersebut merupakan orang yang baik. Hubungan keduanya bahkan telah berlangsung cukup lama, yakni sekitar 10 tahun.

Namun, SW mengaku dirinya telah meminta agar hubungan tersebut diakhiri. Persoalan muncul karena pihak laki-laki disebut tidak menerima keputusan tersebut.

“Dia sebenarnya laki-laki itu baik dan saya sudah lama pacaran, sekitar 10 tahun. Tetapi saya minta putus dan laki-laki tidak mau,” demikian keterangan SW sebagaimana dihimpun dari informasi di lapangan.

Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peristiwa yang terjadi pada malam itu.

Selain keterangan mengenai kejadian, informasi lain yang diperoleh menyebutkan adanya dugaan bekas luka pada bagian lengan korban.

Kurir yang berada di sekitar lokasi juga menyebut dirinya mengetahui adanya rekaman video terkait kejadian tersebut.

Meski demikian, keberadaan dan isi rekaman tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Begitu pula dengan kondisi luka korban, yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis atau keterangan resmi dari pihak berwenang.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penanganan terhadap kejadian tersebut.

Informasi terkait dugaan keberadaan badik, kronologi kekerasan, serta pihak yang diamankan masih menunggu keterangan resmi dan hasil pemeriksaan kepolisian.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena dugaan kekerasan terjadi setelah hubungan antara korban dan pria tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih satu dekade.

Peristiwa ini juga kembali menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan hubungan secara aman dan tanpa kekerasan, terlebih ketika salah satu pihak telah menyatakan keinginan untuk mengakhiri hubungan.

Sulbarupdate.id masih berupaya memperoleh keterangan resmi dan berimbang dari pihak kepolisian, korban, maupun pihak yang diduga terlibat untuk memastikan seluruh fakta terkait kejadian tersebut.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilik Usaha ‘Wasilah’ Dilaporkan ke Polres Majene atas Dugaan Kasus Penipuan

    Pemilik Usaha ‘Wasilah’ Dilaporkan ke Polres Majene atas Dugaan Kasus Penipuan

    • 0Komentar

    Majene, Sulbarupdate.id – Pemilik sebuah entitas bisnis yang teridentifikasi bernama Wasilah secara resmi telah didaftarkan laporannya pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Majene, Sulawesi Barat, terkait dugaan tindak pidana penipuan. Pelaporan ini diajukan oleh eks mitra bisnis atau reseller-nya, yang mengklaim telah mengalami kerugian materiil signifikan akibat tindakan terduga pelaku. Berdasarkan data yang dihimpun, […]

  • 4.617 P3K Paruh Waktu di Mamasa Segera Dilantik, Ini Sistem Penggajiannya!

    4.617 P3K Paruh Waktu di Mamasa Segera Dilantik, Ini Sistem Penggajiannya!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa resmi jadwalkan pelantikan 4.617 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Kepastian ini menyusul diterbitkannya undangan resmi bernomor 005/343/BPKK yang mulai beredar pada Sabtu (27/12/2025). Berdasarkan dokumen tersebut, prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan ribuan tenaga non-ASN ini akan dipusatkan di Lapangan Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa, pada Senin, […]

  • 4 Pelajar Sulbar Unjuk Gigi di Ajang Duta Siswa Indonesia 2026, 2 dari Mamasa

    4 Pelajar Sulbar Unjuk Gigi di Ajang Duta Siswa Indonesia 2026, 2 dari Mamasa

    • 0Komentar

    SURABAYA, Sulbarupdate.id – Empat delegasi pelajar terbaik asal Provinsi Sulawesi Barat sukses menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional dalam ajang pemilihan Duta Siswa Indonesia 2026. Kehadiran mereka menjadi representasi pemuda Bumi Manakarra yang berkarakter, inovatif, serta memiliki daya saing unggul di hadapan ratusan kontestan dari berbagai penjuru nusantara. ​Keempat pelajar yang terpilih membawa mandat daerah […]

  • Lansia Hilang di Hutan Mamuju Tengah Ditemukan Meninggal Dunia

    Lansia Hilang di Hutan Mamuju Tengah Ditemukan Meninggal Dunia

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Operasi pencarian terhadap seorang lansia bernama Nasrullah (94) yang hilang di kawasan hutan Dusun Kalia, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, berakhir duka. Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (24)/2/2026). Jasadnya berada di dasar jurang dengan kedalaman berjarak sekitar 450 meter dari titik […]

  • Profil Arwin Rahman Wakil Ketua II DPRD Mamasa Periode 2024-2029

    Profil Arwin Rahman Wakil Ketua II DPRD Mamasa Periode 2024-2029

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Arwin Rahman, merupakan pria kelahiran Ralleanak, 3 Mei 1997, yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mamasa periode 2024-2029. Diketahui pelantikannya pada Selasa (22/10/2024) lalu bukan sekadar seremoni, melainkan simbol estafet kepemimpinan generasi milenial di Bumi Kondosapata. Karier politik Arwin melesat melalui Partai NasDem. Pada kontestasi Pemilu 2024, […]

  • PGPM Kecewa DPRD Mamuju Belum Merespons Permohonan RDP, Siap Turun ke Jalan

    PGPM Kecewa DPRD Mamuju Belum Merespons Permohonan RDP, Siap Turun ke Jalan

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id  – Persatuan Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamuju (PGPM) menyatakan kekecewaan mendalam terhadap DPRD Kabupaten Mamuju yang hingga kini dinilai belum memberikan kejelasan atas surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah diajukan organisasi tersebut. Menurut Andi Anwar, hampir satu bulan sejak surat resmi disampaikan, belum ada konfirmasi maupun jadwal pelaksanaan RDP dari DPRD Kabupaten […]

expand_less