Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kejari Kota Kupang Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Tunjangan Perjadin DPRD

Kejari Kota Kupang Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Tunjangan Perjadin DPRD

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

​KUPANG, Sulbarupdate.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi tunjangan perjalanan dinas (perjadin) Anggota DPRD Kota Kupang periode 2019-2024.

Keputusan ini diambil menyusul adanya pengembalian kerugian keuangan negara yang hampir mencapai 100 persen.

​Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Shirley Manutede, mengungkapkan bahwa progres pengembalian dana tersebut telah melampaui angka 90 persen.

Berdasarkan pertimbangan efektivitas penegakan hukum, kasus tersebut dinilai tidak lagi proporsional untuk dilanjutkan ke tahap persidangan.

​“Pengembalian kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut telah mencapai lebih dari 90 persen. Jadi kemungkinan besar tidak dilanjutkan dan hampir pasti akan ditutup, karena tidak mungkin kita jadikan perkara hanya dengan sisa kerugian sekitar Rp27 juta,” ujar Shirley saat diwawancarai pada Selasa (10/2/2026).

​Kasus ini bermula dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dana perjadin. Meski secara administratif batas waktu pengembalian dana temuan BPK adalah 60 hari, Shirley menekankan bahwa pihaknya mengedepankan aspek keadilan substantif dan melihat iktikad baik dari para legislator.

​Menurut Shirley, ada beberapa poin krusial yang menjadi pertimbangan jaksa dalam mengambil keputusan ini, diantaranya, sisa kerugian negara yang belum tertutup hanya berkisar di angka Rp27 juta.

​Anggota DPRD menerima tunjangan tersebut dalam kondisi bukan sebagai pihak yang menetapkan kebijakan besaran tunjangan.

​Adanya kemauan dari para pihak terkait untuk memulihkan keuangan negara meski sudah melewati tenggat waktu regulasi.

​“BPK kasih kesempatan untuk pengembalian. Walaupun memang sudah lewat 60 hari, tetapi keadilan itu tidak hanya di buku, ada di hati nurani. Mereka juga menerima dalam kondisi bukan mereka yang menetapkan, maka itu menjadi pertimbangan,” jelas Shirley.

​Dengan penghentian ini, Kejari Kota Kupang berharap polemik mengenai tunjangan perjadin tersebut dapat segera tuntas melalui penyelesaian sisa kerugian yang ada secara administratif, tanpa harus menempuh jalur peradilan pidana yang memakan biaya dan waktu lebih besar dibandingkan sisa kerugian negara yang ditemukan.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • DiskominfoSS Sulbar Terima Audiensi Densus 88, Kolaborasi Antisipasi Bahaya Medsos dan Game Tak Ramah Anak   

    DiskominfoSS Sulbar Terima Audiensi Densus 88, Kolaborasi Antisipasi Bahaya Medsos dan Game Tak Ramah Anak  

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Kekhawatiran terhadap perilaku anak dan remaja di ruang digital kembali mengemuka. PS Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansyari, berkunjung ke Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSS) Sulbar, untuk membahas fenomena penggunaan media sosial dan gim yang belum layak bagi anak di bawah umur Dalam pertemuan yang berlangsung […]

  • Diduga Korsleting, Mobil Pick Up Terbakar Saat Diperbaiki di Bengkel Wonomulyo

    Diduga Korsleting, Mobil Pick Up Terbakar Saat Diperbaiki di Bengkel Wonomulyo

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Peristiwa kebakaran melanda satu unit mobil Daihatsu Grandmax Pick Up di Bengkel Agung Pratama Motor yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar pada Jumat pagi. Insiden yang terjadi padaJumat (17/04/2026) sekira pukul 11.00 WITA. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian. ​Personel piket […]

  • Puncak Kemarau, Persawahan di Mamasa Terdampak Kekeringan, Ini Langkah Dinas Pertanian

    Puncak Kemarau, Persawahan di Mamasa Terdampak Kekeringan, Ini Langkah Dinas Pertanian

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Memasuki puncak musim kemarau pada awal Agustus 2026, sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mulai terdampak kekeringan. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa bergerak cepat menyalurkan bantuan pasokan air untuk menjaga produktivitas petani. ​Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Eva Yuslianti Yusuf, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kekeringan dari empat […]

  • Estafet Kepemimpinan CAJ, Menakar Marwah Jurnalisme ASEAN di Ambang Disrupsi AI

    Estafet Kepemimpinan CAJ, Menakar Marwah Jurnalisme ASEAN di Ambang Disrupsi AI

    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR, Sulbarupdate.id — Gelanggang persaudaraan jurnalis se-Asia Tenggara resmi dibuka melalui perhelatan General Assembly (GA) Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) yang berlangsung di Kuala Lumpur, 27–30 April 2026. Forum tertinggi organisasi kewartawanan regional ini menjadi panggung krusial bagi suksesi kepemimpinan sekaligus konsolidasi strategis dalam menjawab tantangan jurnalisme di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Pertemuan […]

  • Mamasa Pecahkan Rekor MURI Dunia, Minum Kopi Menggunakan Cangkir Bambu Suke

    Mamasa Pecahkan Rekor MURI Dunia, Minum Kopi Menggunakan Cangkir Bambu Suke

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mencatatkan prestasi membanggakan pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Mamasa berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan minum kopi menggunakan cangkir bambu tradisional Suke secara serentak. Kegiatan tersebut digelar di 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa dan melibatkan […]

  • Lagi, Perantau Asal Toraja Jadi Korban Kebrutalan KKB di Yahukimo

    Lagi, Perantau Asal Toraja Jadi Korban Kebrutalan KKB di Yahukimo

    • 0Komentar

    JAYAPURA, Sulbarupdate.id – Kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali memakan korban jiwa. Seorang perantau asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Daniel Datti, ditemukan tewas mengenaskan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Senin (2/2/2026). ​Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang kayu ini menjadi sasaran penyerangan saat berada di lingkungan sekolah. Jenazahnya ditemukan di ruang guru […]

expand_less