Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat
- account_circle Ancha
- calendar_month Ming, 22 Feb 2026
- visibility 404
- comment 2 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama warga Desa Botteng, Desa Kondo dan Desa Passembuk Kecamatan Mehalaan, melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat di poros Matangga–Keppe, Minggu (22/2/2026).
Langkah ini diambil guna memulihkan akses transportasi yang sempat lumpuh total selama sepekan terakhir.
Jembatan tersebut sebelumnya ambruk total, yang mengakibatkan warga di tiga desa—Desa Kondo, Botteng, dan Passembuk—terisolasi dari akses luar.

Proses pembuatan jembatan darurat Minggu (22/2/2026). Dok. Ancha.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Wakil Bupati H. Sudirman, turun langsung ke lokasi untuk meninjau sekaligus ikut serta dalam kerja bakti tersebut.
Kehadiran pimpinan daerah ini disebut sebagai bentuk kepedulian atas kesulitan yang dihadapi warga.
”Hari ini kita bersama masyarakat di tiga desa melakukan gotong royong buat jembatan darurat. Melihat semangat masyarakat, kami dari pemerintah pun ikut bersemangat untuk hadir di tengah-tengah mereka,” ujar Welem saat ditemui di lokasi pembangunan.
Pengerjaan jembatan darurat yang menggunakan material kayu ini juga mendapat dukungan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Barat yang menerjunkan satu unit alat berat ekskavator.
Selain itu, personel dari Polsek Mambi serta Kodim 1428/Mamasa turut mengawal dan membantu jalannya evakuasi material.
Meski jembatan darurat ini diharapkan dapat segera memperlancar aktivitas ekonomi warga, Welem menegaskan bahwa status jalan tersebut merupakan Jalan Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur permanen di lokasi tersebut.
”Ini adalah jalan provinsi. Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, Pemprov segera membangunkan jembatan permanen agar mobilitas warga kembali normal sepenuhnya,” harap Welem.
Hingga Minggu sore, progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan. Dua batang kayu besar telah berhasil dibentangkan sebagai struktur utama, diikuti dengan pemasangan papan lantai jembatan.
Namun, kendaraan roda empat belum dapat melintas. Hal ini dikarenakan alat berat masih melakukan penguatan pada kayu penyangga di kedua sisi jembatan guna memastikan keamanan konstruksi sebelum digunakan secara umum.(*)
- Penulis: Ancha
