Klarifikasi Wabup Mamasa Soal Kata ”Perang”: Maksud Saya “Sitayuk”, Bukan Ajakan Konflik
- account_circle Ancha
- calendar_month Kam, 30 Jul 2026
- visibility 141
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Unggahan Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, di akun Facebook pribadinya yang memuat kalimat “siap perang menghadapi kezaliman” menuai polemik di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Sudirman menegaskan bahwa unggahan tersebut bukanlah ajakan untuk menciptakan konflik, melainkan seruan moral yang bersumber dari nilai budaya lokal Mamasa.
Sudirman menjelaskan, frasa yang ia tuliskan pada dasarnya merujuk pada konsep sitayuk—sebuah nilai luhur budaya Mamasa yang menekankan pentingnya menjaga kedamaian, saling mengasihi, dan menolak tindakan zalim.
”Pagi ya, betul diajak seluruh masyarakat supaya jangan saling mengzalimi, menghina, mengfitnah, mencaci maki. Harus saling menyayangi, menghargai, sitayuk,” ujar Sudirman saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis via Whatsapp, Kamis (30/7/2026).
Dalam konteks adat Mamasa, sitayuk merupakan salah satu dari empat pilar etika kepemimpinan lokal selain sipakamaya (peduli sesama), sikamase (cinta kasih), dan sipakasalle (kebijaksanaan mengayomi).
Selain dalam struktur adat, nilai filosofis ini juga sejalan dengan ajaran keagamaan dan penyelesaian konflik berbasis musyawarah di Mamasa.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
