Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 380
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah upaya pemerintah mengejar kemajuan, kritik tajam justru menghujam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sejumlah aktivis menilai pemerintah daerah saat ini terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial dan pesta yang dinilai hanya membuang-buang anggaran.

Kritik pedas ini mencuat dalam forum Dialog Mamase bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamasa, Senin (21/4/2026).

Zul, salah satu aktivis yang hadir menyoroti kontradiksi antara gaya hidup birokrasi dengan realita ekonomi masyarakat.

“Dengan kondisi fiskal daerah yang sedang tidak baik-baik saja, Pemda harus berani mengurangi kegiatan yang sifatnya hura-hura,” tegas Zul di hadapan para pejabat yang hadir.

Menurut Zul, lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 seharusnya menjadi lampu kuning bagi Pemda untuk lebih selektif dalam mengambil kebijakan keuangan.

Ia khawatir, jika tata kelola anggaran yang boros terus dipelihara, masa depan Mamasa akan terancam.

“Kalau kita terus terjebak dalam paradigma boros, saya yakin Mamasa ke depan hanya akan tinggal nama,” tuturnya dengan nada getir.

Lebih lanjut Zul mengutarakan, Mamasa saat ini telah berada di tangan pemerintah yang tepat meski dalam kondisi yang tidak tepat.

Namun demikian, Aktivis asal Kecamatan Tandukalua itu meminta agar kondisi fisikal daerah saat ini menjadi tantangan untuk Bupati dan Wakil Bupati Mamasa dalam menata kemajuan Kabupaten berjuluk Bumi Kondospata ini.

Kegiatan yang diinisiasi oleh panitia Bulan Mamase ini memang dirancang sebagai ruang terbuka.

Selain para aktivis dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP), hadir pula jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda.

Menanggapi kritikan tersebut, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyambutnya dengan tangan terbuka. Ia menegaskan bahwa dialog ini sengaja dibuka agar pemerintah tidak “anti-kritik”.

“Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian Bulan Mamase. Kami ingin mendengar langsung saran dan kritik dari masyarakat. Ini akan menjadi bahan evaluasi penting demi mewujudkan Mamasa yang mandiri dan sejahtera (Mamase),” pungkas Welem.

Kini, masyarakat menunggu apakah “jeritan” aktivis ini akan mengubah gaya kepemimpinan Pemda Mamasa menjadi lebih hemat atau sekadar menjadi angin lalu di meja dialog.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Restui Tunjangan Rp.30 Juta bagi Dokter Spesialis di Daerah 3T

    Prabowo Restui Tunjangan Rp.30 Juta bagi Dokter Spesialis di Daerah 3T

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyetujui kebijakan pemberian tunjangan khusus sebesar Rp.30 juta per bulan bagi dokter spesialis yang bertugas di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Langkah strategis ini diambil guna mengatasi ketimpangan layanan kesehatan dan penumpukan tenaga medis ahli di kota-kota besar. Distribusi Langsung ke Rekening Pribadi Untuk menjamin efektivitas […]

  • BREAKING NEWS: Bocah Asal Mamasa Diduga Tertembak Senapan Angin pada Bagian Kepala

    BREAKING NEWS: Bocah Asal Mamasa Diduga Tertembak Senapan Angin pada Bagian Kepala

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sebuah kabar duka yang menyayat hati hebohkan jagat Maya Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Seorang anak asal Kecamatan Bambang, dikabarkan jadi korban insiden tembakan senapan angin hingga mengenai pada bagian kepala. Kabar tak sedap ini diperoleh Tim Sulbarupdate.id, melalui unggahan sosial media Facebook bernama Aldes Silele, Senin (4/05/2026). Dalam postingan itu menjelekkan […]

  • Sinergi Kesbangpol Sulbar dan MUI: Perkuat Dakwah Menyejukkan dan Ketahanan Umat

    Sinergi Kesbangpol Sulbar dan MUI: Perkuat Dakwah Menyejukkan dan Ketahanan Umat

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat , Darwis dDamir melakukan kunjungan strategis ke jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulbar. Pertemuan yang berlangsung dialogis ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah dan ulama dalam menjaga harmoni sosial, kualitas dakwah, serta ketahanan masyarakat menghadapi tantangan zaman. Hal ini juga sejalan dengan […]

  • Refleksi Integritas di Jantung Tobadak, Estafet Kepemimpinan Bumi Lalla’ Tassisara

    Refleksi Integritas di Jantung Tobadak, Estafet Kepemimpinan Bumi Lalla’ Tassisara

    • 0Komentar

    TOBADAK,Sulbarupdate.id – Sebuah momentum krusial bagi keberlangsungan birokrasi di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kembali bergulir. Bertempat di lantai dua Kantor Bupati Mateng, tepatnya di bilangan Jalan Tammauni Pue Ballung, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, serta Pengawas berlangsung dengan khidmat, menandai babak baru pengabdian bagi para abdi negara, Rabu (18/2/2026). […]

  • Koalisi Mahasiswa Unsulbar Desak Kejelasan Aturan Ormawa dan Polemik Hasil MUBES BEM

    Koalisi Mahasiswa Unsulbar Desak Kejelasan Aturan Ormawa dan Polemik Hasil MUBES BEM

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Gelombang aspirasi mahasiswa kembali menggema di lingkungan Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR), Senin (11/5/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa UNSULBAR Menggugat, gelar aksi demonstrasi di halaman kampus sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika organisasi kemahasiswaan terkait kejelasan aturan ORMAWA serta polemik hasil Musyawarah Besar (MUBES) BEM Universitas Sulawesi Barat. Aksi yang berlangsung […]

  • Tragis, Seorang Warga di Mamuju Tengah Jatuh ke Sungai Budong-Budong

    Tragis, Seorang Warga di Mamuju Tengah Jatuh ke Sungai Budong-Budong

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Peristiwa nahas menimpa seorang warga Desa Babana bernama Adi di aliran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (30/3/2026). Korban dilaporkan tenggelam setelah terjatuh dari perahu rakit penyeberangan (pincara) sekitar pukul 10.30 WITA. ​Peristiwa bermula saat Adi tengah mengantar mertuanya, Salmia, menyeberangi sungai yang menghubungkan Desa Babana dan Desa Budong-Budong […]

expand_less