AKP Muhammad Tunru Tinggalkan Mapolres Mateng dengan Pedang Pora
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar

AKP Muhammad Tunru. Dok. Ruly Syamsil
MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Setelah lebih dari tiga dekade mengenakan seragam Bhayangkara, AKP Muhammad Tunru resmi menutup masa pengabdiannya sebagai anggota Polri.
Prosesi purna bakti AKP Muhammad Tunru berlangsung di Mapolres Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, Jumat (28/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan wisuda purna bakti yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa.
Setelah prosesi wisuda, AKP Tunru bersama sang istri diantar keluar dari lingkungan Mapolres Mateng melalui prosesi pedang pora. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian panjangnya selama lebih dari 34 tahun sebagai anggota Polri.
Momen haru terlihat ketika AKP Tunru dan istrinya berjalan di atas karpet merah menuju gerbang Mapolres. Di sepanjang jalan, sejumlah personel berdiri berjajar memberikan penghormatan dan salam perpisahan kepada senior mereka.
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno bersama jajaran serta pengurus Bhayangkari turut mengantarkan AKP Tunru hingga ke gerbang Mapolres.
Bagi institusi kepolisian, prosesi tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan AKP Tunru selama puluhan tahun menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
AKP Muhammad Tunru lahir di Palopo, 20 Agustus 1968. Sebelum memasuki masa purna bakti, ia terakhir dipercaya menjabat sebagai Kepala Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Polres Mamuju Tengah.
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno menilai AKP Tunru sebagai sosok yang tenang, peduli, bertanggung jawab, dan taat beribadah.
“Beliau adalah sosok yang taat beribadah, peduli, tenang, baik, dan sangat bertanggung jawab terhadap tugasnya. Dalam setiap penugasan, beliau tidak pernah mengeluh,” ujar Ari.
Menurut Ari, dedikasi AKP Tunru tetap terlihat dalam menjalankan tugas, termasuk ketika menghadapi berbagai keterbatasan.
Setiap pekerjaan yang diberikan, kata Ari, selalu dilaksanakan dan dilaporkan dengan penuh tanggung jawab.
Meski baru sekitar dua bulan mengenal AKP Tunru secara dekat sejak menjabat sebagai Kapolres Mamuju Tengah, Ari mengaku telah melihat langsung sikap dan dedikasi yang ditunjukkan selama menjalankan tugas.
Ia pun meminta seluruh personel Polres Mamuju Tengah menjadikan pengabdian AKP Tunru sebagai teladan.
“Jadikan pengabdian beliau sebagai teladan dalam menjalankan tugas,” pesan Ari dalam amanatnya.
Ari juga berharap masa pensiun AKP Tunru dapat dinikmati bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan dan tetap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, AKP Muhammad Tunru menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Polres Mamuju Tengah yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Ia mengatakan akan kembali ke Palopo setelah memasuki masa pensiun. Kenangan, persaudaraan, dan pengalaman selama bertugas di Mamuju Tengah akan menjadi bagian dari perjalanan hidupnya setelah meninggalkan institusi kepolisian.
“Terima kasih rekan-rekan semua, saya nanti akan kembali ke Palopo,” ucapnya singkat.
Dengan berakhirnya masa tugas tersebut, perjalanan lebih dari 34 tahun AKP Muhammad Tunru sebagai anggota Polri resmi ditutup.
Namun, nilai pengabdian dan keteladanan yang ditinggalkannya di lingkungan Polres Mamuju Tengah diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi personel yang melanjutkan tugas.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
