Begini Kronologi Kasus Berdarah di SPBU Lambanan!
- account_circle Ancha
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 87
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kronologi insiden pemukulan di SPBU Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, akhirnya terungkap.
Sebenarnya beredar postingan melalui unggahan facebok milik Danunan, memperlihatkan pria bersimbah darah.
Dalam ketegangan postingan itu mengatakan bahwa pria tersebut merupakan korban penganiayaan oleh pegawai SPBU Lambanan gara-gara antrian jirigen.
Postingan itu ramai dikomentari netizen.
Kronologi Kejadian
Menurut Buntu Danunan, dalam postingan itu korban merupakan adiknya sendiri bernama Nannan.
Menurut Buntu Danunan, tadi malam sekira pukul 22:00 Wita, Nannan hendak mengisi di SPBU Lambanan. Namun ia bertanya lantaran pengisi jerigen dilayani lebih dulu.
Namun kata Buntu Danunan, saat adeknya itu bertanya pihak pegawai SPBU Lambanan langsung lakukan tindakan pemukulan.
“Itu adek saya, Nannan, mungkin nasiapkan memang karena kayaknya kunci-kunci bede napake pukul,” ungkap Buntu Danunan kepada Sulbarupdate.id, Selasa (25/8/2026).
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Lambanan, maupun aparat kepolisian.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria diduga menjadi korban penganiayaan setelah terjadi persoalan terkait antrean pembelian BBM menggunakan jeriken di SPBU Lambanan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Informasi tersebut mencuat melalui sebuah unggahan media sosial Facebook oleh akun Uchu Danunan, Selasa (25/8/2026) pagi.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa korban diduga mengalami penganiayaan oleh pegawai SPBU Lambanan.
Unggahan itu juga menyertakan sejumlah foto yang memperlihatkan seorang pria mengalami luka pada bagian wajah hingga mengeluarkan darah.
“Korban penganiayaan oleh pegawai SPBU Lambanan gara-gara antrian jirigen,” demikian keterangan yang tertulis dalam unggahan tersebut.
Belum diketahui secara pasti kronologi kejadian, identitas korban, maupun penyebab hingga dugaan penganiayaan tersebut terjadi.
Sulbarupdate.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak SPBU Lambanan, korban, serta aparat kepolisian terkait dugaan peristiwa tersebut.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
