Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Sudah memasuki pekan kedua sejak material longsor menutup akses utama menuju Desa Pangadaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa pada awal Mei 2025.

Namun, hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa dinilai jalan di tempat dan belum menunjukkan langkah konkret untuk membuka akses yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut.

​Kelumpuhan total akses jalan ini mulai mencekik kehidupan masyarakat. Harga kebutuhan pokok merangkak naik akibat distribusi logistik yang terhenti total.

Di tengah keputusasaan, warga hanya bisa mengandalkan gotong royong dengan alat seadanya—sebuah upaya yang sia-sia melawan derasnya material tanah yang terus turun.

​Kekecewaan masyarakat mencapai puncaknya hingga warga mulai menyuarakan kegelisahan mereka langsung kepada pemimpin tertinggi negara.

​”Pak Presiden, tolong kami. Bantu juga buka akses jalan kami,” ujar Glori Talis, salah seorang warga Pangadaran.

​Menurut Glori, sindiran tersebut adalah bentuk jeritan hati masyarakat yang merasa diabaikan oleh pemerintah daerahnya sendiri.

Ia mempertanyakan bagaimana program nasional bisa menyentuh wilayah mereka jika infrastruktur dasar dibiarkan lumpuh.

​Kepala Desa Pangadaran, Agus Susanto, mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Pemkab Mamasa untuk meminta bantuan alat berat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, harapan tersebut belum membuahkan hasil nyata di lapangan.

Saat ini tanah terus bergerak menutupi badan jalan, sangat membahayakan keselamatan warga.

Warga terpaksa mengangkat kendaraan roda dua secara manual untuk melewati titik longsor demi mendapatkan bahan makanan.

Banyak warga bertaruh nyawa menerobos titik rawan karena mendesaknya kebutuhan pangan.

​Ketidakhadiran alat berat di lokasi bencana selama dua pekan menjadi rapor merah bagi manajemen tanggap darurat Pemkab Mamasa. Publik kini mempertanyakan komitmen Pemda dalam melindungi warga yang berada di wilayah terisolasi.

​”Kami sudah berupaya maksimal dengan kemampuan terbatas. Tapi tanah terus turun, ini berbahaya bagi warga. Kami sangat membutuhkan kehadiran pemerintah melalui alat berat,” tegas Agus Susanto.

​Masyarakat Pangadaran kini hanya bisa menunggu, apakah pemerintah daerah akan segera bertindak, atau membiarkan Desa Pangadaran terus terisolasi hingga krisis logistik benar-benar meledak?(***)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arwin menilai pemerintah tidak serius dalam menangani pemenuhan gizi pelajar. ​Arwin menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya 31 titik wilayah di Mamasa yang hingga saat ini […]

  • Viral! Video Kekerasan Anak di Polman, Polisi Amankan Ayah Kandung

    Viral! Video Kekerasan Anak di Polman, Polisi Amankan Ayah Kandung

    • 1Komentar

    ​POLMAN, Sulbarupdate.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video pendek yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap dua anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar. Menanggapi keresahan masyarakat, jajaran Polsek Wonomulyo bergerak cepat mengamankan terduga pelaku yang merupakan ayah kandung korban. ​Peristiwa yang memicu kecaman netizen ini pertama kali mencuat […]

  • Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Perayaan Bulan Mamase yang kedua kalinya kembali digelar sebagai pesta rakyat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamasa yang ke-24. Di bawah kepemimpinan Bupati Welem Sambolangi dan Wakil Bupati H. Sudirman, perhelatan tahun ini mengusung konsep karnaval budaya dan pameran hasil bumi yang meriah, Senin (6/4/2026). ​Terpantau sejak pukul 07.00 […]

  • Dianggap Rugikan Masyarakat, APDESI Mamasa Desak Menkeu Cabut PMK 81 2025

    Dianggap Rugikan Masyarakat, APDESI Mamasa Desak Menkeu Cabut PMK 81 2025

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahman Tona, melayangkan desakan keras kepada Menteri Keuangan untuk segera menarik kembali Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025. Ia berpendapat bahwa regulasi tersebut diterbitkan secara tergesa-gesa, mengabaikan realitas lapangan di desa, dan justru menjadi penghalang dalam pemenuhan […]

  • Disperkimtanhub Sulbar Sinkronkan Data RTLH dan BSPS

    Disperkimtanhub Sulbar Sinkronkan Data RTLH dan BSPS

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Asrul menyambangi Kantor Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Senin (23/2). Kedatangan Asrul di Kantor Satuan Kerja Penyediaan Perumahan tersebut untuk melakukan koordinasi terkait Program […]

  • Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan di Mamasa Alami Kenaikan

    Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan di Mamasa Alami Kenaikan

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Jelang bulan suci Ramadan, stabilitas harga bahan pokok di Pasar Tradisional Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mulai goyah. Sejumlah komoditas pangan dilaporkan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan pada Senin (16/2/2026). ​Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas daging ayam, telur, dan cabai. Harga daging ayam yang sebelumnya dibanderol […]

expand_less