Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
  • visibility 259
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Sudah memasuki pekan kedua sejak material longsor menutup akses utama menuju Desa Pangadaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa pada awal Mei 2025.

Namun, hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa dinilai jalan di tempat dan belum menunjukkan langkah konkret untuk membuka akses yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut.

​Kelumpuhan total akses jalan ini mulai mencekik kehidupan masyarakat. Harga kebutuhan pokok merangkak naik akibat distribusi logistik yang terhenti total.

Di tengah keputusasaan, warga hanya bisa mengandalkan gotong royong dengan alat seadanya—sebuah upaya yang sia-sia melawan derasnya material tanah yang terus turun.

​Kekecewaan masyarakat mencapai puncaknya hingga warga mulai menyuarakan kegelisahan mereka langsung kepada pemimpin tertinggi negara.

​”Pak Presiden, tolong kami. Bantu juga buka akses jalan kami,” ujar Glori Talis, salah seorang warga Pangadaran.

​Menurut Glori, sindiran tersebut adalah bentuk jeritan hati masyarakat yang merasa diabaikan oleh pemerintah daerahnya sendiri.

Ia mempertanyakan bagaimana program nasional bisa menyentuh wilayah mereka jika infrastruktur dasar dibiarkan lumpuh.

​Kepala Desa Pangadaran, Agus Susanto, mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Pemkab Mamasa untuk meminta bantuan alat berat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, harapan tersebut belum membuahkan hasil nyata di lapangan.

Saat ini tanah terus bergerak menutupi badan jalan, sangat membahayakan keselamatan warga.

Warga terpaksa mengangkat kendaraan roda dua secara manual untuk melewati titik longsor demi mendapatkan bahan makanan.

Banyak warga bertaruh nyawa menerobos titik rawan karena mendesaknya kebutuhan pangan.

​Ketidakhadiran alat berat di lokasi bencana selama dua pekan menjadi rapor merah bagi manajemen tanggap darurat Pemkab Mamasa. Publik kini mempertanyakan komitmen Pemda dalam melindungi warga yang berada di wilayah terisolasi.

​”Kami sudah berupaya maksimal dengan kemampuan terbatas. Tapi tanah terus turun, ini berbahaya bagi warga. Kami sangat membutuhkan kehadiran pemerintah melalui alat berat,” tegas Agus Susanto.

​Masyarakat Pangadaran kini hanya bisa menunggu, apakah pemerintah daerah akan segera bertindak, atau membiarkan Desa Pangadaran terus terisolasi hingga krisis logistik benar-benar meledak?(***)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSBM Mamasa Benarkan ada Pasien Nikah di Ruang Perawatan

    RSBM Mamasa Benarkan ada Pasien Nikah di Ruang Perawatan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pihak Rumah Sakit Banua Mamase (RSBM) Mamasa, Kabupaten Mamasa, benarkan adanya sepasang kekasih nikah di ruang perawatan. Menurut direktur RSBM Mamasa, drg. Alfadesta H. Pattinasarany, pihak kelurga keduanya sebelumnya telah meminta izin untuk melangsungkan pernikahan tersebut. Sehingga lanjut Alfadesta, pihaknya menilai itu merupakan perbuatan baik sehingga pihak RS memberi izin ke keluarga […]

  • Mateng Gencarkan Program ‘Genting’, Ajak Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

    Mateng Gencarkan Program ‘Genting’, Ajak Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, terus memacu percepatan penanganan stunting melalui inovasi Gerakan Melawan Stunting (Genting). Dalam upaya mencapai target nol kasus (zero stunting), pemerintah daerah kini memperluas kolaborasi dengan mengajak sektor swasta dan masyarakat mampu menjadi orang tua asuh. ​Ajakan tersebut ditegaskan oleh Asisten III Setda Mamuju Tengah, […]

  • LMND Sulbar Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

    LMND Sulbar Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

    • 0Komentar

    SULAWESI BARAT – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Barat (Sulbar) dengan tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Wacana ini tidak hanya keliru secara konstitusional, tetapi juga berpotensi mengancam prinsip demokrasi, profesionalisme Polri, serta stabilitas sistem ketatanegaraan Indonesia. Ketua LMD Sulawesi Barat, Ramli mengatakan, dalam Pasal 30 ayat […]

  • BREAKING NEWS: Wagub Sulbar Salim S Mengga Dikabarkan Meninggal Dunia

    BREAKING NEWS: Wagub Sulbar Salim S Mengga Dikabarkan Meninggal Dunia

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Publik Sulawesi Barat dirundung duka. Wakil Gubernur Sulbar sekaligus tokoh militer asal tanah Mandar, Mayjen TNI (Purn) Salim Mengga, dikabarkan tutup usia pada Sabtu (31/1/2026). Informasi mengenai berpulangnya purnawirawan jenderal bintang dua tersebut beredar luas melalui pesan berantai di platform WhatsApp serta unggahan di berbagai lini masa media sosial Facebook sejak Sabtu […]

  • BPK RI Mulai Audit Interim LKPD Mamasa 2025, Fokus pada OPD Pendapatan

    BPK RI Mulai Audit Interim LKPD Mamasa 2025, Fokus pada OPD Pendapatan

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI resmi memulai pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran 2025. Proses audit lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 2 Februari hingga 3 Maret 2026. ​Ketua Tim Auditor BPK RI, Visi Denok Mustikasari, menyatakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan […]

  • RSUD Mamuju Resmikan Layanan TBC Resisten Obat

    RSUD Mamuju Resmikan Layanan TBC Resisten Obat

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam akselerasi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) semakin terealisasi melalui peresmian Layanan Tuberkulosis Resisten Obat (TBC-RO) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju. Inisiatif strategis ini bukan hanya menjawab urgensi masyarakat akan akses pemeriksaan dan regimen pengobatan TBC-RO yang terstandar, komprehensif, dan terjangkau, tetapi juga menandai langkah fundamental […]

expand_less