Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
  • visibility 286
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Sudah memasuki pekan kedua sejak material longsor menutup akses utama menuju Desa Pangadaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa pada awal Mei 2025.

Namun, hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa dinilai jalan di tempat dan belum menunjukkan langkah konkret untuk membuka akses yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut.

​Kelumpuhan total akses jalan ini mulai mencekik kehidupan masyarakat. Harga kebutuhan pokok merangkak naik akibat distribusi logistik yang terhenti total.

Di tengah keputusasaan, warga hanya bisa mengandalkan gotong royong dengan alat seadanya—sebuah upaya yang sia-sia melawan derasnya material tanah yang terus turun.

​Kekecewaan masyarakat mencapai puncaknya hingga warga mulai menyuarakan kegelisahan mereka langsung kepada pemimpin tertinggi negara.

​”Pak Presiden, tolong kami. Bantu juga buka akses jalan kami,” ujar Glori Talis, salah seorang warga Pangadaran.

​Menurut Glori, sindiran tersebut adalah bentuk jeritan hati masyarakat yang merasa diabaikan oleh pemerintah daerahnya sendiri.

Ia mempertanyakan bagaimana program nasional bisa menyentuh wilayah mereka jika infrastruktur dasar dibiarkan lumpuh.

​Kepala Desa Pangadaran, Agus Susanto, mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Pemkab Mamasa untuk meminta bantuan alat berat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, harapan tersebut belum membuahkan hasil nyata di lapangan.

Saat ini tanah terus bergerak menutupi badan jalan, sangat membahayakan keselamatan warga.

Warga terpaksa mengangkat kendaraan roda dua secara manual untuk melewati titik longsor demi mendapatkan bahan makanan.

Banyak warga bertaruh nyawa menerobos titik rawan karena mendesaknya kebutuhan pangan.

​Ketidakhadiran alat berat di lokasi bencana selama dua pekan menjadi rapor merah bagi manajemen tanggap darurat Pemkab Mamasa. Publik kini mempertanyakan komitmen Pemda dalam melindungi warga yang berada di wilayah terisolasi.

​”Kami sudah berupaya maksimal dengan kemampuan terbatas. Tapi tanah terus turun, ini berbahaya bagi warga. Kami sangat membutuhkan kehadiran pemerintah melalui alat berat,” tegas Agus Susanto.

​Masyarakat Pangadaran kini hanya bisa menunggu, apakah pemerintah daerah akan segera bertindak, atau membiarkan Desa Pangadaran terus terisolasi hingga krisis logistik benar-benar meledak?(***)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP Perindo Resmi Pecat Anggota DPRD Polman Rudi Fair, Ini Alasannya

    DPP Perindo Resmi Pecat Anggota DPRD Polman Rudi Fair, Ini Alasannya

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) resmi memberhentikan Rudi Fair dari keanggotaan partai. Keputusan ini berdampak langsung pada posisinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Pemberhentian tersebut dikonfirmasi oleh Ketua DPD Perindo Polman, Arham. Ia menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil karena Rudi dinilai tidak […]

  • Dukung Produktivitas, Pemkab Mateng Sosialisasi Pupuk Subsidi bagi Pembudidaya Ikan

    Dukung Produktivitas, Pemkab Mateng Sosialisasi Pupuk Subsidi bagi Pembudidaya Ikan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melalui Dinas Perikanan menggandeng PT Pupuk Indonesia Area Sulawesi Barat menggelar sosialisasi pemanfaatan pupuk subsidi bagi para pembudidaya ikan lokal. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan daerah ini dipusatkan di Aula Desa Kambunong pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam sambutannya, Askary menegaskan bahwa sektor perikanan merupakan […]

  • Validasi Data PBI-JK, Mamuju Tengah Target Bantuan Tepat Sasaran

    Validasi Data PBI-JK, Mamuju Tengah Target Bantuan Tepat Sasaran

    • 0Komentar

    ​MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan bantuan jaminan kesehatan tepat sasaran. Hal ini ditandai dengan dibukanya Pelatihan Petugas Ground Check Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) BPJS Pusat Tahap II, Rabu (11/3/2026). ​Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teknis BPS Kabupaten Mateng tersebut […]

  • Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Bupati Mamuju Tengah Temui Wamenos

    Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Bupati Mamuju Tengah Temui Wamenos

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. Arsal Aras, melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Jakarta, Senin (9/3/2026). Langkah ini diambil guna memperkuat koordinasi dan memastikan program kesejahteraan sosial dari pemerintah pusat dapat terserap optimal di Bumi Manakarra Kayu Mangiwang. ​Rombongan Bupati diterima langsung oleh Wakil Menteri Sosial RI, […]

  • Usai Kebakaran, SD Inpres Paraili Mamuju Tengah Dapat Dana Revitalisasi Rp1,3 Miliar

    Usai Kebakaran, SD Inpres Paraili Mamuju Tengah Dapat Dana Revitalisasi Rp1,3 Miliar

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Sekolah Dasar (SD) Inpres Paraili, Desa Paraili, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, mulai berbenah setelah mengalami kebakaran pada 28 Juni 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan dua ruang kelas darurat dan sejumlah fasilitas sekolah dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta. Kini, sekolah tersebut mendapat bantuan revitalisasi senilai Rp1,3 miliar dari Kementerian Pendidikan dan […]

  • Dituding Tahu Bantuan Dana Hibah STT Arastamar Rp 700 Juta, Sekda Mamasa:”Itu Masa Transisi”

    Dituding Tahu Bantuan Dana Hibah STT Arastamar Rp 700 Juta, Sekda Mamasa:”Itu Masa Transisi”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Muh. Syukur akhirnya angkat bicara perihal bantuan dana hibah Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Mamasa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun anggaran 2022. Nama Muh. Syukur terseret lantaran disebut-sebut mengetahui proses penganggaran dan pencairan dana APBD tersebut saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan […]

expand_less